Rodri Tegaskan Spanyol 'Bisa Mengalahkan' Prancis di Semifinal Piala Dunia
Agus Firmansyah July 14, 2026 09:35 AM

Kapten Spanyol, Rodri, yakin timnya memiliki kemampuan untuk menyingkirkan Prancis dalam laga semifinal Piala Dunia yang akan digelar di Dallas. Gelandang Manchester City tersebut mengambil kepercayaan diri dari kemenangan-kemenangan sebelumnya atas Les Bleus, saat La Roja berambisi mencapai final dunia pertama mereka sejak 2010.

Kepercayaan diri di kubu La Roja

Rodri sama sekali tidak merasa gentar menghadapi salah satu favorit juara turnamen ini. Berbicara menjelang pertandingan di Stadion AT&T, peraih Ballon d'Or itu menyoroti keberhasilan Spanyol sebelumnya menghadapi tim asuhan Didier Deschamps sebagai bukti bahwa mereka berada di level yang sama. “Prancis adalah salah satu tim terbaik di sini, dalam performa luar biasa, tapi Spanyol juga demikian. Kami bisa mengalahkan mereka, kami sudah membuktikannya di Euro dan di Nations League,” jelas sang kapten.

Kemenangan atas Prancis bukanlah hal baru bagi Rodri. Ia merupakan bagian dari tim yang menaklukkan Prancis di semifinal Euro U-19 tahun 2015, serta di semifinal Euro 2024 dan Nations League musim panas lalu.

“Luis de la Fuente tidak berubah sama sekali,” ujar Rodri tentang pelatih lamanya itu. “Dari sanalah semuanya mulai dibangun hingga menjadi seperti yang kita lihat sekarang.” Meskipun banyak yang mengharapkan laga dengan skor tinggi seperti pertemuan 5-4 tahun lalu, gelandang tersebut memperkirakan pertandingan kali ini akan lebih ketat. Ia menambahkan, “Pertandingan Piala Dunia berbeda; saya rasa tidak akan terbuka seperti itu.”

Mengendalikan sorotan terhadap Lamine Yamal

Salah satu elemen penting dalam taktik Spanyol adalah bintang muda berusia 19 tahun, Lamine Yamal. Namun, Rodri meminta rekan mudanya itu untuk menyeimbangkan bakat eksplosifnya dengan ketenangan emosional di panggung besar ini.

“Saya pikir dia perlu sedikit menenangkan diri, kadang dia terlalu bersemangat ingin membuktikan diri,” aku Rodri. “Dia pemain yang sangat penting bagi kami, karena kontribusinya baik saat menguasai bola maupun tanpa bola, dan dia anak yang sangat cerdas. Memang benar dia baru berusia 19 tahun dan kami perlu menenangkannya di beberapa momen pertandingan.”

Meskipun Yamal belum mencetak gol di turnamen ini, para pemain senior tetap memberikan dukungan penuh. Rodri memuji sikap sang pemain muda, menyebutnya sebagai “teladan” yang selalu ingin berkembang. “Dia anak yang mau mendengar, selalu ingin belajar,” tambah bintang Manchester City itu.

Tanggapan dari kubu Prancis

Kepercayaan diri yang terpancar dari kubu Spanyol tidak luput dari perhatian lawan mereka. Dari pusat latihan Prancis, bek anyar Real Madrid, Ibrahima Konate, menegaskan bahwa Les Bleus tetap rendah hati dan tidak terpengaruh oleh anggapan bahwa mereka seharusnya takut menghadapi Spanyol.

Prancis ingin membalas kekalahan mereka di Euro 2024, namun mereka juga berhati-hati agar tidak hanya fokus pada Yamal, karena Spanyol memiliki kualitas di seluruh lini.

“Prancis punya kemampuan menyerang yang luar biasa, tapi saya juga ingin menyoroti kekuatan pertahanan mereka,” ujar Rodri mengenai tantangan taktis yang akan dihadapi. “Mereka bertahan dengan blok rendah yang sangat solid, fisik, dan agresif. Kami harus membawa permainan ke arah yang kami inginkan.”

Beban kepemimpinan

Dengan absennya para pemimpin berpengalaman seperti Dani Carvajal dan Alvaro Morata dari skuad, Rodri kini sepenuhnya memegang tanggung jawab sebagai kapten. Ia memandang peran tersebut dengan serius, baik di dalam maupun di luar lapangan, terutama dalam mendukung pemain yang belum banyak mendapat menit bermain selama perjalanan Piala Dunia ini. “Peran kapten sangat penting: kepemimpinan tidak hanya vital di lapangan, tapi juga di luar sana,” katanya. “Dalam situasi penuh keraguan, kaptenlah yang harus membawa ketenangan bagi tim.”

Bagi Rodri, hanya satu tujuan yang tersisa: mengangkat trofi bergengsi di Amerika Serikat. Setelah menaklukkan Eropa dan meraih Ballon d'Or, Piala Dunia menjadi puncak tertinggi yang ingin dicapai. “Itulah hal tertinggi yang bisa kamu impikan,” ujarnya. “Itu tantangan terbesar, dan baru pernah terjadi sekali dalam sejarah.”

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.