H Fani Minta Lurah dan Ketua RT di Tabalong Gencarkan Sosialisasi Pendaftaran Penduduk Non Permanen
Irfani Rahman July 14, 2026 07:46 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG-Bupati Tabalong, HM Noor Rifani, menekankan pentingnya akurasi data kependudukan, termasuk bagi Penduduk Non Permanen (PNP). 

Pemutakhiran data yang riil di lapangan akan berdampak langsung pada optimalisasi Dana Alokasi Umum (DAU) dari pemerintah pusat.

Penegasan itu disampaikan bupati saat membuka sosialisasi pendaftaran PNP bagi seluruh lurah dan Ketua RT se-Kabupaten Tabalong di Pendopo Bersinar, Selasa (14/7/2026).

Dalam arahannya, Bupati H Fani juga menyebut akurasi data krusial untuk memproyeksikan kebutuhan fasilitas publik, mengendalikan inflasi daerah, serta memastikan program-program unggulan dapat tersalurkan secara tepat.

Misalnya untuk program beasiswa, jaminan kesehatan Universal Health Coverage (UHC) BPJS 100 persen, layanan Home Care dan program lainnya.

Masih menurut H Fani, berdasarkan hasil pemetaan, mayoritas PNP di Kabupaten Tabalong berdomisili di kawasan urban atau perkotaan. 

Sehingga sinergi dan peran aktif para Ketua RT sangat diperlukan untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya tertib administrasi kependudukan demi kemudahan pelayanan itu sendiri.

Sementara itu, Kepala Disdukcapil Tabalong, Rowi Rawatianice, mengatakan sosialisasi ini diikuti peserta dari 10 kelurahan di Tabalong dengan masing-masing 3 perwakilan Ketua RT. 

"Kami menganggap hal ini penting karena para lurah dan Ketua RT inilah yang bersinggungan langsung dengan Penduduk Non Permanen dan segala persoalan di lapangan," ujarnya.

Sosialisasi ini bagi seluruh lurah dan Ketua RT ini juga merupakan tindak lanjut kegiatan serupa yang telah dilakukan kepada ASN pada 22 Juni 2026. 

Disampaikan Rowi, berdasarkan data SIAK per 12 Juli 2026, jumlah PNP di Tabalong tercatat sebanyak 3.541 jiwa. Rinciannya, 1.266 jiwa berstatus PNP aktif dan 2.275 jiwa PNP nonaktif.

Sedangkan data konsolidasi bersih Semester I Tahun 2025 mencatat penduduk Tabalong sebanyak 271.216 jiwa yang tersebar di 12 kecamatan, 131 desa dan kelurahan.

Namun diyakininya jumlah penduduk yang tinggal di Tabalong lebih besar karena banyak yang datang untuk bekerja, menempuh pendidikan dan alasan lainnya.

"Tujuan sosialisasi ini adalah memberi pemahaman kepada lurah dan Ketua RT tentang tata cara pendaftaran penduduk nonpermanen, dan memberi pemahaman bahwa warga berstatus PNP masih bukan warga Tabalong," kata Rowi.

Selain itu juga dalam rangka membantu Pemkab Tabalong mewujudkan Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA) berkolaborasi dengan Disdukcapil Tabalong. (AOL)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.