Inggris vs Argentina: Pembuktian Fourth Star dan Lionel Messi di Piala Dunia 2026
Dwi Setiawan July 14, 2026 12:57 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - "Argentina mempunyai beban yang berat, tapi sekaligus kehormatan juga sebagai satu-satunya wakil Amerika Selatan."

"Argentina juga sebagai juara bertahan. Jika Argentina bisa mempertahankan gelar, ini akan menjadi pencapaian yang monumental karena mereka harus menebus tiga kekuatan terbesar Eropa," kata Bayu Ajianto, seorang football enthusiast, dalam podcast Super Taktik di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.

Dari kacamata Argentina, pertandingan melawan Inggris di semifinal pada Kamis (16/7/2026) pukul 02.00 WIB, tak hanya dianggap sebagai salah satu jalan yang harus dijalani untuk mempertahankan gelar juara Piala Dunia.

Laga ini menjadi jauh lebih personal bagi para pemain Argentina, dan tak terkecuali Lionel Messi.

Mudah dijumpai ketika Argentina merayakan kemenangan di Piala Dunia kali ini mereka kompak menyanyikan sebuah lagu pendek.

'Fourth Star', lagu pendek yang diciptakan penyanyi Palmito 'Musica' yang akhirnya digunakan sebagai chant wajib Albiceleste.

"The cup stolen from Diego 32 years ago" (trofi Piala Dunia 1994 diambil dari Diego Maradona 32 tahun lalu).

"For the Malvinas, for Diego, and for Leo's last dance. Argentina. I want to see you champions again" (Untuk Malvinas, Diego, dan pentas terakhir Leo (Messi). Aku ingin melihat kau juara lagi, Argentina."

Baca juga: Data VAR Ungkap Argentina Jadi Tim Paling Diuntungkan di Piala Dunia 2026, VARgentina Kian Melekat

Itulah penggalan lirik lagu Fourth Star yang terus digaungkan para pemain dan penggemar Argentina di setiap laga.

Sejauh ini, mereka bisa membuktikan lagu itu berbuah manis untuk membangkitkan semangat para pemain.

Namun nuansa lagu itu akan benar-benar berubah ketika Argentina berhadapan dengan Inggris.

Bisa dibilang, Inggris menjadi salah satu penyebab munculnya lirik 'untuk Malvinas' dalam lagu tersebut.

Hal tersebut tak lepas dari perebutan pulau Malvinas atau Falklands yang melibatkan Argentina dan Inggris.

Argentina menempatkan tentaranya terlebih dahulu di Malvinas pada 1982 untuk menandai wilayah.

Inggris langsung bereaksi dengan mengirimkan militernya juga dan terciptalah perang Malvinas yang berlangsung lebih kurang selama 74 hari.

Pada akhirnya pihak Inggris lah yang dinyatakan lebih berhak atas Falklands, begitulah orang Inggris menyebut pulau yang ada di Samudera Atlantik itu.

Peperangan itu benar-benar membekas bagi warga Argentina yang merasa kedaulatannya direnggut Inggris.

Sejak saat itu, Argentina dan Inggris selalu berseteru terkait Malvinas.

Sekilas perang ini tak ada kaitannya dengan sepak bola, tetapi semuanya berubah saat Argentina tampil di Piala Dunia 1986.

Tim Tango saat itu berjumpa dengan Inggris di babak perempat final, dengan Diego Maradona yang menjadi pemimpin mereka di atas lapangan.

Dalam beberapa film dokumenter terkait pertandingan itu, termasuk yang dimuat resmi FIFA dalam situsnya, Maradona boleh saja menegaskan pertandingan itu tak terkait politik apapun.

"Tidak, tidak, ini hanya soal sepak bola saja," paparnya.

Namun praktiknya berbeda bagi rakyat Argentina yang terlanjut sakit hati terhadap Inggris.

Alhasil, tenti pertandingan di lapangan pun menjadi lebih panas dan tegang daripada sekadar kepentingan sepak bola saja.

Meski demikian, Diego Maradona bisa membuktikan ucapannya bahwa ini semua soal sepak bola.

Bahkan dirinya sendiri yang langsung membungkam Inggris lewat dua gol sarat sejarah yang akan dikenang sepanjag masa.

Gol Tangan Tuhan dan Gol Abad Ini menjadi pembuktian Maradona ia bisa diandalkan.

Pada akhirnya, Argentina bisa menjadi juara di akhir turnamen dan Maradona mengangkat langsung trofi Piala Dunia kedua Argentina dalam sejarah saat itu.

Kini, gantian Lionel Messi yang memiliki beban tersebut.

Messi memang sudah memberikan pembuktian dengan mengantar Argentina juara dunia pada 2022 silam.

Namun ada perbedaan yang mendasar dari pencapaian Maradona dan Messi.

Maradona sudah melewati 'perang Malvinas' nya sendiri saat berhadapan dengan Inggris.

Sedangkan Messi baru akan terjun ke pertempuran dengan tema yang sama pada 2026 ini.

Sepanjang kariernya, Messi memang belum pernah melawan Timnas Inggris di ajang apapun.

Untuk itu, pertandingan ini juga akan menjadi pembuktian bagi Messi.

Ia diharapkan bisa mewujudkan lirik lagu Fourth Star yang ada namanya juga di dalamnya.

Mengalahkan Inggris tak hanya berarti kemenangan bagi Argentina, tetapi juga bagi Diego Maradona dan Pulau Malvinas.

(Tribunnews.com/Guruh)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.