Jakarta (ANTARA) - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengerahkan personel dan menerapkan rekayasa pengalihan arus lalu lintas guna mengurai kemacetan parah di Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa pagi.

Kabagbinopsnal Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Robby Hefados menjelaskan langkah ini diambil menyusul adanya insiden truk pengangkut alat berat jenis ekskavator pengebor yang tersangkut di jembatan penyeberangan orang (JPO) kawasan tersebut hingga menyisakan satu lajur jalan yang dapat dilintasi.

​"Anggota kami sudah bersiaga di lapangan sejak subuh untuk melakukan pengaturan arus kendaraan bagi masyarakat yang mulai beraktivitas pagi ini. Secara tidak langsung, arus kendaraan masih kami upayakan mengalir lewat lajur dua dan lajur tiga secara bergantian," ujar Robby saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

​Guna mencegah penumpukan kendaraan yang telah mengular hingga ke Simpang Kuningan (HR Rasuna Said) dan Warung Buncit, Ditlantas Polda Metro Jaya menyiapkan sejumlah langkah taktis penanganan arus di lapangan:

  • ​Penutupan Jalan Layang (Flyover): Menutup sementara akses naik ke layang Kapten Tendean dari arah Hotel Mercure.
  • ​Pengalihan Jalur Senopati: Pengendara dari arah Tendean yang hendak menuju Senopati dialihkan sementara untuk masuk ke jalur Warung Buncit lalu diarahkan belok kiri.
  • ​Pengalihan Jalur Blok M: Pengendara dari arah Kapten Tendean menuju Blok M diarahkan lurus ke Jalan Mampang Prapatan Raya, berputar balik di putaran (U-turn) terdekat, untuk kemudian belok kiri kembali ke arah Tendean.
  • ​Reduksi Volume Kendaraan: Mengurangi volume kendaraan yang datang dari arah Gatot Subroto guna menekan beban kepadatan di titik penumpukan.

​Robby menambahkan, rekayasa lalu lintas secara menyeluruh dijadwalkan mulai berlaku penuh pada pukul 08.30 WIB setelah melewati puncak kepadatan awal keberangkatan kerja.

​Selain pengaturan lalu lintas, kepolisian bergerak cepat berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga DKI Jakarta untuk mempersiapkan proses evakuasi truk berukuran besar tersebut.

​"Karena insiden ini melibatkan struktur JPO, kami harus mendatangkan mobil derek besar (crane). Kami jadwalkan survei dan proses evakuasi dimulai sekitar pukul 09.00 WIB demi keamanan konstruksi jembatan," jelasnya.

​Sementara itu, untuk penegakan hukum dan penyelidikan penyebab kejadian, polisi telah mengamankan pengemudi truk ke kantor kepolisian terdekat.

​"Sopir truk saat ini sudah kami amankan dan sedang dimintai keterangan di kantor kepolisian. Pendataan awal kendaraan yang tersangkut sejak pukul 01.00 WIB ini sudah selesai, dan saat ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut," kata Robby.