414 Ribu Wisatawan Datang, Okupansi Hotel di Babel Belum Terdongkrak, TPK Hanya 24,22 Persen
Ardhina Trisila Sakti July 14, 2026 04:25 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Aktivitas pariwisata di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menunjukkan tren positif pada Mei 2026.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) tujuan Bangka Belitung mencapai 414,07 ribu perjalanan, meningkat 11,60 persen dibandingkan April 2026 yang sebanyak 371,04 ribu perjalanan.

Namun, kenaikan jumlah perjalanan tersebut belum sepenuhnya tercermin pada tingkat hunian hotel.

Di saat mobilitas wisatawan meningkat, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel di Bangka Belitung justru hanya mencapai 24,22 persen, dengan okupansi hotel berbintang sebesar 29,36 persen dan hotel nonbintang serta akomodasi lainnya sebesar 17,62 persen. 

Ketua Tim Statistik Harga BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Desiana Arbani mengatakan peningkatan jumlah perjalanan wisatawan menunjukkan aktivitas pariwisata yang terus tumbuh dibandingkan tahun sebelumnya.

Secara kumulatif, selama Januari hingga Mei 2026, jumlah perjalanan wisatawan nusantara menuju Bangka Belitung mencapai sekitar 2 juta perjalanan, meningkat 9,52 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat 1,83 juta perjalanan.

BPS mencatat, mayoritas perjalanan wisatawan masih terkonsentrasi di tiga daerah, yakni Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka, dan Kabupaten Bangka Tengah, yang secara bersama-sama menyumbang sekitar 67,57 persen dari total perjalanan wisatawan nusantara tujuan Bangka Belitung.

Sejalan dengan meningkatnya perjalanan wisatawan, jumlah tamu yang menginap di hotel dan akomodasi lainnya juga mengalami kenaikan meski tidak sebesar pertumbuhan kunjungan wisatawan.

Pada Mei 2026, jumlah tamu hotel tercatat 65.838 orang, meningkat 3,83 persen dibandingkan April 2026 yang sebanyak 63.408 orang. Dari jumlah tersebut, 64.774 orang atau sekitar 98,38 persen merupakan tamu domestik, sedangkan tamu mancanegara sebanyak 1.064 orang.

Meski demikian, peningkatan jumlah tamu belum mampu mendorong tingkat hunian kamar hotel secara keseluruhan.

BPS mencatat TPK hotel berbintang turun menjadi 29,36 persen, atau berkurang 1,03 poin dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, TPK hotel nonbintang dan akomodasi lainnya turun lebih dalam, yakni 2,11 poin menjadi 17,62 persen.

Untuk hotel berbintang, tingkat hunian tertinggi tercatat di Kota Pangkalpinang sebesar 33,83 persen, sedangkan yang terendah berada di Kabupaten Bangka sebesar 24,46 persen.

Selain tingkat hunian, rata-rata lama menginap tamu (RLMT) di Bangka Belitung pada Mei 2026 juga masih relatif singkat, yakni 1,48 malam, turun dibandingkan April 2026 yang mencapai 1,55 malam.

Kabupaten Belitung menjadi daerah dengan rata-rata lama menginap tertinggi, yakni 1,87 malam, sedangkan Kabupaten Bangka menjadi yang terendah dengan 1,03 malam.

Jika dibandingkan dengan provinsi lain di Sumatera, tingkat hunian hotel berbintang Bangka Belitung masih berada di posisi terendah kedua, yakni 29,36 persen. Sebagai pembanding, Provinsi Jambi mencatat tingkat hunian hotel berbintang tertinggi di Sumatera sebesar 53,04 persen.

Data tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan jumlah perjalanan wisatawan ke Bangka Belitung belum sepenuhnya diikuti peningkatan okupansi hotel.

Kondisi ini menjadi salah satu indikator yang menarik untuk melihat lebih jauh kualitas pertumbuhan sektor pariwisata di Bangka Belitung, terutama terkait pola perjalanan wisatawan, lama tinggal, hingga dampaknya terhadap industri perhotelan dan ekonomi daerah.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.