Viral Gunungan Sampah di Ciganitri Bandung, Camat Sebut akan Tutup Permanen Lokasi
Yonatan Krisna July 14, 2026 02:44 PM

TRIBUNWOW.COM – Tumpukan sampah liar yang menggunung di kawasan Jalan Raya Ciganitri, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, kembali menjadi sorotan publik.

Sampah yang menggunung tersebut menjadi perhatian setelah video aktivitas pembakaran sampah itu viral di media sosial.

Pemerintah Kecamatan Bojongsoang memastikan lokasi pembuangan liar itu akan ditutup secara permanen pada Jumat (17/7/2026).

Upaya tersebut dilakukan demi mengakhiri persoalan sampah yang telah berlangsung sejak tahun 2025.

DilansirTribunWow.com dari TribunJabar.id pada Senin (13/7/2026), Camat Bojongsoang Kankan Taufik Barnawan mengatakan banyak masyarakat yang mengeluh terkait bau menyengat dari tumpukan sampah.

Tak hanya itu, aktivitas pembakaran sampah yang cukup sering dinilai membahayakan lingkungan sekitar.

Baca juga: Kata BMKG soal Video Viral Kawasan Ciwidey Bandung yang Berubah Jadi Salju, Sudah Lazim Terjadi?

Penyebab Diduga Oknum Lima RW 

Menurut Kankan, lokasi tersebut diduga dimanfaatkan sebagai tempat pembuangan sampah oleh sejumlah pengelola sampah di tingkat rukun warga (RW).

Melalui media Kompas.com pada Selasa (14/7/2026), ia menyebut ada sekitar lima RW yang diduga masih membuang sampah ke kawasan Ciganitri.

"Pengelola tiap RW ini tiap bulan melakukan pungutan ke warga. Setelah dipungut, ternyata sampahnya itu dibuangnya ke situ (Ciganitri). Ada sekitar 5 RW," ujar Kankan kepada awak media.

Ia menilai pola pengelolaan sampah saat ini tidak dapat terus dipertahankan karena hanya berorientasi pada penarikan iuran tanpa memperhatikan dampak lingkungan.

"Jangan berorientasi semangat memungut uangnya saja, tetapi pengelolaan sampahnya tidak dilakukan secara ramah lingkungan," katanya.

Kankan bahkan mengingatkan praktik tersebut berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum apabila terus berlangsung.

"Kalau terus dilakukan, ini bisa masuk kategori pidana lingkungan," ujarnya.

Baca juga: Viral Lahan Pribadi sejak 1999 Milik Warga Blora Mendadak Rata, Diduga Jadi Area Tambang

Keresahan Warga Terhadap Tumpukan Sampah

Keberadaan tumpukan sampah di tepi Jalan Raya Ciganitri juga terus menuai keluhan warga sekitar.

Seorang warga Ciganitri, Tata Turmana (58), mengaku tidak nyaman setiap kali melintasi kawasan tersebut akibat aroma sampah yang sangat menyengat.

"Kalau bau sampai ke rumah sebenarnya tidak, soalnya lumayan cukup jauh. Tapi kalau lewat itu, yang bikin mual. Apalagi kalau musim hujan, baunya juga tercampur air limbah," ujar Tata.

Ia mengatakan sampah telah menumpuk selama berbulan-bulan.

Meski sempat dilakukan pengangkutan, tumpukan kembali muncul sehingga warga berharap persoalan tersebut segera dituntaskan.

"Sempat ada yang ngangkut, tapi ada lagi terus. Ditutup pakai seng, tapi ada yang buka. Paling harapannya semoga cepat diangkut saja, kalau dibiarkan lama-lama bisa masuk jalan itu sampah," katanya.

Baca juga: Viral Pedagang Cilok Tinggal di Rumah Mewah: Tak Gengsi Tetap Jualan, Ternyata Ini Alasannya

Penutupan Lokasi dan Strategi Pengolahan Sampah yang Baru

Dilansir oleh Kompas.com pada Selasa (14/7/2026), Pemerintah Kecamatan Bojongsoang berencana membersihkan kawasan tersebut sekaligus menutupnya secara permanen.

Namun, proses pembersihan diperkirakan tidak mudah karena kondisi medan yang cukup curam sehingga alat berat tidak dapat menjangkau seluruh area.

"Alat berat tidak bisa masuk karena tingkat kemiringannya curam. Sebagian sampah akan diangkut, sisanya diratakan, ditimbun tanah, lalu ditanami pohon," jelas Kankan.

Ia menambahkan pemerintah akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.

Selain penutupan lokasi, pemerintah juga menyiapkan strategi shock therapy agar masyarakat mulai mengubah cara mengelola sampah dari rumah masing-masing.

Kankan mencontohkan keberhasilan penanganan sampah di Desa Lengkong, yang sebelumnya mengalami kelebihan kapasitas akibat adanya pengelola yang menerima sampah dari luar wilayah.

Strategi tersebut akan diterapkan di kawasan Ciganitri dan Cipagalo.

(TribunWow.com/Peserta Magang Universitas Sebelas Maret/Meyra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.