Dihimpit Biaya Nikah Bikin Pria di Tangerang Jadi Kriminal, Maling hingga Tewaskan Driver Ojol
Jaisy Rahman Tohir July 14, 2026 09:11 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG – Beban biaya pesta pernikahan yang dituntut keluarga diduga menjadi pemicu seorang pria berinisial D (25) nekat menghabisi nyawa pengemudi ojek online (ojol) di Perumahan Villa Taman Bandara, Dadap, Kosambi, Kabupaten Tangerang, Minggu (12/7/2026) dini hari.

Korban berinisial ATP tewas setelah diserang menggunakan senjata tajam. Usai melakukan pembunuhan, pelaku membawa kabur sepeda motor milik korban.

Kanit V Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Arief Ryzki Wicaksana mengatakan, hasil pemeriksaan mengungkap pelaku mengalami tekanan akibat tuntutan biaya pernikahan dari keluarganya.

"Jadi untuk motifnya, pelaku ini merasa tertekan oleh pihak keluarga untuk kebutuhan pernikahan," kata Arief saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (14/7/2026).

Arief menjelaskan, sebelum bertemu korban, pelaku sebenarnya berniat mengakhiri hidupnya dan telah membawa senjata tajam.

Namun, ketika melintas di lokasi kejadian, pelaku melihat korban sedang tertidur di dekat sepeda motornya.

Melihat kesempatan tersebut, niat pelaku berubah. Ia kemudian berusaha mengambil sepeda motor korban dengan lebih dulu mencari kunci kendaraan di saku korban.

"Saat berjalan, dia melihat korban sedang tidur. Pelaku niat awalnya mengambil motor korban, lalu dia mencoba merogoh kantong korban untuk mencari kunci sepeda motor," jelas Arief.

Korban yang terbangun langsung memberikan perlawanan.

Pelaku kemudian menghunus pisau yang telah dibawanya dan menusukkan senjata tajam itu ke bagian leher korban hingga korban meninggal dunia.

Setelah itu, pelaku membawa kabur sepeda motor milik korban dan meninggalkan lokasi kejadian.

Kini, D telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Ia dijerat dengan Pasal 458 dan Pasal 479 ayat (3) KUHP tentang pembunuhan dan pencurian dengan kekerasan (curas), dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun.

Kasus pembunuhan tersebut sebelumnya sempat viral di media sosial. Korban disebut tewas saat sedang beristirahat, sementara sepeda motor dan telepon genggamnya dibawa kabur oleh pelaku.

Hasil penyelidikan polisi kemudian mengungkap bahwa aksi tersebut bermula dari tekanan ekonomi yang dirasakan pelaku terkait kebutuhan biaya pernikahan, sebelum akhirnya berujung pada aksi perampasan yang merenggut nyawa korban.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.