Setibanya di rumah sakit pihak keluarga diduga tidak mendapat pelayanan yang baik. Sigit tidak langsung ditangani, padahal sesak nafas yang dihadapi sudah semakin parah
PROHABA.CO, MEDAN - Viral di media sosial yang menyebutkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rantauprapat, Labuhanbatu, Sumatera Utara diduga menelantarkan pasien hingga akhirnya meninggal dunia.
Dilihat dari akun instagram @sumutpunyacerita tampak dalam video seorang pasien dalam kondisi tak berdaya, terlihat petugas rumah sakit melakukan pertolongan medis.
Lalu perekam video menyebut bahwa penanganan medis yang dilakukan pihak rumah sakit tidak sigap.
"Ini saya viral kan ini, dokternya ini, dari tadi penanganan tidak ada, saya tidak tahu siapa dokternya ini rumah sakit gak beres kalian," ujar perekam video mengarahkan kameranya ke arah wanita yang disebutnya dokter.
Perekam video lalu menyebut bahwa tindakan para pekerja medis sebagai bentuk malpraktik.
"Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rantauprapat, mal praktek menangani pasien tidak beres pasien sudah megap di tinggal oleh perawat, ini perawatnya ini dokternya," ungkapnya.
Di narasi video, dijelaskan peristiwa terjadi Sabtu (11/7/2026), awalnya pasien bernama Sigit Udayana berobat ke rumah sakit sekitar pukul 09.00 WIB akibat sesak nafas dan juga punya riwayat penyakit komplikasi penyempitan ginjal.
Setibanya di rumah sakit pihak keluarga diduga tidak mendapat pelayanan yang baik.
Sigit tidak langsung ditangani, padahal sesak nafas yang dihadapi sudah semakin parah.
Pihak keluarga yang menyusuri lorong rumah sakit untuk mencari dokter dan perawat.
Di narasi video dijelaskan para pekerja medis baru buru-buru menangani pasien setelah pihak keluarga memvideokan kondisi Sigit yang sesak nafas.
Namun nafas dalam proses penanganan nyawa Sigit tidak dapat ditolong dia meninggal pukul 22.00 WIB.
Dinkes turun menyelidiki
Terkait video viral ini Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara Faisal Hasrimy buka suara.
Ia mengatakan timnya dari Satgas Kendali Mutu kini tengah menyelidiki bagaimana sebenarnya fakta di lapangan.
"Tim Kendali Mutu kita sedang bergerak ke Rantauprapat," ujar Faisal saat ditanya wartawan di Kantor Gubernur Sumut, Senin (13/7/2026).
Namun kata Faisal sejauh ini, dari laporan sementara rumah sakit telah menjalankan penanganan sesuai prosedur.
"Berdasarkan laporan awal dari teman-teman rumah sakit umum daerah Rantau Prapat bawa mereka sudah menjalankan prosedur," ujarnya.
Faisal lalu menyebut bahwa pasien tersebut merupakan pasien yang rutin cuci darah di RSUD Rantauprapat.
Lalu saat pasien datang pihak rumah sakit hendak melayani kebutuhan pasien.
Kendati demikian dirinya masih menunggu laporan dari Tim Kendali Mutu untuk memastikan fakta sebenarnya. Pihaknya tidak akan segan memberikan saksi apabila ada kelalaian dari pihak RSUD Rantauprapat.
"Tentu, pasti ada sanksi (bila RSUD bersalah) Tapi kita biarlah Tim Kendali Mutu kita turun dulu ke lapangan, kita nggak usah berandai andai dulu," ujarnya.(*)