BANJARMASINPOST.CO.ID - Perburuan pelatih baru tim nasional Italia bikin geger setelah nama Pep Guardiola mendadak masuk radar utama Gli Azzurri.
Italia butuh perombakan total usai mencatat rekor buruk gagal lolos ke putaran final Piala Dunia sebanyak tiga kali beruntun.
Kehadiran legenda AC Milan, Paolo Maldini, di jajaran direktur teknik federasi langsung melambungkan asa perubahan taktik tim.
Gli Azzurri emoh cari pelatih jangka pendek dan berniat membangun dinasti sepak bola baru demi menyambut ajang Piala Dunia 2030.
Baca juga: Gerilya Man City di Bursa Transfer: Rp3,1 Triliun Ludes, Skuad Dirombak Total, Eks Barito Dukung
Menurut laporan Gazzetta dello Sport, Pep Guardiola menjadi target paling ambisius Maldini untuk menggantikan posisi Gennaro Gattuso.
Federasi sepak bola Italia juga mempertimbangkan nama beken lain seperti Antonio Conte dan mantan pelatih timnas, Roberto Mancini.
Maldini resmi ditunjuk pada sebelas Juli lalu dan langsung berduet dengan penasihat teknis Leonardo untuk merancang revolusi tim.
Guardiola sendiri berstatus tanpa klub setelah menyudahi pengabdian luar biasa selama sepuluh tahun menakhodai raksasa Manchester City.
Taktik penguasaan bola miliknya butuh kesabaran ekstra karena minimnya waktu latihan bersama para pemain di level internasional.
Namun, tradisi taktik sepak bola Italia yang cerdas dan kaya talenta dinilai bakal menjadi perpaduan yang sangat menarik ditonton.
Penunjukan Guardiola memang tidak memberi garansi instan, namun Italia butuh gebrakan berani untuk mendongkrak mentalitas tim.
Maldini wajib membenahi sistem pembinaan pemain muda agar roda regenerasi skuad Azzurri tidak mandek di tengah jalan.
Langkah berani ini dinilai sangat krusial bagi kebangkitan sepak bola Italia yang kini sedang terpuruk di kancah internasional.
(Sumber: Gazzetta dello Sport / Reuters / CaughtOffside)
Baca juga: Manchester United Siap Bajak Target City Demi Bintang Piala Dunia, Fans dan Eks MFC: Ada Resiko
Fans manchester City yang juga mantan pemain Barito Putera Banjarmasin Andi Abu nawas memberi tanggapan mantan [pelatih Cirizen masuk radar Timnas Italia.
"Pep itu bukan cuma soal taktik, tapi soal mengembalikan wibawa dan harga diri Azzurri di mata dunia, saya rasa sangat cocok," kata mantan striker Barito Putera di era Galatama tahun 1988 ini saat dihubungi BanjarmasinPost.co.id Selasa (14/7/2026) siang.
Kalau gaya main tiki-taka Pep masuk, posisi kiper atau bek tradisional Italia yang cuma bisa sapu bersih bola bakal terancam didepak.
"Pep butuh tipe pemain modern yang tenang menguasai bola dari lini belakang," ujar dia.
Revolusi Tiki-Taka di Negeri Spaghetti: Dampak Taktik Pep & Risiko Kegagalan Instan
Masuknya nama Pep Guardiola ke dalam bursa pelatih Italia tentu akan merombak total pakem bertahan grendel alias catenaccio yang selama ini menjadi DNA Gli Azzurri.
Di bawah asuhan Pep, para pemain Italia dituntut untuk bermain lebih dominan lewat penguasaan bola yang cair. Taktik ini dinilai sangat cocok karena generasi muda Italia saat ini memiliki teknik individu dan kecerdasan ruang yang sangat mumpuni untuk menerjemahkan strategi rumit tersebut.
Namun, mengontrak pelatih sekaliber Pep yang biasa digaji sekitar Rp354 miliar per tahun di level klub tentu membawa risiko finansial dan ekspektasi yang luar biasa tinggi bagi federasi Italia.
Minimnya waktu berkumpul di jeda internasional bisa menjadi musuh utama Pep dalam menularkan filosofi bermainnya yang sangat mendetail. Jika tidak sabar, proyek ambisius ini justru bisa memicu friksi internal di dalam skuad.
Bagi pencinta sepak bola dan fans fanatik timnas Italia di Banjarmasin serta seluruh Indonesia, rumor ini langsung memicu perdebatan seru di warung-warung kopi Kalsel.
Sebagian fans optimis Italia akan kembali merajai dunia dengan sepak bola indah, sementara sebagian lainnya khawatir gaya pragmatis khas Azzurri yang legendaris justru akan luntur sepenuhnya.
Sisi Lain Pep Guardiola: Nostalgia Italia dan Impian Terpendam sang Guru Taktik
Sosok Pep Guardiola yang baru saja mengakhiri masa bakti legendarisnya selama sepuluh tahun di tanah Inggris kini tengah menikmati masa santainya.
Banyak fans sepak bola layar kaca di Indonesia yang melupakan bahwa Guardiola sebenarnya memiliki kedekatan emosional yang sangat mendalam dengan negara Italia.
Di masa mudanya sebagai pemain, ia pernah merantau ke Serie A untuk memperkuat klub Brescia dan AS Roma, di mana ia belajar banyak soal kedisiplinan taktik bertahan.
Hingga pembaruan Juli 2026 ini, Pep dikenal sangat fasih berbahasa Italia dan sering menghabiskan waktu liburannya di sana untuk menikmati kuliner lokal dan anggur merah berkualitas tinggi.
Impian untuk menakhodai sebuah tim nasional di turnamen mayor seperti Piala Dunia merupakan salah satu ambisi besar yang belum sempat ia wujudkan sepanjang karier kepelatihannya yang gemilang.
Kedatangan sahabat karibnya, Paolo Maldini, di kursi kepengurusan federasi dinilai menjadi jembatan sempurna untuk merealisasikan mimpi tersebut.
Secara finansial, federasi sepak bola Italia tentu harus memutar otak untuk menyusun paket kontrak bernilai ratusan miliar rupiah demi menyamai standar gaji Pep saat di klub.
Namun, nilai investasi sebesar itu diyakini bakal tertutup oleh lonjakan sponsor global dan hak siar televisi yang meroket tajam berkat efek kehadiran sang pelatih legendaris.
Pamor sepak bola Italia yang sempat meredup dipastikan bakal kembali menjadi pusat perhatian dunia secara instan.
Fakta unik lainnya yang jarang diketahui publik adalah kegemaran Pep mengoleksi buku-buku taktik militer kuno yang ia adaptasikan ke dalam strategi penempatan posisi pemain di lapangan hijau.
Karakter perfeksionisnya membuat ia sering menghabiskan malam dengan menganalisis rekaman pertandingan hingga detail terkecil demi menemukan celah kelemahan lawan.
Kedisiplinan luar biasa inilah yang membuatnya selalu dihormati oleh para pemain bintang dunia yang pernah ia asuh.
Meskipun namanya juga dikaitkan dengan beberapa klub raksasa Eropa lainnya, proyek pembangunan ulang timnas Italia bersama Maldini disebut-sebut sebagai tantangan yang paling membuat Pep penasaran.
Jika kesepakatan bersejarah ini beneran terwujud, wajah sepak bola internasional dipastikan bakal memasuki era baru yang sangat menarik untuk dinantikan.
(Banjarmasinpost.co.id)