Laporan Reporter SURYAMALANG.COM, Imam Nawawi
SURYAMALANG.COM, LUMAJANG - Kasus berdarah menggemparkan warga Desa Tegalrandu, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Seorang pria bernama Wahyudi (32), warga pendatang asal Desa Seruni yang tinggal bersama istrinya, ditemukan tewas mengenaskan setelah menjadi korban pembacokan pada Selasa (14/7/2026) malam sekitar pukul 02.30 WIB.
Peristiwa tragis ini melibatkan pelaku yang diduga merupakan teman korban sendiri.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban mengalami luka parah di bagian belakang tubuh, bahkan daun telinganya dilaporkan terputus dan ditemukan terlepas sejauh lima meter dari posisi jasad korban.
Selama menanti hasil forensik di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Haryoto Lumajang pada Selasa, raut wajah istri Wahyudi, Rika Kusumawati (24) terlihat lesu dan duduk diam dengan tatapan kosong.
Kelopak mata perempuan berusia 24 tahun ini juga terlihat membengkak setelah terus-menerus menangis.
Rika mengingat betul bagaimana terbangun di sepertiga malam dan mendapati kenyataan pahit suaminya telah dihabisi.
Perempuan berambut panjang ini memang berada di lokasi kejadian, dan mengaku tidak mengetahui secara pasti motif maupun latar belakang permasalahan yang memicu aksi keji tersebut.
Baca juga: Dugaan Penyebab Pengantin Baru di Lumajang Tewas Dibacok Teman, Istri Mengintip Ketakutan
Rika menjelaskan sebelum kejadian, suaminya memang melarang dirinya untuk ikut campur dalam urusan pria.
"Enggak tahu aku, Pak. Saya bangun tidur itu langsung kan. Langsung dibacok itu kalau saya," ujar Rika saat memberikan kesaksian.
Saat ditanya mengenai sosok pelaku yang melakukan pembacokan tunggal tersebut, Rika mengaku tidak mengenal secara dekat namun mengetahui identitas namanya.
"Enggak kenal cuma tahu saya. Namanya tahu ya? Iya. (Kejadiannya) di belakang rumah. Di belakang rumah saya," tambahnya.
Rika juga mengungkapkan suaminya sempat berpesan agar ia tidak mencampuri urusan ini.
"Enggak tahu saya, Pak. Saya enggak boleh ikut-ikut urusan laki-laki katanya. Kalau laki-laki, laki-laki, kalau perempuan, perempuan gitu" pungkasnya.
Kepala Desa Tegalrandu, Sadi, mengungkapkan korban baru saja membina rumah tangga bersama istrinya belum genap satu tahun.
Sadi menjelaskan, pertama kali mendapatkan laporan peristiwa ini pada dini hari dari seorang warga bernama Katsun, yang meminta bantuan untuk mengevakuasi korban ke rumah sakit.
Sadi pun segera menghubungi Polsek Klakah untuk melaporkan insiden tersebut.
Baca juga: Penertiban Lahan Pemkab Malang 54 Ha Disewakan Rp922 Juta, Yetty Nurhayati: Sesuai Posisi Tanah
Petugas kepolisian dari Polsek tiba di lokasi sekitar pukul 03.00 WIB, disusul oleh Tim Identifikasi dari Polres Lumajang yang datang menggunakan mobil operasional sekitar pukul 05.00 WIB untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) hingga pagi hari.
Saat tiba di lokasi, Sadi melihat kondisi jasad korban sudah ditutupi kain oleh ibunya yang mendampingi jenazah sang anak.
Sadi juga mendapati ceceran darah yang sangat banyak, membentang dari dalam hingga ke luar area rumah.
"Dari dalam rumah ini darah semua sampai luar ini. Iya. Dalam rumah ini kayaknya dibacok di dalam rumah ini lari. Lari" papar Sadi mendeskripsikan kondisi TKP.
"Mungkin dibacok lagi akhirnya jatuh. Jatuh dekat sumur itu. Di pelawangan ya, pelawangan. Dekat sumur" imbuhnya.
Korban diduga sempat berusaha menyelamatkan diri ke luar rumah dan menabrak dinding saat mencoba melarikan diri di tengah kegelapan.
"Lari kayaknya terbentur ke tembok. Di tembok itu ada bercak darah," lanjutnya.
Sadi juga membeberkan kondisi luka luar yang dialami korban berdasarkan informasi di lapangan.
"Terlalu banyak saya juga kurang tahu karena yang saya tahu itu kupingnya itu lepas. Lepas jauh dari orangnya, kupingnya ada di dalam. Jarak terlepasnya 5 meter. (Luka lain) ya bahu, bahu punggungnya entah berapa luka saya kurang tahu. Bagian belakang semua." terang Sadi.
Berdasarkan keterangan yang dikumpulkan di area sekitar rumah korban, pelaku diduga kuat telah merencanakan aksinya dan datang ke lokasi dengan membawa senjata tajam jenis celurit.
Sebelum pembacokan terjadi, korban sempat menerima peringatan telepon dari rekannya agar tidak keluar rumah, namun korban tetap keluar hingga akhirnya diserang.
Pihak aparat kini tengah memburu terduga pelaku yang diduga berinisial J (diduga bernama Juri atau Supri), yang diketahui juga merupakan warga pendatang.
Baca juga: Emosi Balasan Status WA Lupa Diri Saat Punya Uang, Pemuda Surabaya Hantam Tetangga Pakai Galvalum
Selain memeriksa istri korban, polisi juga mengumpulkan keterangan dari seorang saksi kunci bernama Hamim, yang merupakan sahabat dekat korban.
Hamim diketahui berada di lokasi dan sempat terkena sabetan celurit di bagian tangan saat mencoba melerai pertikaian tersebut.
"Ada saksi yang tahu waktu kejadian, tapi tadi dimintai keterangan itu kayaknya kayak semaput itu. Enggak bisa, masih belum sadar ya. Juga kena celurit sedikit di sini ini (tangan). Itu yang melerai, yang Hamim itu," pungkas Sadi.
Saat ini, kasus pembunuhan tersebut tengah ditangani secara intensif oleh Satreskrim Polres Lumajang bersama Polsek Klakah guna mengungkap motif pasti di balik aksi pembacokan brutal tersebut.
Jenazah korban kini tengah diproses untuk dilakukan autopsi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.