Tragedi Pembunuhan Bilqis di Sragen : Kepala Desa Dawung Ungkap Suasana Mencekam Usai Kejadian
Putradi Pamungkas July 14, 2026 08:29 PM

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN – Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah sempat diliputi suasana mencekam pasca peristiwa pembunuhan sadis yang menimpa seorang bocah kelas 5 SD bernama Bilqis Rajiansyah pada Jumat, 5 Juni 2026.

Kepala Desa Dawung, Ari Sudaryanto, membagikan kesaksian pilu saat pertama kali tiba di lokasi kejadian perkara.

Detik-Detik Penemuan Jenazah Bilqis

Ari Sudaryanto menceritakan bahwa ia menerima laporan dari warga setempat mengenai adanya penganiayaan.

Saat tiba di rumah korban di Dukuh Gloma Asri, ia mendapati ibu kandung Bilqis sudah dalam kondisi histeris.

“Tiba di lokasi itu sudah ibunya histeris, sudah nangis-nangis sambil teriak-teriak di depan jenazah itu,” ungkap Ari saat menceritakan kembali momen kelam tersebut kepada TribunSolo.com, belum lama ini.

Kepala Desa Dawung, Ari Sudaryanto, saat membagikan kesaksian kepada TribunSolo
MENCEKAM - Kepala Desa Dawung, Ari Sudaryanto, saat membagikan kesaksian kepada TribunSolo.com, belum lama ini. Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, sempat diliputi suasana mencekam pasca peristiwa pembunuhan sadis yang menimpa seorang bocah kelas 5 SD bernama Bilqis Rajiansyah pada Jumat, 5 Juni 2026.

Kondisi di dalam rumah pun sangat mengenaskan.

Korban ditemukan tewas mengenaskan dengan luka sayatan senjata tajam saat berada di rumah seorang diri menunggu orang tuanya pulang bekerja.

Ari menyebutkan bahwa terdapat banyak bercak darah di lantai, bahkan hingga bekas tapak kaki yang berdarah di sekitar lokasi. 

Menurut dugaannya, aksi keji tersebut terjadi setidaknya dua jam sebelum ia tiba di lokasi.

Trauma Warga hingga Ronda Malam

Kejadian yang menimpa Bilqis meninggalkan trauma mendalam bagi warga sekitar.

Selama beberapa hari pasca peristiwa tersebut, lingkungan Dukuh Gloma Asri sempat sepi karena banyak warga takut untuk keluar rumah.

“Banyak yang enggak berani keluar rumah, apalagi di sekitar situ di Dukuh Gloma Asri itu sangat luar biasa. Itu beberapa rumah dikosongkan karena takut kejadian itu terulang dan trauma dengan kejadian seperti itu,” ujar Ari.

Untuk memulihkan keamanan dan ketenangan warga, pihak pemerintah desa bekerja sama dengan pihak kepolisian rutin menggelar ronda malam selama tujuh hari berturut-turut.

Baca juga: Ditolak Pulang ke Rumah Keluarga Korban, Ayah Sambung Bilqis Dipulangkan ke Ngrampal Sragen

Perkembangan Kasus dan Keberadaan Ayah Sambung

Pelaku pembunuhan teridentifikasi sebagai Supman, yang merupakan kawan lama dari ayah sambung korban.

Ari menjelaskan bahwa pasca kejadian, ayah sambung korban sempat menghilang selama tiga minggu sebelum akhirnya ditemukan oleh pihak kepolisian di daerah Sambung Macan.

Saat ini, pihak keluarga korban dikabarkan belum bersedia menerima ayah sambung tersebut untuk kembali tinggal di Desa Dawung.

“Intinya, oke Bapak Tiri itu sudah boleh pulang, tapi tidak boleh dibawa ke sini,” kata Ari.

Baca juga: Terungkap, Motor Hasil Perampokan yang Menewaskan Bilqis di Sragen Dijual Rp1 Juta

Kini, masyarakat Desa Dawung berharap agar proses hukum berjalan lancar dan pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai dengan perbuatannya.

Kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi warga untuk meningkatkan kewaspadaan demi keselamatan anak-anak mereka.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.