TRIBUNNEWS.COM, SIAK - Dokter Alex Cristo Loris, seorang dokter spesialis anestesi RSUD Tengku Rafian Siak Provinsi Riau ditemukan tewas di di semak belukar di samping rumah sakit tersebut.
Sebelum ditemukan meninggal dunia, Alex Cristo Loris dikabarkan hilang sejak Senin (13/7/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.
Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi kaku dan masih mengenakan pakaian rapi. Keberadaan jasad di area semak-semak samping rumah sakit itu mengundang perhatian warga yang memadati lokasi.
Suasana duka pecah ketika seorang perempuan yang diduga merupakan anggota keluarga dekat korban datang ke lokasi. Ia tampak histeris di hadapan jasad dokter tersebut.
“Sayang, ayo kita pulang,” ucap perempuan itu sambil menangis, sebelum akhirnya berusaha ditenangkan oleh warga dan petugas yang berada di lokasi.
Informasi yang dihimpun, dr Alexdiperkirakan masih berusia sekitar 30 tahun dan baru sekitar sepekan menjalankan tugas di RSUD Tengku Rafian Siak.
Hingga kini, penyebab kematiannya belum diketahui dan masih dalam penyelidikan pihak kepolisian karena dinilai terdapat kejanggalan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Siak, dr Handry, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyampaikan rasa prihatin atas meninggalnya tenaga medis tersebut.
“Turut prihatin. Untuk informasi dari laporan RSUD Tengku Rafian, saat ini sedang ditangani oleh pihak berwajib, yaitu kepolisian. Saya sedang ada pertemuan sehingga belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut,” kata dr Handry.
Baca juga: Polda NTT Periksa 3 Anggota DPRD TTU dan Satu ASN Kasus Dokter Icha
Belum ada keterangan resmi dari kepolisian mengenai apakah ditemukan tanda-tanda kekerasan atau dugaan penyebab lain atas meninggalnya dokter spesialis tersebut.
dr. Alex Cristo Loris lahir di Tanah Putih, Maluku, pada 29 Oktober 1985.
Dokter berusia 40 tahun itu tercatat beralamat di Jalan Air Kabur Kabur Atas, Kampung Wailola, Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku.
Jenazah korban kemudian dievakuasi untuk kepentingan penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut.
Baca juga: Kebakaran TPA Jatiwaringin Hasilkan Asap Berbahaya, Dokter Paru Sarankan Penanganan Berbasis Sains
Hingga kini, polisi masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi serta menunggu hasil pemeriksaan medis untuk memastikan penyebab kematian dokter spesialis anestesi tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Siak, dr. Handry, membenarkan adanya peristiwa tersebut.
dan
Sebelum Ditemukan Tewas di Semak Samping RSUD Siak, Dokter Spesialis Sempat Dikabarkan Hilang