Kota Bogor (ANTARA) - Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, memberikan bantuan pendidikan kepada 2.000 siswa dari keluarga kurang mampu yang menempuh pendidikan di sekolah swasta mulai tahun 2026.

“Program ini merupakan bentuk komitmen kami untuk memastikan setiap anak di Kota Bogor memiliki kesempatan yang sama memperoleh pendidikan yang layak," ucap Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim di Bogor, Selasa.

Ia mengatakan setiap siswa penerima manfaat mendapatkan bantuan sebesar Rp3 juta per tahun sebagai upaya memperluas pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat.

Program tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkot Bogor dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan memperoleh pendidikan yang layak, termasuk siswa dari keluarga kurang mampu yang bersekolah di lembaga pendidikan swasta.

Dengan jumlah penerima sebanyak 2.000 siswa dan nilai bantuan Rp3 juta per siswa, program tersebut membutuhkan anggaran sekitar Rp6 miliar per tahun.

Selain memberikan bantuan kepada siswa kurang mampu, Pemkot Bogor juga mendorong optimalisasi fasilitas pendidikan melalui integrasi sekolah dengan sarana olahraga yang berada di lingkungan sekitar.

Pemkot Bogor mendorong integrasi lahan SMAN 11 dengan Lapangan Olahraga Kayumanis untuk mendukung pengembangan fasilitas pendidikan sekaligus aktivitas olahraga bagi siswa dan masyarakat.

Langkah serupa dilakukan melalui integrasi Lapangan Olahraga Yasmin dengan SMAN 10 Kota Bogor. Upaya tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan aset dan ruang publik agar memberikan manfaat lebih besar bagi kegiatan belajar mengajar serta pengembangan potensi peserta didik.

Berbagai kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemkot Bogor memperkuat ekosistem pendidikan yang lebih inklusif, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan mendukung terwujudnya generasi yang berdaya saing.