Lahan 15.000 Meter Persegi di Jalur Pantura Cirebon Ludes Terbakar, Aksi Bakar Sampah Jadi Pemicu
Kemal Setia Permana July 14, 2026 10:32 PM

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON- Aksi nekat membakar sampah diduga menjadi pemicu kebakaran hebat yang menghanguskan sekitar 15.000 meter persegi lahan di tepi Jalan Pantura Bypass Cirebon–Jakarta, Desa Arjawinangun, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, Selasa (14/7/2026). 

Kobaran api yang dengan cepat membesar akibat tiupan angin kencang memaksa Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Cirebon mengerahkan personel dari tiga pos damkar untuk menjinakkan si jago merah.

Peristiwa itu bermula saat Damkar Sektor Arjawinangun menerima laporan dari perangkat Desa Arjawinangun sekitar pukul 13.46 mengenai kebakaran sampah di pinggir Jalan Pantura.

Hanya tiga menit berselang, Regu 2 Damkar Arjawinangun langsung bergerak menuju lokasi dan tiba pada pukul 13.53.

Namun, kondisi di lapangan ternyata jauh lebih parah dari laporan awal.

Baca juga: Puluhan ASN UPTD BDMPR Sukabumi Diduga Terlibat Judi Online, Nilai Transaksi Fantastis

Api tidak hanya melahap tumpukan sampah, tetapi juga merembet ke alang-alang dan semak belukar kering di samping kawasan sebuah pabrik.

Kabid Kedaruratan DPKP Kabupaten Cirebon, Eno Sudjana mengatakan, kobaran api sudah membesar ketika petugas tiba sehingga proses pemadaman harus dilakukan secepat mungkin.

"Saat tiba di lokasi kebakaran pukul 13.53 ternyata yang terbakar bukan hanya sampah, tetapi alang-alang serta semak belukar kering yang berada di samping PT Seyang Active Wear. Kondisi api cukup besar sehingga anggota langsung melakukan pemadaman," ujar Eno Sudjana dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/7/2026).

Melihat api terus meluas, petugas memutuskan meminta bantuan armada dari Pos Damkar Palimanan dan Pos Damkar Weru.

Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat pengendalian api sekaligus menjaga ketersediaan pasokan air selama proses pemadaman berlangsung.

Berdasarkan keterangan salah seorang pabrik, kebakaran diduga dipicu ulah oknum yang membakar sampah di sekitar lokasi. 

Percikan api kemudian dengan cepat menyambar ilalang dan semak yang telah mengering akibat cuaca, ditambah embusan angin yang cukup kencang.

"Menurut keterangan salah satu pegawai PT Seyang Active Wear, penyebab kebakaran lahan berasal dari oknum yang membakar sampah. Tiupan angin yang kencang serta kondisi alang-alang dan semak yang kering membuat percikan api cepat membesar," ucapnya.

Dalam proses pemadaman, petugas juga menghadapi kendala karena titik-titik api berada cukup jauh dari akses jalan sehingga tidak seluruhnya dapat dijangkau menggunakan selang armada pemadam.

Meski demikian, petugas terus berupaya memadamkan api hingga berhasil dikendalikan.

Proses pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 15.15. (*) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.