Laporan Wartawan TribunJatim.com, Febrianto Ramadani
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sindikat pencurian sepeda motor dengan modus tuduhan palsu memberikan pengakuan mengejutkan.
Hal itu terungkap saat Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, memimpin interogasi di Polrestabes Surabaya.
Baca juga: Tak Dibolehkan ke RSJ, Wanita Tuban yang Dirantai Keluarga di Tiang Rumah Kini Dirawat di Lamongan
Dalam video yang diunggah di akun Instagram @luthfie.daily, Rabu (24/6/2026), orang nomor satu di jajaran kepolisian Kota Pahlawan tersebut terlihat geram saat mendengar keterangan dari para pelaku.
Saat digiring petugas, 2 tersangka yang diringkus, MR (34) warga Dupak, dan MJ (30) warga Bubutan, Kota Surabaya, nampak berjalan pincang.
Dengan mengenakan baju tahanan, salah satu kaki kedua pelaku nampak dibalut perban.
Diduga, mereka melakukan perlawanan, ketika ditangkap oleh Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya.
Kepada Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, keduanya mengaku telah melancarkan aksi kejahatan begal sepeda motor sejak 6 bulan lalu.
"Mainnya enggak hanya kami berdua pak. Ada H sama A di Sidoarjo, Pak," ujar salah satu pelaku.
Informasi yang dihimpun pihak kepolisian, dua pelaku beraksi di sebanyak 17 TKP selama 6 bulan.
Hampir setiap minggu, dalam satu TKP, mereka bisa membawa kabur dua kendaraan sepeda motor langsung.
Mulai dari kawasan Gunungsari, Wiyung, Rungkut, Kembang Kuning, Gayungan, sampai Kenpark, Kota Surabaya.
Pelaku pun mengungkapkan jika korban yang sengaja diincar adalah pelajar SMP yang sedang bepergian mengendarai sepeda motor.
"Korban itu umurnya SMP, Pak. Kami pepet, Pak. Lalu kami minta minggir dulu, bilang habis nabrak anak. Korban praktis membantah, itu kami ajak melihat untuk dipertemukan," kata pelaku.
"Kami bilang sampean tak temukan dulu aja, satu-satu gitu Pak, sama korbannya, jadi yang punya motor kami ambil dulu, menjauh dari lokasi," imbuhnya.
Jika korban bersama temannya, lanjut pelaku, maka diminta tidak beranjak ke mana-mana, sampai urusan selesai.
"Kami minta temannya menunggu bersama sepeda motor korban, sebelum akhirnya kendaraan dibawa kabur," urainya.
Mendengar penuturan kedua tersangka, Kombespol Luthfie meminta sepeda motor milik korban segera ditemukan.
"17 kali beraksi kok menyesal! Menyesal itu sekali langsung menyesal. 2 hari ini motor yang 17 itu harus balik! Itu punya korban itu, cari itu! Sanggup enggak? Kenapa kok tidak sanggup, wong kamu malingnya," tandas Kombes Pol Luthfie.
Aksi terakhir MR dan MJ menyasar korban inisial FSMI, warga Kapas Madya, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya, Selasa (7/6/2026).
Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Hadi Ismanto menjelaskan, saat kejadian, korban bersama temannya hendak bermain bola di Lapangan Putroagung, Kelurahan Rangkah, Kecamatan Tambaksari.
Korban berangkat bersama temannya, K, dengan membawa sepeda motor sendiri-sendiri akan pergi bermain bola.
"Kemudian korban bersama temannya tiba-tiba diberhentikan, dan disuruh turun oleh 4 orang yang tidak dikenal," jelas AKP Hadi, dikonfirmasi pada Rabu (8/7/2026).
Para pelaku saat itu menuduh korban sebagai orang yang ikut tawuran di kawasan Kenjeran, Kota Surabaya.
Salah satu pelaku lalu naik ke sepeda motor korban,serta diminta menuruti keinginan mereka, untuk bepergian tanpa arah maupun tujuan jelas.
"Teman korban dibiarkan pergi. Korban dibawa dengan diikuti 3 orang di belakangnya melewati makam Wr. Supratman, putar balik menuju lampu merah Kenjeran, belok kanan ke arah Tambang boyo, sampai lampu merah belok kanan arah Pacar Keling," bebernya.
Baca juga: Wabup Bangkalan Prediksi Final Piala Dunia Prancis VS Argentina, Hati di Messi Meski Dukung Mbappe
Perbuatan pelaku dimulai ketika tiba di wilayah Ambengan, Surabaya.
Korban disuruh turun oleh pelaku dan dipaksa mengeluarkan HP, STNK, dan kunci motor keyless.
"Korban tidak mau kemudian salah satu pelaku memukulnya di bagian muka, akhirnya diambil pelaku,"urainya.
Belum sampai di situ, korban disuruh naik lagi dan dibawa ke arah Kusuma Bangsa, Kecamatan Genteng.
Setibanya di jalan tersebut, korban disuruh turun, namun menolak.
"Pelaku mengeluarkan senjata tajam dari saku celana, akhirnya korban turun, kemudian korban sempat dipukul mengenai kepala dan pelaku akhirnya kabur membawa lari sepeda, handphone, dan kunci Korban," tutupnya.