Stok Biosolar di SPBU Kota Langsa Kosong Total, Sopir Angkutan Tak Bisa Beroperasi
Muliadi Gani July 14, 2026 05:54 PM

 

PROHABA.CO, KOTA LANGSA – Stok bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Biosolar di seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Langsa dilaporkan habis pada Selasa (14/7/2026).

Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas kendaraan angkutan barang, angkutan umum, hingga kendaraan pribadi yang menggunakan BBM jenis Biosolar.

Melansir informasi dari Serambinews.com, di sejumlah SPBU di Kota Langsa, tidak terlihat antrean kendaraan seperti biasanya.

Padahal, dalam beberapa pekan terakhir antrean mobil pengangkut barang dan kendaraan diesel kerap mengular hingga memakan badan jalan.

Kekosongan stok Biosolar membuat suasana di sejumlah SPBU tampak lengang.

Selain Biosolar, stok BBM subsidi jenis Pertalite di beberapa SPBU juga dilaporkan mengalami kekosongan.

Baca juga: Krisis BBM Aceh Tamiang Belum Teratasi, Harga Pertalite Eceran Tembus Rp25 Ribu

Beberapa SPBU yang terdampak di antaranya SPBU Matang Seulimeng, SPBU Alue Dua, SPBU Harapan di Jalan Protokol Langsa, serta SPBU Alue Pineung di ruas Jalan Medan–Banda Aceh.

Salah seorang sopir truk pengangkut material tanah, Andi, mengatakan stok Biosolar pada hari itu lebih sedikit dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Akibatnya, BBM subsidi tersebut habis lebih cepat sehingga banyak pengemudi tidak mendapatkan jatah pengisian.

"Hari ini Biosolar cepat habis karena menurut petugas SPBU, stok yang diterima lebih sedikit dari biasanya," ujarnya.

Menurut Andi, selama ini para sopir masih bisa memperoleh Biosolar meskipun harus mengantre selama berjam-jam.

Namun kali ini, sebagian besar kendaraan tidak mendapatkan BBM sama sekali sehingga aktivitas pengangkutan terpaksa dihentikan.

"Hari ini memang kosong total.

Banyak sopir tidak kebagian Biosolar sehingga sebagian besar kami tidak bisa beraktivitas," katanya.

Baca juga: Satpol PP-WH Abdya Tingkatkan Pengawasan di Pantai Jilbab Usai Laporan Dugaan Pelanggaran Syariat

Kekosongan Biosolar tersebut berdampak pada operasional kendaraan angkutan material, angkutan logistik, hingga angkutan umum penumpang yang mengandalkan bahan bakar subsidi tersebut.

Sejumlah sopir memilih memarkir kendaraannya sambil menunggu pasokan kembali tersedia.

Sebelumnya, antrean kendaraan di SPBU Kota Langsa hampir selalu menjadi pemandangan sehari-hari.

Bahkan antrean panjang sering kali meluber ke badan jalan dan mengganggu kelancaran arus lalu lintas, terutama di SPBU yang berada di jalan protokol maupun jalur nasional.

Hingga kini belum diketahui secara pasti kapan ketersediaan BBM Biosolar ini akan normal kembali.

Kondisi serupa juga terjadi pada BBM jenis Pertalite juga mengalami hal yang sama di beberapa SPBU.

Masyarakat, khususnya para pengemudi angkutan, berharap pasokan BBM subsidi dapat segera kembali normal agar aktivitas transportasi dan distribusi barang di Kota Langsa tidak terus terganggu.

Baca juga: Polres Nagan Raya Tetapkan Dua Operator SPBU Jadi Tersangka Kasus BBM Subsidi

Baca juga: Pulang ke Aceh Timur, Wanita Paruh Baya Tewas Terlindas Truk Pengangkut CPO di Langsa

 

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.