Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Barat (Jakbar) menemukan dugaan praktik penjagalan Hewan Penular Rabies (HPR) berupa anjing di salah satu warung makan di kawasan Duri Kosambi, Cengkareng, Selasa.

Di lokasi tersebut, selain menemukan daging yang diduga merupakan HPR, petugas juga mendapati bangkai anjing yang terbungkus plastik hitam.

Bau menyengat dari bangkai itu pun tercium hingga sekitar 10 meter dari titik penemuan. Bangkai itu ditemukan dalam kondisi mulai membusuk dan berada di area sekitar tempat pemeriksaan.

Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Sudin KPKP Jakarta Barat Tanti mengatakan bangkai tersebut ditemukan setelah petugas selesai mengambil sampel daging yang diduga merupakan daging HPR.

“Kami menemukan bungkusan plastik hitam yang teronggok. Setelah diperiksa, di dalamnya terdapat bentukan yang menunjukkan spesies tertentu dari HPR, yaitu anjing. Ada bagian rahang, gigi, jari-jari atau digiti, serta bulu dan kulit bagian ekor,” kata Tanti kepada wartawan di lokasi penemuan, Selasa.

Dia mengungkapkan temuan tersebut memunculkan dugaan kuat adanya praktik pemotongan anjing di lokasi tersebut. Namun, dia menegaskan pihaknya belum dapat memastikan hal tersebut karena masih memerlukan pendalaman lebih lanjut bersama instansi terkait.

“Ada dugaan ke tempat pemotongan, seperti itu. Tapi, kami belum menemukan sampai sejauh itu. Untuk itu, kami dibantu oleh teman-teman dari Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja),” ujar Tanti.

Dia juga memperkirakan bangkai itu telah berada di lokasi tersebut selama beberapa hari, melihat kondisi fisik bangkai yang mulai membusuk dan muncul larva.

“Kalau melihat plastiknya, ada dua lapis. Begitu dibuka lapisan pertama, sudah tampak larva kecil-kecil, penuh cairan dan sudah mulai terjadi pembusukan,” ungkap Tanti.

“Mungkin sudah ada di situ sekitar dua sampai tiga hari. Tetapi untuk memastikannya, tentu harus melalui pemeriksaan laboratorium,” tambah dia.

Sementara itu, pemilik warung makan Lapo Iwan Samosir, Iwan membantah bangkai tersebut berasal dari aktivitas usahanya. Ia mengatakan bangkai itu diduga sengaja dibuang oleh orang yang tidak dikenal di sekitar lokasi warung makan miliknya.

“Cuma kita kan tidak tahu itu bangkai dari siapa, karena bangkai itu sudah busuk sekali, bukan baru. Kalau memang baru, mungkin kejadiannya hari ini. Tapi ini sudah lama,” kata Iwan.

Dia pun menduga ada pihak-pihak tertentu yang sengaja membuang bangkai tersebut di sekitar lokasi usaha warungnya.

“Mungkin ada orang yang sengaja menaruh di sini. Dengan kondisi sekarang, mungkin banyak yang syirik atau iri, jadi bangkainya dibuang begitu saja,” tutur Iwan.