Laporan wartawan Tribun-Papua.Com, Niko Laus Marung
TRIBUN-PAPUA.COM, KEEROM - Ratusan mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Cenderawasih (FKM Uncen) memulai Praktek Belajar Lapangan (PBL) II di Kabupaten Keerom, Provinsi Papua.
Sebanyak 300 mahasiswa FKM Uncen ini diterima secara resmi oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Keerom di Aula Kantor Bupati, Distrik Arso, Senin (13/7/2026).
Dalam prosesi penerimaan tersebut, Wakil Bupati Keerom, Daud, menitipkan pesan penting kepada para mahasiswa agar betul-betul menyelami dan mengenal karakter asli masyarakat Keerom selama berada di lapangan.
Menurut Daud, masyarakat Keerom selama ini dikenal luas sebagai warga yang agamis, dinamis, serta majemuk.
Oleh karena itu, pemahaman terhadap karakter lokal menjadi kunci utama agar kehadiran mahasiswa dapat diterima dengan hangat.
Baca juga: 18.318 Warga Positif, Eliminasi Malaria di Keerom Terbentur Kejenuhan Warga
"Jika kita betul-betul mengabdi dengan baik, masyarakat Keerom akan menerima teman-teman mahasiswa dengan baik," ungkap Daud saat memberikan sambutan.
Lebih lanjut, Daud menekankan kehadiran kaum intelektual muda ini diharapkan tidak sekadar menjadi pelengkap administrasi kampus, melainkan harus mampu membawa perubahan yang nyata bagi kehidupan warga setempat.
"Mahasiswa yang hebat ialah mereka yang mampu menerapkan teori dan membawa perubahan di tengah-tengah masyarakat," tegasnya.
Dirinya juga menambahkan, momen PBL II ini menjadi kesempatan emas bagi mahasiswa untuk menimba ilmu sosial dan kearifan lokal sebanyak-banyaknya langsung dari masyarakat Keerom.
Disebar ke 5 Distrik dan 22 Kampung
Perwakilan dosen pendamping, Katarina L Tuturop, menjelaskan agenda PBL II di Kabupaten Keerom ini merupakan langkah estafet atau tindak lanjut dari PBL I yang telah sukses dilaksanakan sebelumnya.
Pihak kampus pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Bupati Keerom, Piter Gusbager, atas komitmennya yang terus menjaga hubungan kerja sama dengan Universitas Cenderawasih.
"Kami berharap Kabupaten Keerom bukan hanya menjadi tempat praktek, melainkan menjadi bahan praktek (berharga) sebelum menyelesaikan studi S1 di Fakultas Kesehatan Masyarakat," tutur Katarina.
Baca juga: Dinkes Keerom Temukan 25 Kasus Baru HIV/AIDS: Paling Muda Berusia 18 Tahun, 3 Orang Meninggal
Katarina memaparkan, jalannya program PBL II ini akan berlangsung selama hampir dua pekan, terhitung sejak 13 hingga 24 Juli 2026.
Untuk memaksimalkan program, 300 mahasiswa tersebut nantinya akan dibagi dan disebar ke 5 distrik serta 22 kampung yang ada di wilayah Kabupaten Keerom.
Terkait target utama, Katarina menekankan bahwa output dari PBL II ini adalah melatih mahasiswa agar mampu mengedukasi warga dalam mencegah sekaligus menanggulangi penyakit secara mandiri.
"Output dari kegiatan Praktek Belajar Lapangan ini diharapkan mahasiswa dapat memberikan edukasi dan sosialisasi dengan memanfaatkan bahan lokal di masyarakat untuk dapat mencegah dan menanggulangi penyakit," pungkasnya. (*)