SURYA.CO.ID SURABAYA — Pemkot Surabaya memperkuat tindakan preventif potensi kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Benowo memasuki puncak musim kemarau.
Tidak ingin bernasib serupa TPA Jatiwaringin (Kabupaten Tangerang) dan TPA Cikolotok (Purwakarta) yang kebakaran sejak awal Juli, Pemkot memperkuat pengamanan di TPA Benowo.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, pemkot telah berkoordinasi dengan pengelola TPA Benowo. Menurutnya, sistem pengamanan dan pengawasan diperkuat dengan me meminimalisir oknum dari luar masuk ke TPA.
"Jadi kita sudah berkoordinasi dengan TPA Benowo. Maka satu, tidak boleh sembarang orang yang masuk ke dalam TPA itu. Yang kedua, yang mereka bekerja maka harus diawasi secara ketat," kata Wali Kota Eri ketika dikonfirmasi di Surabaya.
Petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga berjaga selama 24 jam di lokasi. "Teman-teman yang dari Dinas Lingkungan Hidup juga ada di lapangan sampai dengan 24 jam. Kita sudah pasang semua CCTV di sana, baru kita pasang ya," ujarnya.
Baca juga: Sistem Pengelolaan TPA Benowo Surabaya Jadi Percontohan Nasional Atasi Masalah Sampah
Ia menjelaskan, pemasangan kamera pengawas dilakukan untuk memantau aktivitas operasional di TPA Benowo secara real time. Termasuk, proses pembuangan sampah ke fasilitas pengolahan yang tersedia.
"Sehingga kita bisa tahu mana yang dibuang ke gasifikasi, mana yang dibuang ke sanitary landfill, itu sudah kita lakukan," tuturnya.
Dilakukan secara berlapis, baik melalui petugas di lapangan maupun sistem CCTV, upaya tersebut diharapkan dapat mencegah potensi terjadinya kebakaran di TPA Benowo.
"Jadi dilakukan pengawasan 24 jam, selain secara langsung juga melalui CCTV yang sudah kita pasang. Semoga ini bisa mencegah kebakaran yang ada di TPA," katanya.
Sebelumnya, Wali Kota juga telah mengubah jadwal pengangkutan sampah dari Tempat Penampungan Sementara (TPS) ke TPA. Apabila biasanya dilakukan pada siang, kini jadwal pengangkutan sampah diubah menjadi malam hari.
Baca juga: Kondisi Terkini TPA Jabon Sidoarjo Tumpukan di Cell 1 Setinggi 22 Meter, Berpotensi Overkapasitas
“Jadi, TPS bersih itu kan memberikan kebersihan di Kota Surabaya ya. Yang kedua, tidak mengganggu lalu lintas, karena kalau truk kalau ke TPA pagi hari dan jam-jam sibuk maka akan mengganggu lalu lintas di Kota Surabaya,” kata Wali Kota Eri sebelumnya.
Selain itu, lanjut Wali Kota Eri, ketika pengangkutan sampah dari TPS ke TPA itu dilakukan pada malam hari, maka jarak tempuhnya akan lebih cepat. Selain mempercepat pengangkutan, juga akan meminimalisir tumpukan sampah dan bau selama dalam perjalanan.
Kepala DLH Kota Surabaya, M. Fikser menyebut Pemkot Surabaya akan menyesuaikan seluruh sistem pengamanan dan pengangkutan dengan kondisi volume sampah saat ini serta jam operasional yang berlaku.
Salah satu perubahan signifikan adalah pengangkutan sampah yang dilakukan pada malam hari untuk mengurangi gangguan aktivitas masyarakat.
"Semua sampah yang sekarang ada ini kita sesuaikan dengan jam operasional pengambilan. Jadi akan ada perubahan, pengambilan sampah nanti akan berubah pada malam hari. Ada ubah kultur pengambilan sampah di TPS supaya tidak terganggu," jelasnya.
Di tempat lain, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah berhasil kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin. Sebelumnya, total area utama TPA BB yang terbakar mencapai sekitar 15 hektare.
Selain itu, TPA Cikolotok yang berlokasi di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat juga mengalami kebakaran hebat. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Purwakarta mengindikasikan adanya unsur kesengajaan di balik kebakaran ini. Petugas di lapangan menemukan bukti berupa bekas pembakaran kasur yang diduga kuat menjadi titik awal api berasal.