Alasan Ibu yang Beri Nama Bayinya Muhammad MBG Subianto: Kenangan Seumur Hidup
Muhammad Ridho July 14, 2026 03:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM - Seorang Ibu Yuharni korban PHK memberikan namanya bayinya Muhammad MBG Subianto sehingga menarik perhatian.

Nama bayi laki-laki asal Dusun Prigi, Desa Jolontoro, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah itupun mendadak menjadi perbincangan warganet. 

Bayi yang lahir pada Jumat (10/7/2026) itu diberi nama Muhammad MBG Subianto, sebuah nama yang terbilang tidak lazim dan memantik rasa penasaran banyak orang.

Di balik nama unik tersebut, tersimpan kisah perjuangan sekaligus rasa syukur dari kedua orang tuanya. 

Yuharni mengatakan bahwa nama itu dipilih bukan untuk mencari perhatian atau sensasi, melainkan sebagai pengingat atas perubahan besar yang dialami keluarganya setelah ia memperoleh pekerjaan melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca juga: 1.968 Peserta Ikuti UTBK Mandiri UNIMED 2026, Manajemen Jadi Prodi Paling Diminati

Yuharni menceritakan, sebelum bekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), ia sempat kehilangan mata pencaharian setelah perusahaan pengolahan kayu tempatnya bekerja bangkrut. 

Kondisi itu membuat dirinya terkena PHK dan menganggur serta harus menghadapi masa-masa sulit bersama keluarga.

Baca juga: Permainan Sang Jenderal dalam Korupsi MBG: Lalu Muhammad Terima Fee Jual Ompreng

Beri Nama MBG Subianto Supaya Terkenang

Harapan baru datang ketika ia diterima bekerja sebagai koordinator ompreng di SPPG pada 25 Agustus 2025.

Menurut dia, pekerjaan tersebut tidak hanya memberinya penghasilan kembali, tetapi juga membuat kondisi ekonomi keluarga berangsur membaik. 

"Karena saya kerja di MBG. Saya sangat suka dengan program itu karena sangat membantu. Saya kasih nama Muhammad MBG Subianto supaya menjadi kenangan sampai seumur hidup," ujar Yuharni, Selasa (14/7/2026).

Ia menjelaskan, nama "MBG" merupakan singkatan dari Makan Bergizi Gratis, sedangkan "Subianto" diambil dari nama Presiden Prabowo Subianto.

"Untuk kenang-kenangan ada nama Pak Presidennya," katanya. 

Menurut Yuharni, penyematan nama tersebut merupakan bentuk penghormatan sekaligus rasa terima kasih atas program yang dinilainya telah membuka kesempatan kerja bagi dirinya.

Pemberian nama itu, kata dia, juga telah melalui pembicaraan bersama sang suami, Ambon Yasin. Awalnya, sang suami sempat menanyakan alasan menyisipkan singkatan MBG pada nama anak mereka.

Namun, setelah berdiskusi, keduanya sepakat menggunakan nama tersebut dengan tetap diawali nama "Muhammad".

"Suami bilang yang penting ada Muhammad-nya. Akhirnya kami sepakat menjadi Muhammad MBG Subianto," katanya. 

Bagi pasangan ini, nama sang anak bukan sekadar identitas, melainkan doa sekaligus pengingat perjalanan hidup keluarga mereka. 

Kehamilan Yuharni juga menyimpan cerita tersendiri. Ia mengaku baru mengetahui dirinya hamil ketika usia kandungannya sudah memasuki tujuh bulan.

Meski demikian, kehamilannya berjalan lancar hingga proses persalinan. Hari perkiraan lahir sebenarnya jatuh pada 22 Juli 2026. 

Namun, bayi tersebut lahir lebih cepat, tepatnya pada 10 Juli 2026 melalui persalinan normal. 

Kondisi MBG Subianto

Bayi Muhammad MBG Subianto lahir dengan berat badan 3.060 gram dan panjang badan 50 sentimeter. Saat ini, kondisi ibu dan bayi dilaporkan sehat. 

"Semuanya sehat, alhamdulillah," ujar Yuharni. Saat ini keluarga masih mengurus dokumen administrasi kependudukan, termasuk akta kelahiran.

Sementara itu, acara syukuran pemberian nama belum dilaksanakan karena keluarga masih menunggu tradisi tujuh harian setelah kelahiran bayi.

Sejak kisahnya ramai di media sosial, Yuharni mengaku menerima beragam tanggapan dari masyarakat. 

Ada yang memberikan apresiasi dan doa, tetapi tidak sedikit pula yang melontarkan komentar negatif terkait nama putranya. Meski demikian, ia memilih untuk tidak mempermasalahkan berbagai komentar tersebut. 

"Ada yang baik, ada yang jelek. Yang baik saya balas, yang jelek tidak saya balas. Sudah biasa, manusia tidak ada yang sempurna," katanya.

MBG Masih Disorot Adanya Korupsi

Program MBG memang sudah berjalan, namun sejumlah masalah terjadi. Teranyar pimpinan BGN justru terlibat korupsi tata kelola program MBG.

Mantan Kepala BGN, Dadan Hindaya jadi tersangka. Padahal Dadan menjadi orang kepercayaan Presiden Prabowo Subianto menjalankan program MBG.

Presiden Prabowo Subianto membagikan proses pencopotan pejabat di BGN ini kepada publik. Penyelewengan yang dilakukan Dadan Hindayana Cs jadi pemicunya.

Padahal, ketiga orang ini dulu 'kesayangan' Presiden karena dianggap mampu menjalankan tugas untuk negara mengatur program MBG. 

Secara terang-terangan Prabowo Subianto mengaku sedih atas keputusan mencopot Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana serta 2 Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya. 

Prabowo saat memberikan pidato terkait program pemenuhan gizi di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6/2026) mengatakan ketiganya adalah pejabat kepercayaan yang disayanginya.

Prabowo mengatakan dirinya sedih harus mencopot pimpinan BGN. Apalagi orang orang tersebut sangat ia percayai dan sayangi. 

“Saya tidak bisa tutupi bahwa saya dalam keadaan sedih. Karena saya terpaksa mengganti orang-orang yang saya sebenarnya saya sayangi, orang yang saya percaya, orang yang saya berikan tugas untuk negara yang sangat berat,” katanya.

Menurut Prabowo para pejabat yang diganti tersebut merupakan figur-figur yang sebelumnya sangat ia andalkan dalam menjalankan program strategis.

Karena itulah, langkah mencopot Dadan Hindayana Cs diakui Prabowo sebagai keputusan yang sangat berat.

"Orang yang saya percaya. Orang yang saya berikan tugas untuk negara yang sangat berat," ujarnya.

Namun, hal itu terpaksa diambil demi menjaga integritas jalannya pemerintahan, terutama pada program-program krusial yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Menurut Prabowo mencopot Dadan,  Lodewijk Pusung dan Sony Sanjaya tidaklah mudah. Namun ia selalu mengingat pesan sang ayah yakni untuk selalu berpihak kepada rakyat apabila menghadapi situasi yang dilematis.

“Tapi saya ingat kata-kata almarhum ayahanda saya, Profesor Sumitro, pernah mengatakan kepada saya: "Prabowo, kalau satu saat kau dalam keadaan bingung atau keadaan ragu-ragu, ingat: berpihaklah selalu kepada rakyatmu,” pungkasnya.

( Tribunpekanbaru.com / kompas )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.