TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK – Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten, akan melakukan studi banding terkait pengawasan pengelolaan program makan bergizi gratis (MBG) ke Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Lebak.
"Saya hari ini mau ke Sumedang direkomendasikan oleh BGN, menyarankan ke kita untuk studi banding ke Sumedang," ujarnya dalam sambungan telepon, Selasa (14/7/2026).
Amir Hamzah mengatakan, pengawasan pelaksanaan MBG di Kabupaten Sumedang sudah menggunakan sistem aplikasi berbasis website.
Melalui sistem tersebut, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG dan pihak sekolah dapat melaporkan menu yang diberikan kepada para penerima manfaat setiap hari.
"Jadi mereka tuh dapur dan sekolah lapor, dan kita terlalu capek mengawasinya. Misalnya kita lihat sekolah dapatnya menu ini, kemudian dapur misalnya ngaku kirim ini. Jadi masing-masing kirim gambar," katanya.
Baca juga: Daftar 5 Pejabat Terkaya 2026 di Pemprov Banten, ASN Paling Tajir yang Lagi Viral Saat Ini
"Dan kebetulan Lebak dan Sumedang sudah ada kerjasama pada zaman Ibu Iti, dan kita tindaklanjuti," tambahnya.
Menurut Amir, penerapan sistem seperti di Kabupaten Sumedang akan memudahkan pengawasan terhadap 220 SPPG di Kabupaten Lebak.
"Nantinya akan mudah pengawasannya. Karena tidak mudah mengawasi 220 SPPG oleh Satgas, kita juga ada pekerjaan yang lain. Ke depan kalau rencana itu kita terapkan, kalau ada masalah baru kita datangi," ujarnya.
Selain itu, Amir juga mengusulkan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) agar aturan yang diterapkan untuk setiap SPPG dibuat lebih jelas dan tidak sering berubah.
"Kita mengusulkan supaya BGN itu jelas aturannya, dapur itu harus seperti apa di grade. Jangan sampai dapur yang bagus dan jelek itu salah terus bayarannya," pungkasnya.