Semburan Air Berlumpur Gegerkan Warga Palongaan Mamuju Tengah, Sampel Dikirim ke Laboratorium
Nurhadi Hasbi July 14, 2026 12:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH - Semburan air bercampur lumpur yang muncul di Desa Palongaan, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah, membuat warga geger.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Kapolsek Tobadak IPTU Budi Wijanarko bersama personel Polsek Tobadak, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mamuju Tengah, serta aparat Desa Palongaan turun langsung ke lokasi.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, semburan air dan lumpur tersebut berasal dari titik sumur bor yang digali warga untuk memenuhi kebutuhan irigasi area persawahan.

Pengeboran dilakukan karena wilayah tersebut masih mengalami musim kemarau dengan curah hujan yang minim.

Baca juga: Semburan Lumpur di Dusun Benteng Mamuju Tengah, Kadis ESDM: Pernah Terjadi 2015 Lalu

Baca juga: Semburan Lumpur Keluar dari Lubang Pengeboran Sumur di Dusun Benteng, Desa Tobadak

Sebelumnya, setelah semburan terjadi, Tim Satgas Penanggulangan Bencana Kabupaten Mamuju Tengah bersama masyarakat telah melakukan penanganan darurat dengan menimbun titik semburan menggunakan pasir, tanah, dan batu.

Upaya tersebut berhasil menghentikan keluarnya air dan lumpur ke permukaan.

Namun, dari dalam sumur masih terdengar suara gemuruh sehingga diperlukan pengawasan lebih lanjut.

Dari hasil pengumpulan informasi di lokasi, diketahui bahwa pada Jumat (9/7/2026) juga pernah dilakukan pengeboran sumur bor lain yang berjarak sekitar 10 meter dari titik semburan saat ini.

Namun, pengeboran tersebut dihentikan dan ditutup oleh pemilik lahan setelah diduga mengeluarkan gas yang dapat menyala saat terkena api.

Selain itu, masyarakat setempat menyampaikan bahwa pada 1991 dan 2012 pernah dilakukan kegiatan pengeboran oleh PT Pertamina di sekitar area perkebunan Desa Palongaan.

Namun hingga kini, masyarakat mengaku belum mengetahui hasil dari kegiatan pengeboran tersebut.

Sampel Air dan Lumpur Diuji untuk Pastikan Kandungan

Kapolsek Tobadak IPTU Budi Wijanarko mengatakan pihaknya bersama instansi terkait telah mengambil langkah untuk mengetahui penyebab pasti semburan tersebut.

"Hari ini kami bersama pihak terkait dari Dinas Lingkungan Hidup dan BPBD telah mengambil sampel air dan lumpur dari lokasi semburan," ungkapnya saat dikonfirmasi Tribun-Sulbar.com, Selasa (14/7/2026).

Sampel tersebut selanjutnya akan dikirim ke balai penelitian untuk menjalani uji laboratorium.

Pengujian dilakukan untuk mengetahui apakah semburan air tersebut mengandung gas berbahaya atau kandungan lainnya.

Ia menambahkan, berdasarkan informasi yang diperoleh, hasil laboratorium diperkirakan keluar dalam waktu satu pekan.

"Infonya hasil laboratorium nanti akan keluar sepekan ke depan. Kami menunggu hasil resmi dari pengujian tersebut untuk menentukan langkah selanjutnya," jelasnya.

Kapolsek menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pengawasan hingga hasil laboratorium keluar.

Masyarakat juga diimbau tidak mendekati area semburan demi menjaga keselamatan.

Sebagai langkah antisipasi, Polsek Tobadak memasang garis polisi di sekitar lokasi semburan untuk mencegah warga memasuki area yang berpotensi membahayakan.

Personel kepolisian juga memberikan imbauan agar masyarakat tidak mendekati lokasi hingga hasil pemeriksaan dari instansi teknis keluar.

Sementara itu, BPBD Kabupaten Mamuju Tengah telah berkoordinasi dengan Balai Penelitian Pertambangan Wilayah IV Palu untuk melakukan kajian terhadap kondisi lokasi.

Kajian tersebut dilakukan melalui analisis titik koordinat serta pemeriksaan lebih lanjut guna mengetahui penyebab munculnya semburan.

Kapolsek Tobadak juga telah memerintahkan personel, termasuk Kanit Intelkam dan Bhabinkamtibmas Desa Palongaan, untuk terus melakukan pemantauan bersama BPBD hingga hasil pemeriksaan resmi diterbitkan.

Koordinasi lintas instansi akan terus dilakukan guna memastikan kondisi tetap aman dan mencegah dampak lebih luas terhadap area persawahan maupun masyarakat sekitar.

Saat ini, situasi di sekitar lokasi kejadian masih aman dan kondusif.

Area semburan tetap berada dalam pengawasan aparat kepolisian bersama instansi terkait.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait peristiwa tersebut. (*)

Laporan wartawan Tribun Sulbar, Sandi Anugrah

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.