Eropa Barat masih menjadi salah satu destinasi impian bagi banyak wisatawan Indonesia. Sebelum liburan ke sana, ada baiknya simak 7 tips berikut ini:
Kawasan ini menawarkan perpaduan antara bangunan bersejarah, kota-kota modern, pegunungan Alpen yang bersalju, hamparan padang rumput hijau, hingga budaya yang telah berkembang selama ratusan tahun.
Selain terkenal dengan keindahan arsitekturnya, negara-negara seperti Prancis, Swiss, Austria, Jerman, Belanda, Belgia, dan Luksemburg juga memiliki sistem transportasi yang terintegrasi, sehingga memudahkan wisatawan menjelajahi beberapa negara dalam satu perjalanan.
Menurut Travel Content Creator dan Digital Entrepreneur, Rizaldo Arif Akbar liburan ke Eropa Barat bukan hanya tentang mengunjungi destinasi wisata populer, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memahami sejarah, budaya, serta cara hidup masyarakat di berbagai negara.
"Banyak orang mengenal Eropa dari foto atau film. Namun ketika melihat langsung bangunan bersejarah, pegunungan Alpen, hingga kehidupan masyarakatnya, pengalaman yang dirasakan benar-benar berbeda," ujar Rizaldo, Selasa (14/7/2026).
Berikut 7 Tips Liburan ke Eropa Barat
Berdasarkan pengalamannya, Rizaldo membagikan beberapa hal yang perlu dipersiapkan wisatawan Indonesia sebelum berangkat.
1. Perhatikan Musim dan Suhu
Cuaca di Eropa dapat berubah cukup cepat, bahkan dalam satu hari. Pada pagi hari suhu bisa terasa dingin, siang menghangat, lalu kembali turun pada malam hari.
Karena itu, pakaian berlapis (layering) menjadi pilihan yang lebih praktis dibanding membawa jaket yang terlalu tebal.
2. Siapkan Adaptor Colokan Listrik
Sebagian besar negara Eropa menggunakan colokan tipe C dan tipe F dengan tegangan 230 volt. Wisatawan disarankan membawa travel adapter universal agar perangkat elektronik dari Indonesia dapat digunakan tanpa kendala.
3. Perhatikan Perbedaan Waktu
Waktu di Eropa Barat berbeda sekitar 5-7 jam lebih lambat dibanding Indonesia bagian barat, tergantung musim karena adanya Daylight Saving Time di beberapa negara. Rizaldo menyarankan wisatawan mengatur jadwal tidur sebelum keberangkatan untuk mengurangi efek jet lag.
4. Cari Informasi Makanan Halal
Tidak semua restoran di Eropa menyediakan makanan halal. Menurut Rizaldo, wisatawan Muslim sebaiknya memanfaatkan aplikasi pencarian restoran halal atau memilih menu berbahan seafood maupun vegetarian apabila pilihan halal terbatas.
Rizaldo saat melancong ke Eropa Foto: (dok. Istimewa)
|
5. Gunakan Transportasi Umum
Kereta api, metro, tram, dan bus di Eropa terkenal efisien. Menurut Rizaldo, menggunakan transportasi umum tidak hanya menghemat biaya, tetapi juga memberikan kesempatan menikmati kehidupan masyarakat setempat.
6. Manfaatkan Pembayaran Cashless
Rizaldo mengatakan hampir seluruh kota besar di Eropa telah mendukung pembayaran non-tunai.
"Banyak toko, restoran, supermarket, hingga transportasi umum menerima pembayaran menggunakan kartu debit atau kartu berlogo Visa dan Mastercard yang diterbitkan bank di Indonesia, selama fitur transaksi internasionalnya telah diaktifkan. Meski demikian, tetap siapkan sedikit uang tunai Euro untuk berjaga-jaga karena masih ada beberapa toko kecil atau pasar lokal yang lebih memilih pembayaran tunai," jelasnya.
7. Susun Itinerary Secara Efisien
Karena jarak antarnegara relatif dekat dan jaringan kereta sangat baik, wisatawan dapat mengunjungi beberapa negara dalam satu perjalanan.
Namun Rizaldo menyarankan agar tidak membuat jadwal terlalu padat sehingga masih memiliki waktu menikmati setiap kota.
Liburan Bukan Sekadar Mengumpulkan Foto
Menurut Rizaldo, perjalanan ke Eropa Barat memberikan banyak pelajaran mengenai sejarah, budaya, alam, dan cara hidup masyarakat. Melalui berbagai dokumentasi yang dibagikan di akun TikToknya, ia berharap semakin banyak masyarakat Indonesia yang berani menjelajahi dunia dengan persiapan yang matang.
"Eropa bukan hanya menawarkan bangunan yang indah atau pegunungan bersalju. Yang paling berharga adalah pengalaman melihat langsung bagaimana sejarah, budaya, dan kehidupan masyarakat berpadu dalam satu perjalanan. Pulang dari sana, kita tidak hanya membawa foto, tetapi juga membawa cerita dan sudut pandang baru," tutup dia.






