Kamuflase Pakai Mainan, Penyelundupan 12 Motor Curian ke Sumatera Berakhir di Exit Tol Cikupa
Jaisy Rahman Tohir July 14, 2026 09:53 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMBORA - Upaya penyelundupan 12 sepeda motor hasil curian menuju Pulau Sumatera berhasil digagalkan Tim Tiger Polsek Tambora setelah mengejar sebuah truk hingga Exit Tol Cikupa, Kabupaten Tangerang.

Untuk mengelabui petugas, belasan motor tersebut disamarkan di balik tumpukan barang rumah tangga seperti sapu, ember, lemari hingga mainan anak-anak.

Kapolsek Tambora AKP Wahyu Hidayat mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat mengenai sebuah truk mencurigakan yang diduga mengangkut sepeda motor hasil curian dan akan melintas di kawasan Jalan Tubagus Angke, Jakarta Barat.

Mendapat laporan tersebut, Tim Tiger Polsek Tambora langsung bergerak melakukan penyelidikan. Namun, saat petugas tiba di lokasi, truk yang dimaksud sudah lebih dahulu melaju dan masuk ke jalan tol.

Tak ingin target lolos, polisi langsung melakukan pengejaran. Berdasarkan hasil pelacakan, truk akhirnya terdeteksi berada di ruas Tol Tangerang-Merak.

"Tim mengejar dan akhirnya berhasil menghentikan truk tersebut di kawasan Exit Tol Cikupa," kata Wahyu saat dikonfirmasi, Selasa (14/7/2026).

Saat dilakukan penggeledahan, petugas mendapati bak truk dipenuhi berbagai barang rumah tangga.

Namun setelah muatan dibongkar satu per satu, polisi menemukan 12 unit sepeda motor yang sengaja disembunyikan di bagian dalam bak truk.

"Modusnya memang dikamuflase. Kendaraan ditumpukkan dengan alat-alat rumah tangga seperti sapu, ember, lemari, serta berbagai mainan anak-anak," ujar Wahyu.

Menurutnya, penyamaran menggunakan muatan campuran tersebut diduga sengaja dilakukan agar truk tidak menimbulkan kecurigaan saat melintas di jalan maupun ketika akan menyeberang ke Pulau Sumatera.

"Dari hasil interogasi terhadap sopir, motor-motor tersebut memang rencananya akan dibawa dan dijual ke Sumatera," katanya.

Setelah diamankan ke Mapolsek Tambora, penyidik langsung mencocokkan nomor rangka dan nomor mesin seluruh kendaraan dengan database laporan kehilangan kendaraan bermotor.

Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan dua unit sepeda motor telah dipastikan merupakan kendaraan hasil kejahatan.

"Saat dilakukan pengecekan, terdapat dua laporan polisi yang sesuai. Satu berasal dari Polsek Kebon Jeruk dan satu lagi dari Polsek Cengkareng," ujar Wahyu.

Sementara itu, 10 unit sepeda motor lainnya masih dalam proses identifikasi. Polisi menduga kendaraan tersebut juga merupakan hasil pencurian dari sejumlah wilayah di Jakarta yang belum dilaporkan oleh pemiliknya.

"Kami masih mendalami 10 kendaraan tersebut. Apabila nantinya berhasil ditemukan pemilik atau laporan polisi yang sesuai, kami akan segera menghubungi korban," tuturnya.

Dalam perkara ini, polisi turut mengamankan sopir truk berinisial RA. Namun hingga kini statusnya masih sebagai saksi karena penyidik masih mendalami keterlibatannya dalam jaringan pencurian kendaraan bermotor tersebut.

Kepada penyidik, RA mengaku baru pertama kali menerima pekerjaan mengangkut sepeda motor ke luar daerah. Dari keterangannya pula, polisi mengantongi identitas seseorang berinisial TA yang diduga menjadi pengendali pengiriman motor curian tersebut.

"Dari keterangan sopir, ada seseorang berinisial TA yang saat ini statusnya masuk daftar pencarian orang (DPO)," kata Wahyu.

Polsek Tambora kini masih memburu TA yang diduga berperan sebagai penadah sekaligus otak di balik pengiriman motor curian menuju Pulau Sumatera.

Wahyu juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan sepeda motor agar datang ke Mapolsek Tambora dengan membawa dokumen kepemilikan kendaraan untuk dilakukan proses verifikasi.

"Silakan datang ke Polsek Tambora. Nanti kami akan fasilitasi dan menyerahkan kembali kendaraan tersebut tanpa dipungut biaya, cukup membawa STNK maupun BPKB asli dari motor yang hilang," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.