Dirantai Keluarga, Ibu Dua Anak Yatim dari Tuban Dijemput Ipda Purnomo, Dirawat Gratis
Wiwit Purwanto July 14, 2026 09:32 PM

SURYA.CO.ID LAMONGAN - Seorang perempuan asal Desa Klutuk, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban, yang sebelumnya sempat dirantai di tiang rumahnya karena mengalami gangguan kejiwaan, kini menjalani perawatan di Yayasan Berkas Bersinar Abadi, Desa Nguwok, Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan.

Perempuan tersebut akan mendapatkan pendampingan hingga kondisinya benar-benar pulih dan stabil.

Kehadiran pasien baru itu menambah jumlah penghuni yayasan yang selama ini dikenal aktif memberikan rehabilitasi bagi orang dengan gangguan kejiwaan (ODGJ).

Penjemputan dilakukan sebagai bentuk kepedulian agar pasien memperoleh penanganan yang lebih layak, sekaligus membuka harapan baru bagi perempuan tersebut untuk kembali menjalankan perannya sebagai ibu bagi kedua anaknya yang telah menjadi yatim.

Pembina Yayasan Berkas Bersinar Abadi, Ipda Purnomo, mengatakan perempuan asal Desa Klutuk RT 12 RW 2, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban, itu dijemput langsung dari rumah keluarganya untuk menjalani proses rehabilitasi.

"Alhamdulillah hari ini pasien sudah saya jemput untuk bisa saya rawat tanpa batas waktu, sampai sehat, pulih dan stabil. Kasihan, masih ada tanggung jawab membesarkan dua anak yatim yang membutuhkan pendampingan dari ibu kandungnya," ujar Ipda Purnomo, Selasa (14/7/2026).

Baca juga: Air Mata dan Doa Ibu Iringi Kisah Pembebasan Remaja ODGJ di Jember dari Pasung

Sebelum dijemput, perempuan tersebut diketahui dipasung dengan cara dirantai pada bagian kaki dan diikatkan ke tiang rumah oleh keluarganya. Langkah itu dilakukan karena kondisi kejiwaannya dinilai membutuhkan pengawasan agar tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Melihat kondisi tersebut, Ipda Purnomo bersama Yayasan Berkas Bersinar Abadi memutuskan memberikan pendampingan dengan membawa pasien ke yayasan agar mendapatkan perawatan yang lebih manusiawi dan berkelanjutan.

Jalani Rehabilitasi hingga Kondisi Stabil

Di Yayasan Berkas Bersinar Abadi, pasien akan menjalani proses rehabilitasi secara bertahap, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pemberian obat sesuai anjuran tenaga medis, terapi, hingga pendampingan dalam aktivitas sehari-hari.

Ipda Purnomo berharap proses pemulihan berjalan lancar sehingga perempuan tersebut dapat kembali berkumpul bersama keluarga dan mendampingi kedua anaknya.

"Kami berharap setelah kondisinya pulih, ia bisa kembali mendampingi dan merawat kedua anaknya. Itu menjadi motivasi kami untuk terus memberikan pendampingan hingga sembuh," tuturnya.

Baca juga: Berdedikasi Rawat ODGJ, Yayasan Berkas Sinar Abadi Lamongan Jadi Role Model Indonesia Bebas Pasung

Setibanya di yayasan, tim langsung melakukan penanganan awal dengan melepaskan rantai yang membelenggu kaki pasien. Setelah itu, pasien dimandikan, dipakaikan pakaian bersih, serta diberikan makanan dan minuman sebelum menjalani pemeriksaan kesehatan lebih lanjut.

Selanjutnya, perempuan tersebut akan mengikuti program rehabilitasi secara intensif yang meliputi pemeriksaan kondisi fisik dan kejiwaan, pemberian obat sesuai rekomendasi tenaga medis, terapi, serta pendampingan rutin hingga dinyatakan pulih dan siap kembali ke lingkungan keluarganya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.