Densus 88 Pastikan Aksi Teror Bom ke SDN Srengseng Sawah 15 Jaksel Tak Penuhi Unsur Terorisme
Theresia Felisiani July 14, 2026 12:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror memastikan ancaman teror bom ke SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan tidak memenuhi unsur tindak pidana terorisme.

"Dan disimpulkan bahwa peristiwa tersebut belum memenuhi unsur sebagai tindak pidana terorisme," kata Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Mayndra Eka Wardhana, Selasa (14/7/2026).

Mayndra mengatakan hal itu bisa dipastikan setelah pihaknya turut melakukan penyelidikan atas peristiwa tersebut secara komprehensif.

"Densus 88 Antiteror Polri langsung melakukan pendalaman secara komprehensif terhadap kasus di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, meliputi aspek motif, pendanaan, maupun kemungkinan adanya koneksi dengan jaringan terorisme," tuturnya. 

Untuk informasi, pesan ancaman teror bom membuat kegiatan hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarta, Jakarta Selatan, pada Senin (13/7/2026) dihentikan sementara.

Pesan tersebut diketahui dikirim ke pegawai Tata Usaha (TU) sekolah tersebut melalui WhatsApp yang berisi:

"SELAMAT PAGI DAN SALAM SEJAHTERA, DIHARAAP BERSIAP SIAP DENGAN HITUNGAN MENIT TEMPAT SEKOLAHAN SDN 15 PAGI INI AKAN MELEDAK DAN KAMI SUDAH MENYIAPKAN 11 TITIK...!!!," tulis pesan tersebut.

Baca juga: Sosok Pelaku Teror Ancaman Bom di SDN Srengseng Sawah Jaksel Ditangkap, Motif Masih Didalami

Namun, setelah diperiksa oleh tim Gegana Polda Metro Jaya, dipastikan tidak ditemukan bom di sekolah tersebut.

Belakangan, pengirim pesan berinisial MY (34) tersebut berhasil ditangkap oleh polisi. 

Pelaku ditangkap di kediamannya yang tidak jauh dari sekolah itu.

Dari video yang diterima tampak MY pelaku pengirim pesan teror bom hanya mengenakan kaos kutang warna putih dan celana panjang abu-abu.

Saat itu anggota kepolisian meminta pelaku menunjukkan pesan yang telah dikirimkan ke guru SDN Srengseng Sawah 15 Pagi.

Kepada pihak kepolisian, pelaku kemudian memperlihatkan ponsel yang digunakan untuk aksi teror.

Setelah menunjukkan bukti, MY langsung digelandang ke Polres Metro Jakarta Selatan guna pemeriksaan intensif.

 

Motif Sementara Iseng

Proses masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) hari pertama SDN Srengseng Sawah 15, Jakarta Selatan terganggu karena pesan teror bom. 

Pelaku inisial MY (34) yang telah ditangkap dan diperiksa polisi mengaku melakukan perbuatannya hanya karena iseng.

Baca juga: Kemendikdasmen Kutuk Teror Bom di SDN Srengseng Sawah, Kegiatan MPLS Sementara Dihentikan

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin mengatakan pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Metro Jakarta Selatan.

"Pelaku yang melakukan ancaman teror kepada guru dan saksi yang ada di sekolah sudah kami lakukan penangkapan dan kami amankan di Polres Metro Jakarta Selatan," kata Iman di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (13/7/2026).

Berdasarkan pemeriksaan awal, pelaku mengaku tidak memiliki motif lain selain iseng. 

Meski demikian, penyidik belum sepenuhnya mempercayai pengakuan tersebut.

"Untuk motif dari pelaku, sementara hasil permintaan keterangan yang bersangkutan hanya sifatnya iseng saja, namun kami tidak percaya begitu saja, kami masih melakukan pendalaman, termasuk background pelaku," ujarnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.