SURYA.CO.ID, PASURUAN - Manajemen klub Pasuruan United menyatakan tak akan menjual klub.
Pernyataan ini sekaligus menjawab isu pasca Pasuruan United tampil sebagai juara Liga 4 Piala Presiden 2026 sekaligus promosi ke Liga 3 Nusantara musim depan.
Isu penjualan klub muncul mengingat musim depan akan ada dua klub asal Kabupaten Pasuruan yang bertarung di Liga 3 Nusantara, yakni Persekabpas dan Pasuruan United yang juga sama-sama berada daam naungan satu grup manajemen.
Di sisi lain, manajemen Pasuruan United juga mengalami perombakan ketika baru menjadi juara.
Presiden Director Persekabpas Pasuruan Suryono Pane, yang juga mantan CEO Pasuruan United, menepis anggapan yang menyebut Pasuruan United akan dijual setelah promosi ke Liga 3.
Menurutnya, sejak awal manajemen telah menegaskan bahwa klub tersebut tetap menjadi bagian dari kebanggaan masyarakat Kabupaten Pasuruan.
“Pasuruan United tidak dijual. Sejak awal kami sudah menyampaikan not for sale. Klub ini akan terus kami kembangkan bersama Persekabpas,” tegasnya.
Ia mengatakan kehadiran dua klub asal Kabupaten Pasuruan di Liga 3 justru menjadi peluang untuk mempercepat kemajuan sepak bola daerah.
Baca juga: Resmi! Pasuruan United Kawinkan Gelar Juara Liga 4 dan Tiket Promosi, Sejarah Baru Tercipta
Pane berharap, masyarakat dapat memberikan dukungan kepada klub pilihannya tanpa menciptakan rivalitas yang berlebihan.
“Silakan masyarakat mendukung Persekabpas maupun Pasuruan United. Yang terpenting, keduanya membawa nama Kabupaten Pasuruan dan sama-sama ingin berprestasi,” katanya.
Ia memastikan profesionalisme akan menjadi prinsip utama dalam pengelolaan kedua klub.
Mulai dari perekrutan pemain dan pelatih, pemenuhan hak pemain, hingga tata kelola organisasi dilakukan sesuai standar klub profesional.
“Tidak ada pemain titipan, tidak ada praktik yang mencederai kompetisi. Semua keputusan kami serahkan kepada tim pelatih berdasarkan kebutuhan tim. Kami ingin prestasi diraih secara fair dan profesional,” ujarnya.
Selain membangun kekuatan tim senior, manajemen juga menyiapkan pembinaan jangka panjang melalui kompetisi usia muda.
Database pemain hasil Piala Bupati dan Liga Pelajar telah disiapkan sebagai sumber regenerasi bagi Persekabpas dan Pasuruan United.
“Roadmap kami jelas. Dua klub ini akan tumbuh bersama dengan fondasi pembinaan yang kuat. Targetnya bukan hanya berprestasi di Liga 3, tetapi membangun sepak bola Pasuruan yang berkelanjutan,” pungkasnya.
Baca juga: Usai Bawa Pasuruan United Juara, Bio Paulin Kini Pimpin Persekabpas dengan Kontrak Dua Musim
Perubahan komposisi manajemen di tubuh Pasuruan United usai menjuarai Liga 4 Piala Presiden dan promosi ke Liga 3 Nusantara disebut sebagai strategi untuk kebaikan tim.
Presiden Director Persekabpas Pasuruan Suryono Pane memastikan Persekabpas dan Pasuruan United tetap akan dikelola secara profesional, meski berada dalam satu grup manajemen.
Mantan CEO Pasuruan United ini menyebut, perubahan posisi sejumlah pengurus hanya merupakan strategi untuk memperkuat operasional masing-masing klub.
“Secara manajemen sebenarnya tetap satu. Yang berubah hanya pembagian tugas operasional agar masing-masing klub bisa berjalan lebih efektif dan fokus menghadapi kompetisi,” kata Pane, Selasa (14/7/2026).
Ia menjelaskan, dirinya kini mengemban amanah sebagai Presiden Director Persekabpas, sementara Bayu Aji Handayanto ikut memperkuat manajemen klub tersebut.
Di sisi lain, Pasuruan United diisi sejumlah figur baru, diantaranya Wabup Pasuruan KH Shobih Asrori, Agen Agung, Abed, Dina Oktaviana, hingga Dimas Ashabal yang dipercaya mengisi struktur kepengurusan.
Menurut Pane, penyegaran tersebut dilakukan setelah Pasuruan United melalui musim yang sangat panjang dan melelahkan musim ini.
Pasuruan United sukses mencatat sejarah sebagai juara Liga 4 Piala Presiden sekaligus promosi ke Liga 3 Nusantara.
“Kami mempersiapkan tim hampir satu tahun hingga menjadi juara. Karena itu dibutuhkan energi baru agar Pasuruan United tetap berkembang dan mampu bersaing,” ujarnya.
Ia menilai keberhasilan Pasuruan United menjadi juara nasional merupakan capaian bersejarah bagi sepak bola Kabupaten Pasuruan.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Pasuruan, para sponsor, ofisial, pelatih, pemain, dan seluruh suporter yang selama ini memberikan dukungan penuh.
“Ini sejarah bagi Kabupaten Pasuruan karena berhasil menjadi juara Liga 4 Piala Presiden sekaligus promosi ke Liga 3. Prestasi ini lahir dari kerja keras semua pihak,” tuturnya.