Pemicu Siswa MAN 3 Padang Nekat Bawa Bom Rakitan ke Sekolah, Ada Dugaan Bullying
Noval Andriansyah July 14, 2026 07:19 PM

Tribunlampung.co.id, Padang - Aksi nekat seorang siswa yang membawa dan meledakkan bom rakitan di lingkungan MAN 3 Kota Padang, Selasa (14/7/2026) sekira pukul 10.15 WIB, akhirnya menemui titik terang.

Baca juga: Kepanikan di MAN 3 Kota Padang, Ada Siswa Bawa Bom Rakitan lalu Meledak di Kelas

Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa motif utama di balik tindakan ekstrem pelajar tersebut dipicu oleh rasa dendam mendalam akibat menjadi korban perundungan (bullying) di sekolah.

Berdasarkan hasil interogasi awal terhadap terduga pelaku berinisial L, siswa kelas XII IPS 5 tersebut mengaku tidak tahan karena terus-menerus mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari teman-temannya sejak duduk di bangku kelas XI.

"Pelaku mengaku telah menerima perundungan ini sejak di kelas XI. Selain itu, berdasarkan pengakuannya, ia juga mendapat perlakuan traumatis yang sama dari orang berbeda semasa kecilnya," ungkap Kabid Humas Polda Sumatera Barat, Kombes Pol. Susmelawati Rosya, saat memberikan keterangan resmi, Selasa (14/7/2026), dilansir TribunPadang.com.

Akibat akumulasi trauma tersebut, L merencanakan aksi balas dendam dengan merakit bahan peledak. Target utamanya adalah teman sekelasnya sendiri yang diduga menjadi aktor perundungan.

Pelaku sengaja memanfaatkan momentum jam istirahat sekolah untuk menyisipkan bom rakitan tersebut ke dalam laci meja belajar yang berada di koridor luar ruang kelas XII IPS 5.

Ledakan yang dihasilkan dari bom rakitan tersebut sempat memicu kepanikan luar biasa di area Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah.

Berdasarkan pantauan di lapangan, tim gabungan dari kepolisian langsung melokalisasi area dengan memasang garis polisi (police line).

Di titik pusat ledakan, tampak dinding kelas mengalami kerusakan dan terdapat sisa-sisa bubuk mesiu yang menempel pada tiga unit meja belajar, lengkap dengan aroma menyengat khas petasan.

Meski sisa material berbahaya dan barang bukti utama telah diamankan oleh Tim Inafis serta Gegana Polda Sumbar, penyidik masih terus mendalami kasus ini untuk memeriksa kondisi psikologis pelaku serta meminta keterangan dari pihak sekolah terkait ekosistem perundungan yang terjadi.

Bom Rakitan Meledak di MAN 3 Padang

Penemuan bom rakitan di MAN 3 Padang berawal dari suara ledakan di depan ruangan kelas XII IPS 5.

Informasi ini didengar oleh warga lalu melaporkan kepada pihak berwajib.

Kapolresta Padang, Kombes Pol Apri Wibowo, menjelaskan kronologi kejadian bermula ketika pada Selasa (14/7/2026) pukul 10.15 WIB.

"Jadi tadi pada pukul 10.15 WIB, terjadi ledakan bom eksplosif di depan ruangan kelas XII IPS 7, bagian luar, di dalam laci meja," katanya saat dimintai keterangan.

Setelah dilakukan pengecekan menggunakan CCTV, perbuatan itu dilakukan oleh siswa berinisial L.

Aksi itu ujar Kapolres, dilatarbelakangi lantaran sering menerima pembullyan di sekolah oleh teman-temannya.

"Setelah diselidiki, ada siswa yang berinisial L diduga karena rasa dendam, tertekan, karena sering dibully oleh temannya, yang bersangkutan meluapkan emosinya dengan melakuka hal tersebut," tuturnya.

Namun beruntung dalam ledakan tersebut tidak ada korban jiwa, karena bom rakitan tidak mempunyai daya ledak tinggi.

"Setelah kita cek, tidak ada korban jiwa" sebutnya.

Sementara itu, temuan barang bukti di TKP, terdapat berupa bom molotov, lalu di dalam ransel terduga pelaku juga ditemukan ketapel dan kelereng.

Menurut Kombes Pol Apri, barang-barang itu merupakan alat yang akan digunakan untuk melampiaskan niat kepada teman yang sering melakukan perundungan.

Untuk bom rakitan yang telah diledakkan, informasi sementara dari kepolisian diduga sengajak diledakkan untuk mencelakai temannya.

"Jadi bom ini sengaja diledakkan di dalam kelas, total empat unit, satu sudah diledakkan, namun tiga lagi belum, sudah diamankan. Untuk sementara, terkait bom rakitan akan ditelusuri, unsur apa yang terkandung di dalamnya," pungkasnya.

Brimob Bersenjata Lengkap Amankan Lokasi

Masyarakat Kelurahan Balai Gadang dihebohkan dengan dugaan temuan benda mirip bom rakitan di lingkungan sekolah MAN 3 Padang, Kecamatan Koto Tangah, Selasa (14/7/2026) siang.

Benda mencurigakan tersebut pertama kali diketahui warga setelah mendengar suara ledakan selepas salat zuhur.

Diketahui MAN 3 Padang berjarak sekitar 1,2 kilometer dari SMP 16 Padang, atau sekitar 7,2 kilometer dari Kantor Wali Kota Padang.

Penemuan benda diduga bom rakitan ini berawal dari adanya ledakan di sebuah ruangan kelas dan didengar oleh warga setempat.

Pantauan TribunPadang.com di lapangan pukul 14.12 WIB, tampak sekolah tersebut sudah ramai oleh pihak berwajib.

Terlihat personel polisi berseragam taktis lengkap dengan helm, rompi pelindung (body armor), kacamata hitam, dan membawa senjata laras panjang.

Di gerbang sekolah, pagar ditutup hampir seutuhnya dan hanya bisa dilewati seukuran badan orang dewasa, kira-kira 60 sentimeter.

Di dalam pekarangan, tepat di belakang lapangan basket sekolah tersebut, tampak petugas berwajib dengan pakaian lengkap berjaga di sekitar lokasi.

Garis polisi tampak melintang, dipasang membentuk ukuran persegi panjang.

Selain puluhan petugas, para guru atau pihak sekolah juga berada di luar garis polisi tersebut untuk menyaksikan.

Namun, di sebuah ruangan kelas di samping garis polisi, puluhan personel sedang melakukan pengecekan di lokasi yang diduga terjadi ledakan bom.

Hingga kini, polisi sudah berpindah dari ruangan kelas XII IPS 7, di dekat garis polisi tersebut.

Mereka tampak mengarah ke ruangan guru, pintu dikunci dan dijaga oleh pihak kepolisian.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.