Pada masa penjajahan, pemerintah kolonial Hindia Belanda gemar menanam pohon asam jawa di pinggir jalan. Asam jawa () mempunyai ciri khas berbentuk polong yang panjang dan keras, serta kulitnya kasar.
Daging buah asam jawa berwarna kecokelatan dan punya rasa asam yang kuat. Pohon ini menyebar ke berbagai wilayah di dunia melalui jalur perdagangan dan penjelajahan manusia.
Berdasarkan buku Khasiat Asam Jawa: Budaya dan Tradisi dalam Kuliner Indonesia oleh Vanesa Adisa, pohon asam jawa berasal dari Afrika, tetapi pertama kali dibudidayakan di India. Dari India, asam jawa lantas menyebar ke berbagai wilayah di Asia seperti Sri Lanka, Tailan, Myanmar, juga Indonesia.
Asam jawa juga kemudian dibawa pedagang Arab ke Timur Tengah dan sebagian wilayah Eropa pada abad ke-9 dan ke-10. Di Eropa, asam Jawa mulanya dimanfaatkan sebagai bahan pewarna alami dan pengawet makanan. Selanjutnya, buah tersebut diperkenalkan ke Amerika oleh penjajah Spanyol pada abad ke-16.
Selama zaman penjajahan Belanda, asam jawa merupakan komoditas penting dalam perdagangan global. Pemerintah Hindia Belanda saat itu memperluas penanaman asam jawa di wilayah jajahan, dalam rangka memenuhi permintaan pasar global.
Di sisi lain, mengapa pemerintah kolonial Belanda gemar menanam asam jawa di pinggir jalan?
Alasan Pemerintah Kolonial Belanda Gemar Menanam Asam Jawa di Jalan
Dikatakan dalam buku Peradaban Batik (Nilai dan Perkembangan) oleh Ariesa Pandanwangi dkk, menurut Setiawan (2018), penjajah Belanda dahulu gemar menanam pohon asam Jawa di sepanjang jalan sebagai fungsi peneduh. Namun, fungsinya tidak hanya meneduhkan orang-orang yang ada di bawahnya.
Pohon asam jawa bermanfaat sebagai penghasil oksigen, menghasilkan buah yang disukai burung, dapat berbunga indah, dan punya akar kuat yang tahan terhadap angin kencang, tetapi tidak merusak fondasi jalan. Sederet manfaat ini menjadi alasan pemerintah kolonial Belanda gemar menanam asam jawa di sepanjang jalan.
Biji asam jawa juga dimanfaatkan sebagai bumbu masak untuk sejumlah kuliner di Indonesia (Hendrawati dkk, 2013). Selain itu, dalam beberapa budaya seperti India, asam jawa digunakan dalam pengobatan tradisional Ayurveda. Di Asia Tenggara, tanaman ini juga dimanfaatkan sebagai laksatif alami dan pengobatan untuk gangguan pencernaan.
Saksikan Live DetikPagi:





