SURYA.co.id – Kepergian komedian Temon meninggalkan duka mendalam bagi dunia hiburan Indonesia.
Namun, di antara banyak sahabat yang kehilangan, nama Abdel Achrian atau Cing Abdel disebut sebagai sosok yang paling terpukul.
Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua Persatuan Seniman Komedi Indonesia (PASKI), Jarwo Kwat, yang menilai hubungan Abdel dan Temon sudah melampaui sekadar rekan kerja.
Keduanya telah membangun persahabatan selama lebih dari tiga dekade sekaligus menjadi salah satu duet komedi paling dikenal masyarakat Indonesia.
Kebersamaan mereka di televisi, radio, hingga panggung hiburan membuat nama Abdel dan Temon nyaris tak pernah dipisahkan.
Kepergian Temon pun menjadi kehilangan besar, baik secara pribadi maupun profesional bagi Cing Abdel.
Ketua PASKI, Jarwo Kwat, menyebut Cing Abdel merupakan orang yang paling merasakan kehilangan setelah Temon meninggal dunia.
Menurut Jarwo, keduanya telah menghabiskan waktu bertahun-tahun membangun karier bersama sehingga memiliki ikatan emosional yang sangat kuat.
"Yang mungkin yang lebih sedih lagi si Cing Abdel ya," ujar Jarwo Kwat saat ditemui awak media di Jakarta, dikutip SURYA.co.id dari Tribunnews.
Ia menilai Temon dan Abdel merupakan pasangan komedi yang sulit dipisahkan karena hampir selalu tampil bersama dalam berbagai kesempatan.
"Di mana mereka sudah bertahun-tahun bikin bareng dua program, kemudian sering off-air juga," lanjut Jarwo.
Bagi Jarwo, kebersamaan yang terjalin selama puluhan tahun itu membuat rasa kehilangan yang dialami Abdel jauh lebih besar dibanding sekadar kehilangan rekan kerja.
Baca juga: Profil Temon Atau Simson Rarameha Komedian yang Meninggal Dunia, Ternyata Lulusan Psikologi UI
Nama Abdel dan Temon mulai dikenal luas saat menjadi pasangan komedi dalam berbagai program televisi.
Namun, kebersamaan mereka sebenarnya sudah dimulai sejak awal 1990-an.
Keduanya telah bersahabat sejak 1992 dan sama-sama berkembang di dunia hiburan hingga akhirnya dikenal sebagai duet komedi yang memiliki ciri khas tersendiri.
Jarwo juga mengenang perjalanan awal mereka ketika masih aktif menghibur pendengar melalui Radio SK, salah satu radio humor yang cukup populer pada masanya.
Selain piawai melawak, Temon dikenal memiliki kemampuan bermusik yang baik. Ia kerap memainkan gitar sambil membawakan lagu-lagu humor bersama Abdel.
"Main musiknya, main gitarnya luar biasa. Jago dia, suka tandeman sama Cing Abdel. Ciri khasnya yaitu lagu-lagu humor bersama Cing Abdel," kenang Jarwo.
Kolaborasi tersebut kemudian berlanjut ke berbagai program televisi, termasuk sitkom ikonik Abdel & Temon: Bukan Superstar, yang semakin melekatkan nama keduanya di benak penonton Indonesia.
Saat Temon meninggal dunia, Cing Abdel diketahui sedang berada di Amerika Serikat sehingga tidak dapat menghadiri rumah duka secara langsung.
Sebagai perwakilan keluarga, kakak Abdel, Mei, hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.
"Saya datang karena memang kenal sama Temon, cukup dekat lah," ujar Mei.
Meski berada di luar negeri, Abdel menunjukkan kesedihannya melalui unggahan di media sosial.
"Innalillahi wainnailaihi rojiun. Selamat jalan mon," tulis Abdel disertai emoji menangis.
Ia juga mengunggah foto kebersamaannya dengan Temon saat keduanya masih menjalani proyek hiburan bersama.
Unggahan singkat tersebut menjadi gambaran betapa besar kehilangan yang dirasakan Abdel atas wafatnya sahabat sekaligus partner yang telah menemaninya selama puluhan tahun.
Persahabatan Abdel dan Temon tidak selalu berjalan mulus.
Dalam perjalanan karier mereka, keduanya sempat tidak saling bertegur sapa selama hampir dua tahun akibat kesalahpahaman yang dipicu persoalan honor syuting yang tertunda.
Namun, seiring berjalannya waktu, keduanya memilih mengesampingkan ego masing-masing.
Mereka berdamai dan kembali menjalin persahabatan serta bekerja bersama hingga menjadi salah satu pasangan komedi yang paling dikenang publik.
Kisah tersebut justru memperlihatkan bahwa hubungan mereka dibangun bukan hanya karena pekerjaan, tetapi juga karena ikatan persahabatan yang kuat.
Abdel Achrian atau yang lebih dikenal dengan Cing Abdel lahir 27 September 1970.
Ia adalah pemeran, pelawak, presenter televisi Indonesia keturunan Minangkabau.
Ia memulai karier sebagai penyiar radio, kemudian merambah dunia lawak melalui situasi komedi Abdel & Temon: Bukan Superstar bersama dengan Temon Templar.
Ia juga menjadi presenter dalam acara rohani Mamah dan Aa dengan Ustadzah Mamah Dedeh.
Abdel Achrian lahir dari pasangan Daan Ahliddar Casym (ayah) dan Putri Ratna Gumala (ibu) sebagai anak ketujuh dari delapan bersaudara.
Ayahnya berasal dari Tabing, Padang, sedangkan ibunya berasal dari Padang Pariaman. Keluarga Abdel merantau ke Jakarta pada 1960-an, bersama eksodusnya banyak orang Minang akibat peristiwa Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI).
Nama Abdel berasal dari nama Gamal Abdel Nasser, sedangkan Achrian karena awalnya Abdel direncanakan menjadi anak terakhir, tetapi tidak jadi bungsu setelah kelahiran seorang adiknya.
Di Jakarta, Abdel tumbuh besar di lingkungan yang kental dengan budaya Betawi sehingga membuat ia terbiasa bicara dengan bahasa Betawi.
Dalam buku Keluarga Berencanda yang ia tulis, Abdel mengaku kemampuannya melucu boleh jadi karena bakat yang diturunkan oleh ayahnya.
Abdel achrian memulai kariernya sebagai penyiar radio pada tahun 1989 di Radio SK, sebuah stasiun radio humor yang populer pada masanya. Pengalamannya di dunia radio mempertemukannya dengan Simson Rarameha alias Temon pada tahun 1992, yang kemudian menjadi rekan duetnya dalam berbagai program hiburan. Karier Abdel di televisi dimulai pada tahun 2006 melalui acara Republik BBM.
Namanya semakin dikenal setelah membintangi sitkom Abdel dan Temon Bukan Superstar. Pada tahun 2022, Abdel meraih penghargaan Anugerah Komedi Indonesia dalam kategori Komika Terfavorit.[9]
Selain aktif sebagai penyiar dan komedian, Abdel juga terlibat dalam dunia seni peran dengan membintangi sinetron Tukang Bubur Naik Haji The Series sebagai Nelan, paman dari Haji Sulam sekaligus suami Ncum. Abdel juga berkolaborasi dengan Mongol Stres dalam penulisan buku komedi Abdel & Mongol: It's Real, Man! yang mengangkat kisah hidup keduanya dari sudut pandang humor.
Di dunia stand up comedy, Abdel dikenal sebagain komika dalam Stand Up Comedy Indonesia yang tayang di Metro TV serta menjadi juri komentar dalam Stand Up Comedy Academy yang ditayangkan Indosiar pada tahun 2017.
Komedian Temon yang memiliki nama asli Simson Rarameha Ngadang meninggal dunia pada Minggu, 12 Juli 2026.
Ia mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 08.42 WIB akibat serangan jantung.
Jenazah Temon dijadwalkan dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, pada Senin, 13 Juli 2026, sekitar pukul 11.00 WIB.
Kepergian Temon menjadi kehilangan besar bagi dunia komedi Indonesia, terutama bagi Cing Abdel yang selama lebih dari 30 tahun menjadi sahabat sekaligus partner panggungnya.
Sosok Cing Abdel menjadi perhatian publik bukan hanya karena dikenal sebagai partner komedi Temon, tetapi juga karena perjalanan persahabatan mereka yang berlangsung lebih dari tiga dekade.
Di tengah industri hiburan yang dinamis, hubungan keduanya menunjukkan bahwa kolaborasi yang dibangun atas dasar kepercayaan dan persahabatan mampu bertahan melewati berbagai tantangan, termasuk konflik pribadi.
Kepergian Temon pun menandai berakhirnya salah satu duet komedi legendaris yang telah menghibur masyarakat Indonesia selama bertahun-tahun.