Kisah Yuharni, Ibu di Wonosobo Namai Anaknya Muhammad MBG Subianto, Baru Sadar Hamil di Usia 7 Bulan
Febriana Nur Insani July 14, 2026 08:44 PM

TRIBUNSTYLE.COM - Inilah Muhammad MBG Subianto, bayi viral dari Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

Ia menuai sorotan lantaran namanya yang unik dan anti mainstream.

Muhammad MBG Subianto merupakan buah hati ketiga dari pasangan Ambon Yassin dan Yuharni.

Ia lahir melalui persalinan normal pada Jumat, 10 Juli 2026 lalu dengan berat 3,36 kilogram dan panjang 50 sentimeter.

Yuharni mengaku pemberian nama MBG untuk anaknya bukanlah iseng semata.

Ia mengaku program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang gaungkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah mengubah hidupnya.

Belakangan terkuak kalau Yuharni merupakan pekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Ia bersyukur kehidupannya membaik setelah berkontribusi di program MBG.

Oleh sebab itulah ia memasukkan unsur MBG dalam nama putranya.

Yuharni kemudian mengurai momen hamil yang ternyata baru diketahui saat usia kandungan sudah 7 bulan. Seperti apa?

Baca juga: Kisah di Balik Bayi Bernama Nama Muhammad MBG Subianto di Wonosobo, Ibu Bangkit Berkat Program MBG

Bayi laki-laki di Dusun Prigi, Desa Jolontoro, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo diberi nama Muhammad MBG Subianto.
Bayi laki-laki di Dusun Prigi, Desa Jolontoro, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo diberi nama Muhammad MBG Subianto. (KOMPAS.COM/BAYUAPRILIANO)

Lahir Lebih Cepat dari HPL

Yuharni (41) seorang ibu di Wonosobo Jawa Tengah jadi perbincangan setelah memberi nama anak Muhammad MBG Subianto.

Namun, setelah mengetahui sosoknya dan mengapa ia menamai anaknya mungkin publik akan mampu memahami.

Yuharni bekerja di salah satu SPPG di Wonosobo Jawa Tengah, hal itu juga menjadi salah satu alasan ia memberi nama anaknya MBG.

Tak pelak bayi laki laki asal Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, mendadak menjadi perhatian masyarakat.

Bayi yang baru berusia tiga hari itu diberi nama Muhammad MBG Subianto, nama yang terbilang unik dan langsung mengundang beragam tanggapan dari warga.

Bayi tersebut merupakan putra ketiga pasangan Yuharni (41) dan Ambon Yassin, warga Dusun Prigi RT 05 RW 04, Desa Jolontoro, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo.

Muhammad MBG Subianto lahir melalui persalinan normal di Puskesmas Sapuran pada Jumat malam, 10 Juli 2026.

"Hari perkiraan lahir (HPL) masih jatuh pada 22 Juli tapi lahir di tanggal 10 Juli. Alhamdulillah lahiran normal dan dalam kondisi sehat," ujarnya saat ditemui di kediamannya, Senin (13/7/2026).

Saat lahir, Muhammad MBG Subianto memiliki berat badan 3,36 kilogram dengan panjang badan 50 sentimeter.

Yuharni mengungkapkan, pemberian nama putranya bukan dilakukan tanpa alasan. Ia mengaku sangat menyukai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) karena merasa kehidupannya berubah setelah bekerja di SPPG.

Perempuan berusia 41 tahun itu mulai bekerja di SPPG sejak 25 Agustus 2025. Menurutnya, program tersebut memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat yang sebelumnya belum memiliki pekerjaan.

"Saya kerja di MBG ya, terus saya sangat suka dengan program itu. Sangat membantu bagi yang pengangguran itu bisa bekerja," ungkapnya.

Baca juga: Cerita Warga NTB Rela Datang Sejak Pagi ke Bendungan demi Bertemu Prabowo, Bawa Pesan Dukungan MBG

Bayi laki-laki di Dusun Prigi, Desa Jolontoro, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo diberinama Muhammad MBG Subianto.
Bayi laki-laki di Dusun Prigi, Desa Jolontoro, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo diberinama Muhammad MBG Subianto. (KOMPAS.COM/BAYUAPRILIANO)

Yuharni mengatakan rasa syukur tersebut kemudian diwujudkan dengan memberikan nama Muhammad MBG Subianto kepada anak ketiganya.

