TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang wanita asal desa Iyok, Kecamatan Nuangan, Kabupaten Boltim, diterjang seekor buaya.
Kejadian tersebut terjadi pada Selasa 14 Juli 2025 pukul 20.00 Wita.
Dari informasi yang diperoleh, korban diketahui bernam Ating Mamonto.
Korban diketahui bernama Ating Mamonto, warga Desa Iyok.
Berdasarkan laporan polisi, insiden mengerikan itu terjadi ketika korban sedang buang air besar di tepi sungai ditemani suaminya.
Tanpa diduga, saat hendak beranjak pulang, seekor buaya tiba-tiba muncul dari dalam air dan langsung menerkam kaki kiri korban.
Hewan predator tersebut kemudian menyeret korban menuju tengah sungai.
Suasana seketika berubah mencekam. Melihat istrinya diseret buaya, sang suami tanpa memikirkan keselamatan dirinya langsung melakukan aksi nekat.
Ia menarik tubuh korban dengan sekuat tenaga sambil memegang pakaian yang dikenakan korban agar tidak sepenuhnya terseret ke dalam sungai.
Jeritan korban dan suaminya mengundang perhatian warga sekitar.
Sejumlah warga yang berada tidak jauh dari lokasi segera berdatangan dan bersama-sama membantu menarik korban hingga akhirnya berhasil lepas dari cengkeraman buaya.
Korban yang mengalami luka gigitan serius di bagian kaki kiri langsung dievakuasi ke Puskesmas Nuangan untuk mendapatkan penanganan medis.
Petugas medis segera melakukan pembersihan luka dan perban pada bagian yang terluka.
Selanjutnya, korban masih menunggu proses rujukan ke rumah sakit guna mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, personel piket Polsek Nuangan langsung turun ke lokasi untuk melakukan monitoring, mengumpulkan keterangan saksi, serta berkoordinasi dengan pemerintah desa.
Polisi juga mengimbau masyarakat agar sementara waktu tidak melakukan aktivitas di sepanjang Sungai Desa Iyok maupun kawasan rawa-rawa yang berpotensi menjadi habitat buaya.
Kapolres Bolaang Mongondow Timur, AKBP Golfried Hasiholan Pakpahan, mengaku prihatin atas kembali terjadinya serangan buaya di wilayah tersebut.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan aktivitas di sekitar bantaran Sungai Desa Iyok, Kecamatan Nuangan, maupun wilayah sekitarnya," kata dia.
"Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” ujar Golfried lagi.
Perwira dua bunga ini berharap insiden tersebut menjadi yang terakhir, mengingat kawasan Sungai dan pesisir Desa Iyok sudah beberapa kali menjadi lokasi kemunculan dan serangan buaya terhadap warga.
“Semoga ini menjadi kejadian terakhir. Sudah cukup banyak peristiwa serupa yang terjadi di sekitar sungai maupun pantai Desa Iyok," tuturnya.
"Kami mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan, menghindari aktivitas yang berisiko di lokasi rawan, serta bersama-sama menjaga lingkungan. Ingat, jaga lingkungan agar lingkungan menjaga kita,” tegasnya.
Peristiwa ini kembali menjadi peringatan serius bagi masyarakat yang bermukim di sepanjang bantaran sungai dan kawasan pesisir agar tidak mengabaikan ancaman satwa liar.
Terutama pada malam hari atau saat beraktivitas di lokasi yang diketahui menjadi habitat buaya.
Hingga kini, aparat kepolisian bersama pemerintah desa terus melakukan pemantauan dan mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat untuk mencegah terulangnya insiden serupa. (Nie)
Baca juga: Gempa Bumi Terkini di Gorontalo Rabu 15 Juli 2026, Info BMKG Magnitudo dan Lokasinya
(TribunManado.co.id/Nie)
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini