Kasus Campak hingga Pertusis Mengintai, Dinkes Kota Bengkulu Dorong Imunisasi Dasar Lengkap
Hendrik Budiman July 14, 2026 03:54 PM

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu mengimbau seluruh orang tua agar segera melengkapi imunisasi dasar anak.

Pasalnya, capaian imunisasi dasar lengkap di Kota Bengkulu hingga saat ini masih belum mencapai 60 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Nelli Hartati, mengatakan pemerintah menargetkan cakupan imunisasi dasar lengkap pada bayi maupun imunisasi Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) minimal mencapai 95 persen.

“Imunisasi dasar lengkap kami masih mengharapkan seluruh warga agar mengimunisasikan anaknya. Saat ini capaian imunisasi belum mencapai 60 persen, sementara target minimal untuk imunisasi dasar lengkap bayi maupun imunisasi BIAS adalah 95 persen,” ujar Nelli Hartati saat diwawancarai wartawan, Selasa (14/7/2026).

Menurutnya, keberhasilan program imunisasi memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat, mulai dari orang tua, tenaga kesehatan, hingga pemerintah.

Ia mengajak masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak benar mengenai imunisasi. Sebab, program imunisasi bertujuan melindungi kesehatan anak dari berbagai penyakit yang dapat dicegah.

“Dengan kerja sama yang baik antara masyarakat dan Dinas Kesehatan, kami berharap seluruh orang tua bersedia mengimunisasikan anaknya. Jauhkan dari berbagai anggapan yang keliru karena program ini semata-mata untuk kesehatan masyarakat,” katanya.

Nelli menjelaskan, saat ini rumah sakit mulai menerima pasien dengan dugaan penyakit campak, difteri, hingga pertusis. Padahal, penyakit-penyakit tersebut sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi.

Baca juga: RSD Sungai Lemau Lolos Visitasi, Direkomendasikan Naik Kelas Madya

“Sekarang rumah sakit hampir penuh dengan pasien yang diduga menderita campak, difteri, dan pertusis. Semua penyakit itu dapat dicegah dengan imunisasi. Seharusnya penyakit-penyakit tersebut tidak perlu terjadi,” jelasnya.

Munculnya satu kasus penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi saja sudah menjadi perhatian serius karena berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB).

“Kalau ada satu saja kasus, itu sudah menjadi KLB. Karena itu kami mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung program imunisasi demi melindungi anak-anak dan mencegah penyebaran penyakit,” tutup Nelli Hartati.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.