BRIN Ungkap Penyebab Dentuman Keras di Cirebon akibat Lintasan Meteor Besar
ahmadshalsamalkhaponda July 14, 2026 12:42 PM

- Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap penyebab dentuman keras yang terdengar di sejumlah wilayah Cirebon, Jawa Barat, pada Sabtu (11/7/2026) malam. Fenomena tersebut dipastikan berasal dari lintasan meteor berukuran besar yang melintasi atmosfer Bumi.

Peneliti BRIN, Thomas Djamaluddin, menjelaskan dentuman yang terdengar warga bukan disebabkan meteor menghantam permukaan Bumi, melainkan akibat gelombang kejut saat meteor melaju dengan kecepatan tinggi di atmosfer.

"Suara tersebut bukan berasal dari benturan meteor dengan permukaan Bumi, melainkan gelombang kejut yang muncul karena meteor melaju dengan kecepatan sangat tinggi di atmosfer bagian bawah," kata Thomas dalam keterangannya, Senin (13/7/2026).

Berdasarkan hasil analisis BRIN, meteor tersebut pertama kali terpantau dari kawasan Bekasi sekitar pukul 21.22.35 WIB. Saat itu, meteor masih berada di ketinggian tinggi sehingga terlihat sebagai cahaya putih di langit.

Setelah melintasi wilayah Cirebon dan Kuningan, meteor kemudian terlihat di langit Majalengka dengan cahaya biru. Fenomena serupa juga terpantau di Nagreg, Tasikmalaya, hingga Yogyakarta.

Saat berada di wilayah Yogyakarta, cahaya meteor berubah menjadi hijau terang. Thomas menjelaskan perubahan warna tersebut terjadi karena unsur magnesium pada batuan antariksa terbakar akibat suhu tinggi ketika memasuki atmosfer Bumi.

BRIN menjelaskan meteor merupakan batuan antariksa yang orbitnya berpapasan dengan Bumi. Ketika memasuki atmosfer pada ketinggian sekitar 120 kilometer, gesekan dengan udara membuat meteor berpijar dan sebagian besar massanya terbakar.

Berdasarkan analisis sementara, meteor tersebut bergerak dari arah Laut Jawa menuju tenggara dan diduga berakhir di wilayah Samudera Hindia, tepatnya di sekitar selatan Jawa Timur atau Bali.

Fenomena tersebut menjelaskan perbedaan pengalaman warga. Sebagian masyarakat melihat cahaya terang di langit, sementara warga di daerah lain hanya mendengar dentuman tanpa melihat meteor secara langsung.

Sebelumnya, dentuman disertai getaran sempat membuat warga sejumlah wilayah Cirebon bertanya-tanya. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.30 WIB dan memunculkan berbagai spekulasi di media sosial.

Warga Kecamatan Astanajapura, Rofah (36), mengaku mendengar suara dentuman disertai getaran. Sementara itu, Nur (39), warga Pegambiran, Kota Cirebon, juga menyebut melihat kondisi langit yang tampak lebih terang dari biasanya.

BRIN memastikan fenomena tersebut merupakan peristiwa astronomi alami. Cahaya terang, perubahan warna, dan suara dentuman menjadi bagian dari proses meteor berukuran besar saat melintasi atmosfer Bumi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.