Gajah Menjauh dari Kebun Warga, Operasi GPS Collar Dialihkan ke Sungai Mas
Faisal Zamzami July 14, 2026 09:03 PM

 


Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Sa’dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Rencana pemasangan perangkat pelacak GPS Collar terhadap gajah liar di koridor Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, ditunda sementara. Penundaan dilakukan setelah satwa target terpantau bergerak jauh masuk ke kawasan hutan dan menjauhi area pemukiman warga.

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, Teuku Ronal Nehdiansyah, Selasa (14/7/2026), mengatakan keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil pemantauan tim gabungan di lapangan. Tim menilai pemasangan GPS Collar dalam kondisi saat ini memiliki risiko tinggi.

"Posisi gajah target saat ini telah bergerak sangat jauh ke dalam kawasan hutan sehingga berisiko apabila proses pemasangan GPS Collar tetap dilakukan," kata Ronal.

Meski pemasangan GPS Collar ditunda, kawasan koridor gajah di Kecamatan Pante Ceureumen tetap menjadi lokasi prioritas pemantauan.

 Tim gabungan akan terus mengawasi pergerakan kawanan gajah untuk menentukan waktu yang tepat apabila kesempatan pemasangan perangkat kembali memungkinkan.

Baca juga: Diserang Kawanan Gajah Jelang Idu Adha, Warga Tangse Pidie Dirawat di RSUD

Sementara itu, operasi penanganan konflik satwa liar dialihkan ke Gampong Pungkie, Kecamatan Sungai Mas. Seluruh personel yang sebelumnya bertugas di Pante Ceureumen telah digeser ke lokasi tersebut karena keberadaan kawanan gajah liar masih terdeteksi di wilayah sasaran.

Berdasarkan pemantauan tim sweeper Wildlife Response Unit (WRU)-BPBD Aceh Barat, kawanan gajah masih berada di sekitar lokasi target. Kondisi tersebut dinilai memungkinkan untuk dilakukan pemasangan GPS Collar terhadap salah satu gajah liar yang paling sering berinteraksi dengan aktivitas masyarakat.

Pemasangan perangkat pelacak tersebut bertujuan mempermudah upaya mitigasi konflik satwa liar dengan manusia. Melalui GPS Collar, pergerakan kawanan gajah dapat dipantau secara real time sehingga potensi konflik dapat diantisipasi lebih dini.

Operasi pemasangan GPS Collar akan dilaksanakan secara kolaboratif oleh BPBD Aceh Barat bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh dengan melibatkan masyarakat setempat. Dalam proses tersebut, tim juga akan menggunakan dua ekor gajah jinak dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Saree yang berfungsi sebagai gajah penuntun atau sweeper.

Sebagai tindak lanjut, seluruh personel gabungan beserta sarana pendukung dijadwalkan mulai dimobilisasi menuju Posko Gampong Pungkie pada Rabu (15/7/2026).

Operasi pemasangan GPS Collar direncanakan berlangsung Kamis (16/7/2026), dengan koordinasi intensif bersama unsur Muspika Sungai Mas serta pemantauan situasi lapangan secara berkala.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.