"Saya kasih nama Muhammad MBG Subianto, itu bisa buat kenangan sampai seumur hidup," ucapnya.

Selain membuka lapangan pekerjaan, ia merasakan penghasilan dari pekerjaannya mampu membantu kebutuhan sehari-hari.

"Sangat membantu, bisa buat sandang pangan," bebernya.

Sebelum nama itu resmi diberikan, Yuharni mengaku sempat berdiskusi dengan suaminya, Ambon Yassin.

Sang suami pada awalnya hanya mengingatkan agar nama putra mereka tetap diawali dengan nama Muhammad. Setelah itu, Yuharni menambahkan unsur MBG di tengah nama dan Subianto di bagian belakang sehingga menjadi Muhammad MBG Subianto.

"Yang penting ada Muhammad-nya," kata Yuharni menirukan ucapan suaminya.

Menurut Yuharni, nama Subianto terinspirasi dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Ia menilai Presiden Prabowo memiliki jasa besar dalam menghadirkan Program MBG yang membuat dirinya memperoleh pekerjaan.

"Terima kasih Pak Prabowo Subianto telah mengadakan MBG hingga sukses," ujarnya.

Yuharni juga menceritakan pengalaman unik selama menjalani kehamilan. Ia mengaku tidak menyadari dirinya sedang mengandung karena tidak merasakan tanda-tanda kehamilan seperti pada umumnya.

Baru ketika usia kandungan memasuki sekitar tujuh bulan, ia mengetahui dirinya tengah hamil.

"Saya engga tahu kalau hamil, tahu-tahu udah tujuh bulan," ungkapnya.

Meski demikian, Yuharni tetap menjalankan aktivitas bekerja di SPPG hingga menjelang persalinan.

Di tempat tersebut, Yuharni bertugas di bagian ompreng, yaitu membersihkan wadah makanan setelah digunakan. Ia bekerja mulai pukul 11.30 WIB hingga sekitar pukul 20.00 WIB.

Sebelum bergabung di SPPG, Yuharni mengaku pernah bekerja di sebuah pabrik kayu untuk menambah penghasilan keluarga.

"Lebih nyaman di SPPG," katanya.

Baca juga: Kabar Anggaran MBG Bakal Disunat Menjadi Rp174 Triliun, Menkeu Purbaya: Masih Didiskusikan

Menurutnya, alasan utama memilih bekerja di SPPG karena lokasi kerja lebih dekat dengan rumah sehingga lebih mudah dijangkau.

Nama Muhammad MBG Subianto ternyata langsung menjadi perbincangan di lingkungan tempat tinggalnya.

Yuharni mengaku menerima berbagai komentar dari masyarakat. Sebagian memberikan dukungan, namun tidak sedikit pula yang memberikan komentar negatif.

"Ada yang jelek, ada yang baik. Yang baik saya balas, yang jelek ngga saya balas," ujarnya.

Di sisi lain, anak-anak di kampungnya justru terlihat antusias dengan nama tersebut.

Setiap sore setelah pulang mengaji sekitar pukul 16.00 WIB, mereka kerap memanggil nama bayinya.

"MBG mana, MBG mana," katanya menirukan ucapan anak-anak di kampungnya.

Karena sudah terbiasa dipanggil demikian, Yuharni mengatakan anaknya kemungkinan besar akan akrab disapa MBG.

Tidak hanya warga sekitar, teman-teman Yuharni di tempat kerja juga memberikan tanggapan positif setelah mengetahui nama anaknya. Menurutnya, rekan-rekan kerja menyukai nama tersebut.

"Pada suka suka saja si, malah suka dibuat bercandaan kenapa ngga dikasih nama ompreng," ujarnya sembari tersenyum.

Saat ini keluarga juga tengah mengurus dokumen administrasi kependudukan. Akta kelahiran Muhammad MBG Subianto sedang dalam proses pembuatan.

Karena usia bayi masih tiga hari, keluarga belum menggelar syukuran pemberian nama. Rencananya, syukuran akan dilaksanakan saat usia bayi memasuki tujuh hari.

Usai melahirkan, Yuharni kini masih mengambil masa cuti. Setelah masa cuti selesai, ia berencana kembali bekerja di SPPG seperti sebelumnya.

Ia berharap nama anaknya yang unik ini dapat menghantarkan menuju kesuksesan.

"Semoga kelak menjadi orang yang sukses," pungkasnya.

(TribunStyle.com)(TribunJateng.com/Val)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.