Disdamkar Samarinda Ingatkan Warga Bahaya Berkerumun di Lokasi Kebakaran, Jangan jadi Penonton
Budi Susilo July 14, 2026 10:09 PM

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Kebiasaan warga berkerumun di lokasi kebakaran demi menyaksikan proses pemadaman menjadi perhatian serius Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda. 

Fenomena ini dinilai tidak hanya membahayakan keselamatan warga, tetapi juga menghambat mobilitas petugas di lapangan.

Kepala Disdamkarmat Kota Samarinda, Hendra AH, mengimbau masyarakat agar memberikan ruang gerak seluas-luasnya bagi petugas saat menjalankan tugas.

Ia menegaskan bahwa penanganan kebakaran harus diserahkan sepenuhnya kepada petugas dan relawan yang memiliki kompetensi teknis untuk melokalisasi api.

Baca juga: Kebakaran Di Samarinda Hanguskan Warung Makan dan Sembako, Diduga Akibat Ledakan Kompor

Saat terjadi kebakaran, percayakan sepenuhnya kepada petugas dan relawan.

"Mereka memahami teknik pemadaman dan cara memblokir api agar tidak meluas ke bangunan lain," ujar Hendra kepada TribunKaltim.co, Selasa (14/7/2026) di Samarinda.

Hendra menyoroti bahaya nyata yang mengintai warga yang nekat mendekat ke titik api.

Material bangunan yang sudah terbakar, seperti seng atau balok kayu, berpotensi roboh sewaktu-waktu dan mencederai masyarakat yang berada di sekitar lokasi.

Lebih dari itu, Hendra mengingatkan bahwa tindakan menghalangi tugas petugas pemadam kebakaran memiliki konsekuensi hukum yang serius.

Baca juga: 3 Relawan GMS Meninggal Karena Kecelakaan Saat Menuju TKP Kebakaran di Samarinda Telah Dikebumikan

Ia merujuk pada Pasal 189 KUHP yang mengatur sanksi bagi siapa saja yang sengaja merintangi atau menghambat proses pemadaman kebakaran.

"Bahkan, jika sampai ada tindakan fisik seperti memukul petugas, itu sudah masuk dalam pasal penganiayaan. Ancaman hukumannya tidak main-main, bisa mencapai tujuh tahun penjara," tegasnya.

Cara Bijak Membantu Petugas

Alih-alih menjadi penonton yang menghambat jalannya evakuasi, Hendra mengajak masyarakat untuk berperan secara positif.

Langkah paling tepat adalah dengan memberi akses jalan bagi armada pemadam agar proses pemadaman dapat berlangsung cepat dan efektif.

"Jangan jadi penonton, apalagi menghalangi. Bantu kami dengan memberi ruang bagi petugas agar api bisa segera dikuasai. Semakin cepat kami bergerak, semakin kecil risiko kerugian yang timbul," pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.