ITS Uji Coba Traktor Listrik Pesanan Menteri Pertanian, Siap Masuk e-Katalog Pemerintah
Samsul Arifin July 14, 2026 10:14 PM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sulvi Sofiana

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Jawa Timur, mulai menguji coba prototipe traktor listrik hasil karya dosen dan penelitinya di hamparan sawah belakang Stadion ITS, Selasa (14/7/2026).

Inovasi alat mesin pertanian (alsintan) tersebut dirancang khusus untuk mendukung aktivitas pertanian di lahan gambut maupun lahan basah.

Traktor listrik ini dikembangkan oleh tim peneliti Klaster Otomotif Science Techno Park ITS yang dipimpin dosen ITS, Prof. Dr. Ir. Bambang Sudarmanta, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng. Pengembangan kendaraan pertanian tersebut dilakukan atas permintaan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Uji coba lapangan dilakukan sebagai tahap penyempurnaan sebelum prototipe menjalani pengujian resmi oleh Kementerian Pertanian.

Jika dinyatakan memenuhi standar, inovasi tersebut akan diarahkan untuk masuk dalam e-Katalog pemerintah sehingga dapat digunakan lebih luas oleh petani.

Berbeda dengan traktor konvensional, kendaraan pertanian buatan ITS ini memiliki desain khusus agar mampu bekerja stabil di medan yang sulit, terutama kawasan persawahan dengan karakteristik tanah gambut dan basah.

Baca juga: Pakar ITS Sebut Keselamatan Proyek Drainase Jadi Tanggung Jawab Bersama, Warga Diminta Waspada

Desain Khusus untuk Medan Berat

Prof. Bambang Sudarmanta menjelaskan, salah satu keunggulan utama traktor listrik ITS terletak pada desain bodinya yang menyerupai kapal.

"Bodinya dibuat menyerupai kapal agar lebih stabil saat digunakan di lahan gambut dan lahan basah, sedangkan sistem kemudinya menggunakan setir bundar sehingga lebih mudah bermanuver di area persawahan," urainya.

Sebagai sumber tenaga, traktor tersebut menggunakan motor listrik dengan torsi besar yang mampu bekerja di medan berat tanpa menghasilkan emisi gas buang.

"Selain lebih ramah lingkungan, traktor ini juga menawarkan tingkat kebisingan dan getaran yang lebih rendah serta biaya operasional yang lebih hemat dibandingkan traktor berbahan bakar fosil," lanjutnya.

Untuk menjaga performa kendaraan, tim peneliti juga menambahkan sistem pendingin radiator agar suhu motor tetap stabil saat digunakan.

Selain itu, terdapat perangkat pengaman Miniature Circuit Breaker (MCB) untuk meningkatkan keselamatan selama pengoperasian.

Pesanan 10 Unit, Harga Bisa Turun Jika Produksi Massal

Pengembangan traktor listrik tersebut bermula dari permintaan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Kementerian Pertanian bahkan telah memesan sebanyak 10 unit traktor listrik buatan ITS.

Menurut Prof. Bambang, harga traktor listrik saat ini masih relatif tinggi karena masih dalam tahap prototipe.

"Harganya memang agak mahal karena bentuknya masih prototipe. Ke depan akan makin murah jika sudah bisa diproduksi secara massal," katanya.

Saat ini, harga satu unit traktor listrik diperkirakan mencapai sekitar Rp200 juta. Kendaraan tersebut mampu melaju dengan kecepatan maksimal 6 kilometer per jam dan dapat mengolah lahan sawah seluas satu hektare dalam waktu sekitar tiga hingga empat jam dengan sekali pengisian daya.

Setelah proses penyempurnaan selesai, prototipe tersebut akan menjalani pengujian resmi oleh Kementerian Pertanian di lokasi yang telah ditentukan.

"Jika dinyatakan lolos seluruh tahapan uji, produk inovasi ini akan diajukan masuk ke dalam e-Katalog pemerintah," pungkasnya.

Masuknya traktor listrik ITS ke e-Katalog diharapkan dapat mempercepat pemanfaatan teknologi mekanisasi pertanian di berbagai daerah sekaligus mendukung penggunaan energi rendah emisi di sektor pertanian.

ITS Dorong Pertanian Modern Berbasis Teknologi

Rektor ITS, Prof. Dr. Ir. Bambang Pramujati, S.T., M.Sc.Eng., IPU., ASEAN Eng., mengatakan pengembangan traktor listrik merupakan bagian dari komitmen ITS dalam menghadirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan industri dan masyarakat, khususnya di bidang pertanian.

"Traktor listrik ini diharapkan menjadi solusi mekanisasi pertanian yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Saat ini masih ada beberapa komponen yang akan kami sempurnakan sebelum memasuki tahap pengujian resmi oleh tim dari Kementerian Pertanian," ujarnya.

Ia menambahkan, penyempurnaan terus dilakukan agar performa, daya tahan, dan keandalan traktor dapat memenuhi standar operasional sebelum nantinya dimanfaatkan secara luas oleh petani.

Dengan inovasi tersebut, ITS berharap teknologi karya anak bangsa dapat menjadi bagian dari transformasi pertanian Indonesia menuju sistem yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.