Jembatan Gledek Palembang Tak Lagi Bergemuruh, Suara Bergelegar Bertahun-tahun Jadi Kenangan
Welly Hadinata July 14, 2026 06:27 PM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Julukan "Jembatan Gledek" yang selama bertahun-tahun melekat pada Jembatan Bailey di Kelurahan Keramasan, Kecamatan Kertapati, Palembang, Sumsel, perlahan mulai menjadi kenangan.

Jembatan yang dahulu identik dengan suara bergemuruh atau menggelegar ini setiap kali dilintasi kendaraan kini berubah lebih kokoh, stabil, dan nyaris tanpa bunyi setelah dilakukan revitalisasi.

Pantauan Sripoku.com, Selasa (14/7/2026), proses penggantian lantai jembatan telah rampung.

Seluruh balok kayu yang sebelumnya menjadi alas jembatan kini diganti menggunakan pelat baja, sementara para pekerja masih menyelesaikan tahap akhir atau finishing.

Perubahan tersebut langsung dirasakan masyarakat, terutama para pelajar yang setiap hari menggunakan jembatan untuk berangkat dan pulang sekolah.

Salah satunya Ilham, siswa kelas IX SMP Negeri 25 Palembang yang setiap hari melintasi jembatan menuju rumahnya di kawasan Ladang II Kemang.

"Sudah nyaman, Pak, kami lewat sini. Tidak berisik lagi," ujar Ilham.

Hal senada disampaikan Wildan dan Angga. Keduanya mengaku kini lebih tenang berjalan di atas jembatan karena tidak lagi khawatir menginjak balok kayu yang lapuk atau bergeser seperti sebelumnya.

Sepulang sekolah, ketiga siswa itu tampak berjalan santai sambil bercanda bersama teman-temannya.

Berbeda dengan kondisi sebelumnya, langkah mereka kini tak lagi diiringi suara benturan keras dari lantai kayu yang selama ini menjadi ciri khas Jembatan Gledek.

Dikenal karena Suara Bergemuruh atau Bergelegar

Selama bertahun-tahun, masyarakat Palembang mengenal Jembatan Bailey Keramasan dengan sebutan Jembatan Gledek.

Julukan tersebut muncul karena lantai kayu jembatan yang renggang akan mengeluarkan suara keras saat dilintasi kendaraan, baik sepeda motor maupun mobil.

Suara bergemuruh itu bahkan menjadi penanda khas bagi warga sekitar dan para pengguna jalan yang melintas setiap hari.

Pekerjaan revitalisasi dimulai sekitar tiga pekan lalu dengan membongkar seluruh lantai kayu yang telah mengalami kerusakan.

Penggantian lantai menggunakan pelat baja dilakukan untuk meningkatkan keselamatan sekaligus memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan.

Kini, setelah pelat baja terpasang di sepanjang bentang jembatan, kendaraan yang melintas tidak lagi menimbulkan suara bergemuruh. Kondisi jembatan juga terasa lebih kokoh dan stabil dibanding sebelumnya.

Tahap Finishing Masih Berlangsung

Meski lantai jembatan telah selesai dipasang, proses penyelesaian masih dilakukan di bagian pangkal jembatan sisi Kelurahan Keramasan.

Sejumlah pekerja terlihat melakukan pengelasan pada bagian bawah konstruksi, sementara petugas lainnya mengatur arus lalu lintas agar kendaraan tetap dapat melintas dengan aman.

"Hati-hati, Pak. Maaf, masih ada pekerjaan di bawah," ujar salah seorang petugas sambil mengarahkan pengendara menggunakan bendera merah kecil.

Revitalisasi ini diharapkan tidak hanya menghilangkan suara khas yang selama ini melekat pada Jembatan Gledek, tetapi juga meningkatkan keselamatan serta kenyamanan ribuan warga yang setiap hari melintasi akses penghubung tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.