TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Harga daging ayam broiler kembali mengalami kenaikan di Pasar Manis Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Selasa (14/07)/2026.
Kenaikan dipicu karena aktif kembalinya program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Saat libur sekolah, harga daging ayam broiler sempat turun menjadi Rp 30 ribu per kilogram, dari harga sebelumnya Rp 35 ribu per kilogram.
Setelah libur sekolah selesai dan MBG aktif kembali, harga naik menjadi Rp 36 ribu-37 ribu per kilogram.
Seorang pedagang, Hartini (35) mengatakan, perbedaannya sangat terasa saat MBG aktif dan libur. Saat libur, harga ayam broiler turun menjadi Rp 30 ribu per kilogram. Sekarang kenaikannya justru lebih tinggi dari harga sebelumnya.
"Ini lebih mahal lagi, sekarang Rp 37 ribu per kilogram," katanya kepada Tribun Banyumas.
Hartini mengungkapkan, dia sebagai pedagang lebih senang saat MBG libur. Meski harga daging ayam broiler menurun, tetapi daya beli masyarakat mengalami peningkatan.
Terlebih selama ini program MBG mengambil daging ayam broiler bukan dari pedagang kecil.
"Saat MBG libur saya bisa menjual daging ayam broiler sebanyak 70-80 kilogram, sekarang MBG mulai lagi hanya terjual 40- 50 kilogram. Kalau saya inginnya MBG libur lagi saja seterusnya," ungkapnya.
Pedagang lain, Dwi Prasetyo (41) mengatakan, harga daging ayam broiler beberapa minggu lalu turun karena faktor liburnya MBG.
Selama ini MBG memang mengambil daging ayam broiler dari PT yang menjadi mitra. Jika stok ayamnya masih banyak karena MBG libur, maka harganya ikut menurun.
"Saat libur, stoknya masih banyak, jadinya harga turun. Kalau sekarang naik lagi, sudah Rp 36 ribu-37 ribu," ujarnya.
Dwi menilai, MBG sebenarnya program yang bagus untuk anak-anak.
Tetapi sayangnya tidak memikirkan nasib pedagang kecil, baik pedagang ayam, pedagang sayur, termasuk pedagang makanan. Sehingga tidak menguntungkan usaha masyarakat kecil.
"Harusnya pemerintah benar-benar menata. Toh itu MBG pakai uang-uang kita juga, dari pajak rakyat," ungkapnya.
Menurut Dwi, selisih keuntungan yang diambil dari penjualan saat MBG libur dan tidak, memang tidak jauh berbeda. Tetapi pedagang lebih senang saat libur, karena daya beli masyarakat meningkat.
"Alhamdulillah, saat libur sekolah kemarin meningkat. Saya sehari bisa menjual daging ayam broiler 1,2 kuintal, kalau sekarang hanya 80 kilogram," jelasnya.
Suplai Sayuran ke Pasar Makin Berkurang
Tidakhanya dialami oleh telur ayam dan daging ayam broiler. \
Tetapi juga dialami oleh komoditas sayur-sayuran di Pasar Manis Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Selasa (14/07/2026).
Setelah sempat mengalami penurunan harga saat libur sekolah, harga sayur-sayuran kembali melonjak.
Bahkan, mentimun menjadi langka di pasaran, kalaupun ada bentuknya kurang bagus atau melengkung.
Pedagang sayur, Susyadi (46) mengatakan, dia awalnya sangat senang, sayur-sayuran mengalami penurunan harga di kisaran Rp 3.000 saat libur sekolah karena program MBG juga libur.
Tetapi hari Minggu, harga sayur-sayuran mulai naik. Hampir semua sayuran, mulai dari mentimun, wortel, brokoli, kembang kol, kentang dan sebagainya.
"Bahkan mentimun yang saat libur sekolah harganya hanya Rp 5.000 per kilogram, sekarang Rp 15 ribu per kilogram. Tapi barangnya lagi susah, saya gak pernah dapat," katanya.
Susyadi mengatakan, wortel juga kenaikannya sangat tinggi, sempat turun Rp 14 ribu per kilogram, kini seharga Rp 18 ribu per kilogram.
Kentang sempat turun menjadi Rp 18 ribu per kilogram, kini di harga Rp 20 ribu per kilogram.
Kemudian, jagung dari harga sekira Rp 4.000- Rp 5.000 per kilogram, kini menjadi Rp 7.000 per kilogram.
"Kalau harganya pada naik seperti ini, minat masyarakat untuk berbelanja juga menurun. Keramaian di pasar juga ikut berkurang," ungkapnya.
Pedagang lain, Suparjo (70) mengatakan, program MBG sangat berpengaruh kepada pedagang sayur-sayuran di pasar tradisional.
Pertama, pedagang pasar kebagian sayur-sayuran sedikit karena juragannya sudah diborong oleh program MBG.
"Kemudian saat MBG libur, harga sayur-sayuran turun. Tetapi sebaliknya, saat MBG aktif, harganya naik lagi," ujarnya.
Suparjo mencontohkan, kacang panjang saat libur MBG seharga Rp 6.000-7.000 per ikat, kini menjadi Rp 11 ribu-12 ribu per ikat.
Buncis sebelumnya Rp 7.000 per kilogram, kini menjadi Rp 9.000 per kilogram. Wortel dari sebelumnya Rp 16 ribu per kilogram, sekarang Rp 18 ribu per kilogram.
"Termasuk mentimun, bahkan langka. Saya saja dapatnya jelek yang melengkung. Kalau yang bagus sekarang Rp 12 ribu per kilogram, sedangkan yang jelek Rp 8.000 per kilogram," jelasnya. (Fajar Bahruddin Achmad)