TRIBUNPEKANBARU.COM - Berikut ini adalah soal dan Kunci Jawaban Mahir Berbahasa Indonesia Kelas 7 Halaman 32 33 34 Kegiatan 3 BAB 2 Kurikulum Merdeka.
Dongeng fantasi memiliki ciri khas berupa tokoh, alur, dan peristiwa yang mengandung unsur imajinasi serta pesan moral yang dapat dipetik pembaca.
Pada Mahir Berbahasa Indonesia Kelas 7 halaman 32–34 Kegiatan 3 BAB 2 Kurikulum Merdeka, siswa akan membaca dongeng "Kura-Kura dan Monyet", kemudian berdiskusi untuk mengidentifikasi ciri-ciri dongeng fantasi berdasarkan bukti yang tersurat maupun tersirat dalam cerita.
Melalui kegiatan kelompok ini, peserta didik dapat mengembangkan kemampuan membaca kritis, berdiskusi, dan menganalisis unsur-unsur cerita secara lebih mendalam.
Berikut kunci jawaban Mahir Berbahasa Indonesia Kelas 7 halaman 32–34 Kegiatan 3 BAB 2 Kurikulum Merdeka yang dapat dijadikan referensi untuk melengkapi tabel ciri-ciri dongeng fantasi dengan benar.
Berikut adalah rangkapan analisis lengkap ciri-dongeng fantasi disajikan dalam bentuk teks biasa yang rapi dan mudah dipahami:
Analisis Ciri Dongeng Fantasi
1. Bersifat Fiksi atau Rekaan
Kisah dan peristiwa yang disajikan dalam dongeng sepenuhnya berdasarkan khayalan belaka dan tidak benar-benar terjadi dalam kehidupan nyata.
Pada Kisah Semut dan Kepompong: Karakter Semut dan Kepompong digambarkan dapat berpikir, berbicara, dan bertindak layaknya manusia.
Pada Kisah Kura-Kura dan Monyet: Karakter Kura-Kura dan Monyet juga digambarkan memiliki kemampuan berbicara, berpikir, bekerja sama, serta berperilaku menyerupai manusia.
2. Penggambaran Karakter Tokoh Bersifat "Hitam Putih"
Karakter dalam cerita terbagi secara tegas, di mana tokoh berwatak jahat cenderung selalu berbuat jahat dan tokoh berwatak baik selalu melakukan kebaikan.
Pada Kisah Semut dan Kepompong:
Semut digambarkan sebagai tokoh jahat yang suka menghina serta merendahkan Kepompong.
Kepompong digambarkan sebagai tokoh yang lemah dan tidak berdaya.
Kupu-kupu digambarkan sebagai tokoh baik yang suka menolong, bahkan kepada pihak yang pernah berbuat jahat kepadanya.
Pada Kisah Kura-Kura dan Monyet:
Kura-Kura memiliki watak baik hati, rajin, sabar, dan suka berbagi.
Monyet memiliki watak sombong, malas, serakah, egois, serta tidak tahu berterima kasih.
3. Akhir Cerita Tokoh Baik dan Tokoh Jahat
Umumnya, tokoh yang baik akan mendapatkan akhir yang bahagia, sedangkan tokoh yang jahat akan berakhir sengsara akibat dari perbuatan buruknya sendiri.
Pada Kisah Semut dan Kepompong: Semut yang suka menghina akhirnya terjebak dalam lumpur hidup dan menderita. Sebaliknya, Kepompong yang sabar berubah menjadi Kupu-kupu yang terbang bebas dan bahagia karena bisa menolong sesama.
Pada Kisah Kura-Kura dan Monyet: Monyet menerima akibat buruk dari sifat malas, rakus, dan serakahnya hingga jatuh dari pohon dan kesakitan. Sementara itu, Kura-Kura yang rajin mendapatkan kebahagiaan berupa hasil panen pisang yang melimpah.
4. Mengandung Pesan Moral
Cerita memiliki amanat yang kuat agar pembaca selalu berbuat kebaikan dan menghindari perilaku yang merugikan orang lain.
Pada Kisah Semut dan Kepompong:
Jangan suka menghina dan merendahkan orang lain, karena orang yang dihina belum tentu lebih buruk dari yang menghina.
Selalulah menolong sesama orang lain yang sedang membutuhkan bantuan.
Pada Kisah Kura-Kura dan Monyet:
Jangan menjadi pribadi yang malas dan sombong.
Jangan serakah karena sifat tersebut hanya akan merugikan diri sendiri.
Rajin bekerja dan mau merawat apa yang kita miliki pasti akan membuahkan hasil yang baik di kemudian hari.