Pasar Murah di Batam Tahap II Selesai, 25 Ribu Paket Sembako Terjual dengan Subsidi 50 Persen
Septyan Mulia Rohman July 14, 2026 05:42 PM

 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Sebanyak 25 ribu paket sembako bersubsidi habis ditebus masyarakat dalam pelaksanaan Pasar Murah Bersubsidi Tahap II Tahun 2026, pada Selasa (14/7/2026).

Program yang digelar Pemerintah Kota Batam itu menyasar warga di 43 kelurahan dengan subsidi sebesar 50 persen untuk setiap paket.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Batam, Wahyu, mengatakan seluruh rangkaian pasar murah tahap kedua telah selesai dilaksanakan.

"Program Pasar Murah Bersubsidi ini merupakan program unggulan Bapak Wali Kota dan Ibu Wakil Wali Kota yang rutin kami laksanakan setiap tahun menjelang Hari Besar Keagamaan. Untuk tahun ini, pelaksanaan sudah selesai kita lakukan di bulan Maret dan Juli kemarin guna menghadapi Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha," ujar Wahyu.

Dalam kegiatan tahap kedua ini, setiap warga penerima dapat menebus paket sembako senilai Rp 200 ribu dengan harga Rp 100 ribu setelah mendapat subsidi 50 persen dari pemerintah.

Paket tersebut terdiri atas beras 10 kilogram, tepung terigu dua kilogram, dan gula pasir dua kilogram.

Sementara minyak goreng belum dimasukkan karena keterbatasan pasokan dari penyedia saat proses pengadaan.

Untuk komoditas minyak goreng memang belum tersedia pada tahap ini karena kendala ketersediaan kemasan premium satu liter dari mitra saat koordinasi awal.

"Insya Allah pada APBD Perubahan di bulan Desember mendatang menjelang Natal, kami akan siapkan paket yang lebih lengkap termasuk minyak goreng," kata Wahyu.

Pelaksanaan pasar murah tahun ini juga didukung penggunaan aplikasi Citebus Murah yang mulai diterapkan sejak Desember 2025. 

Melalui sistem tersebut, data penerima berasal dari usulan RT dan RW melalui Musyawarah Kelurahan sehingga menghindari penerima ganda.

Melalui aplikasi Citebus Murah, data penerima dipastikan berbasis usulan dari bawah melalui Musyawarah Kelurahan mulai dari tingkat RT dan RW.

"Keuntungannya, tidak ada lagi duplikasi data. Saat di lokasi, warga cukup membawa KTP asli, kupon barcode yang sudah disiapkan, dan uang tebusan Rp100 ribu," tambahnya.

Hingga Juli 2026, aplikasi Citebus Murah telah memvalidasi sekitar 77.500 data keluarga penerima manfaat di Kota Batam.

Warga yang berhalangan hadir juga tetap dapat mengambil paket melalui anggota keluarga atau pihak yang diberi kuasa dengan membawa KTP asli penerima.

Menurut Wahyu, pasar murah merupakan salah satu instrumen pengendalian inflasi daerah, khususnya untuk menjaga harga kebutuhan pokok tetap terjangkau.

"Inflasi memang sempat meroket, namun pemicu utamanya didominasi oleh komoditas non-sembako, seperti kenaikan harga emas, penyesuaian harga BBM, dan tarif transportasi udara. Tugas Disperindag adalah membentengi sektor pangan (sembako)," katanya.

Selain menggelar pasar murah, Disperindag juga rutin memantau harga di pasar sebanyak tiga kali dalam sepekan dan memeriksa stok bahan pokok di tingkat distributor dua kali setiap pekan.

"Stok bahan pokok seperti beras, minyak, dan gula kami pastikan dalam kondisi yang sangat aman hingga akhir tahun. Jika kami tidak bisa menurunkan harga pasar yang bergejolak akibat faktor eksternal, maka pemerintah hadir membantu masyarakat lewat subsidi ini agar daya beli mereka tetap terjaga," tutupnya. (TribunBatam.id/Ucik Suwaibah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.