Groundbreaking Blok Masela Bukan Sekadar Seremoni, GMKI Minta Presiden Jangan Abaikan Hak Masyarakat
Ode Alfin Risanto July 14, 2026 03:52 PM

TRIBUNAMBON.COM- Groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) Lapangan Abadi Blok Masela, salah satu proyek gas terbesar di Indonesia, dijadwalkan diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada 16 Juli 2026.

Menjelang agenda tersebut, Sekretaris Fungsional Bidang Ekonomi Kreatif Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Simon Batmomolin, menyatakan dukungan penuh terhadap dimulainya pembangunan proyek yang dinilai strategis bagi ketahanan energi nasional dan pertumbuhan ekonomi Maluku, khususnya Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Meski demikian, Simon mengingatkan agar kehadiran Presiden tidak hanya menjadi seremoni peletakan batu pertama.

Baca juga: Jelang Groundbreaking Blok Masela, Jalur Feri Baru Dinilai Perkuat Konektivitas ke Tanimbar

Baca juga: Groundbreaking Blok Masela, Ratusan Brimob dan Personel Polda Maluku Asah Taktik Pengamanan VVIP

Menurutnya, pemerintah pusat harus memastikan berbagai persoalan masyarakat di sekitar wilayah proyek diselesaikan secara menyeluruh sebelum pembangunan berjalan.

"Kami mendukung penuh pelaksanaan groundbreaking Blok Masela karena proyek ini sangat penting bagi masa depan energi Indonesia dan pembangunan Maluku. Namun, kehadiran Presiden Prabowo tidak boleh hanya sebatas menghadiri launching atau peletakan batu pertama. Presiden harus memastikan seluruh persoalan masyarakat diselesaikan secara tuntas sehingga pembangunan benar-benar menghadirkan keadilan dan kesejahteraan," kata Simon kepada wartawan, Senin (13/7/2026).

Ia menilai negara harus menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat lokal dengan memastikan pembangunan proyek strategis nasional tidak mengabaikan hak-hak warga yang selama ini hidup di kawasan terdampak.

Menurut Simon, masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu menjadi perhatian serius pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan. Di antaranya kepastian hukum atas hak masyarakat adat, penyelesaian pembebasan lahan secara adil dan transparan, pemberian kompensasi yang layak, perlindungan lingkungan hidup, serta keberlanjutan mata pencaharian masyarakat pesisir yang bergantung pada sektor perikanan.

Ia menegaskan, berbagai persoalan tersebut tidak boleh dipandang sebagai penghambat investasi, melainkan bagian dari tanggung jawab negara dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Selain itu, Simon menekankan pentingnya melibatkan masyarakat lokal dalam setiap tahapan pembangunan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan proyek.

"Pemerintah harus memastikan masyarakat tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi menjadi subjek yang ikut menentukan arah pembangunan di daerahnya sendiri. Aspirasi masyarakat harus didengar dan dihormati sehingga pembangunan berjalan dengan baik tanpa menimbulkan konflik sosial di kemudian hari," ujarnya.

Simon juga menegaskan masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar harus menjadi prioritas utama agar manfaat ekonomi dari proyek Blok Masela benar-benar dirasakan oleh masyarakat setempat, bukan hanya menjadi proyek berskala nasional semata.

Jalur Pelayaran Ferry Baru Ambon- Tanimbar 

Menjelang groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela yang dijadwalkan berlangsung pertengahan Juli 2026, PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ambon hadirkan kabar baik bagi masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT).

Mulai 13 Juli 2026, ASDP resmi membuka lintasan penyebrangan baru rute Larat-Wunla-Seira-Saumlaki dan Sebaliknya menggunakan KMP Temi, sebuah langkah yang dinilai memperkuat konektivitas sekaligus menopang geliat ekonomi. 

Tentu, hadirnya jalur feri baru itu bukan sekedar menambah layanan transportasi laut, tetapi juga menjadi bagian penguatan infrastruktur dasar menjelang dimulainya pembangunan salah satu proyek energi terbesar di Indonesia.

Dengan semakin terbukanya akses antar pulau, mobilitas masyarakat, distribusi logistik, hingga arus barang dan kendaraan menuju Tanimbar diproyeksikan akan semakin lancar. 

Momentum pembukaan lintasan baru tentunya dinilai sangat strategis. 

Pasalnya, Kabupaten Kepulauan Tanimbar dalam waktu dekat akan menjadi pusat perhatian nasional dengan dimulainya pembangunan Blok Masela, proyek gas alam raksasa yang diproyeksikan menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Maluku dan Republik Indonesia.

Lapangan Tahapary, Tantui, Kota Ambon, Kamis (9/7/2026) pagi, dipenuhi ratusan personel kepolisian yang akan diterjunkan mengamankan Groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela.

Personel Polda Maluku Asah Taktik Pengamanan VVIP Presiden

Personel dari Satuan Brimob Polda Maluku, Direktorat Pengamanan Objek Vital (Dirpamobvit), hingga sejumlah satuan tugas lainnya mengikuti Latihan Pra Operasi Pengamanan Groundbreaking PSN Blok Masela Tahun 2026.

Latihan ini merupakan pematangan kesiapan menghadapi agenda kenegaraan yang dijadwalkan berlangsung pada 16 Juli 2026.

Latihan yang dipimpin langsung Kapolda Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto.

Seluruh personel disiapkan agar memiliki pemahaman, pola bertindak, dan prosedur yang sama dalam pelaksanaan pengamanan berstandar Very Very Important Person (VVIP).

Ratusan personel mengikuti pengarahan dan pembekalan mengenai pola pengamanan VVIP, koordinasi lintas satuan, hingga kesiapan menghadapi berbagai skenario yang mungkin terjadi saat pelaksanaan agenda nasional tersebut.

 
Latihan pra operasi ini tidak hanya menjadi ajang pengecekan kesiapan personel, tetapi juga menyamakan persepsi, meningkatkan kemampuan teknis dan taktis, serta memastikan seluruh prosedur pengamanan berjalan sesuai standar operasi.(*)

 


 
 
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.