WARTAKOTALIVE.COM - Terekam detik-detik ledakan di Bandara Arab Saudi yang diduga diserang kelompok Houthi Yaman pada Senin (13/7/2026).
Dari video terlihat sebuah ledakan besar terjadi di Bandara Internasional Abha, Arab Saudi.
Dimuat AP News ledakan tersebut dilakukan kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman.
Houthi meluncurkan rudal dan drone ke Bandara Internasional Abha di Arab Saudi pada hari Senin sebagai tanggapan atas serangan udara yang mereka tuduh dilakukan oleh Arab Saudi yang menghantam Bandara Internasional Sanaa Yaman.
Namun dilaporkan tidak ada korban jiwa akibat serangan tersebut.
Serangan tersebut menandai peningkatan ketegangan yang belum pernah terjadi sebelumnya tepatnya sejak koalisi pimpinan Saudi menyerang wilayah yang dikuasai Houthi beberapa tahun lalu.
Para pejabat Arab Saudi tidak segera menanggapi permintaan komentar tentang serangan udara di Yaman.
Juru bicara militer Houthi, Brigjen Yahya Saree, dalam sebuah pernyataan video di Telegram, memperingatkan maskapai penerbangan agar tidak terbang melalui wilayah udara Saudi.
Baca juga: Perang Timur Tengah Kembali Pecah, Iran Kembali Serang Negara-negara Arab
Mereka juga memperingatkan bahwa serangan ini sebagai balasan atas blokade di Bandara Internasional Sanaa.
Serangan Houthi ke Arab Saudi ini memperluas konflik Timur Tengah.
Sebelumnya perjanjian perdamaian Iran dan AS dipastikan nyaris gagal setelah perang kembali pecah hanya setelah beberapa pekan perjanjian perdamaian.
Amerika Serikat dan Iran masing-masing menegaskan pada hari Senin bahwa mereka mengendalikan Selat Hormuz setelah serangkaian serangan selama akhir pekan yang meluas di seluruh Timur Tengah, yang semakin mengancam upaya diplomasi untuk mengakhiri perang.
Bentrokan terbaru dipicu oleh serangan Iran terhadap kapal kontainer pada hari Minggu di Selat Hormuz.
Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Senin bahwa Amerika Serikat "memperbarui" blokade terhadap Iran di Selat Hormuz dan akan mengenakan biaya kepada kapal-kapal untuk jalur aman.
Ia mengatakan di media sosial bahwa kapal-kapal Iran tidak akan lagi dapat melewati selat tersebut.
Sementara Amerika akan mengenakan biaya tol 20 persen pada kargo yang memenuhi syarat.