TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Berikut ini kabar terbaru dari BPBD Nunukan, yang mengungkap kondisi terkini pascabanjir merendam empat kecamatan di Pulau Sebatik.
Banjir yang sempat merendam lebih dari 200 rumah di empat kecamatan di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, akhirnya surut sepenuhnya.
Setelah sempat mengganggu aktivitas warga, kondisi di wilayah terdampak kini telah kembali normal.
Berdasarkan laporan BPBD Nunukan, banjir yang terjadi pada Senin (13/7/2026) itu, akibat hujan berintensitas tinggi sejak dini hari menggenangi wilayah Kecamatan Sebatik Barat, Sebatik Tengah, Sebatik Utara, dan Sebatik Timur.
Selain merendam permukiman warga, banjir juga menggenangi fasilitas ibadah, kantor pemerintahan desa, lahan pertanian, dan persawahan.
Ketinggian air bervariasi mulai 20 sentimeter hingga hampir satu meter di sejumlah lokasi.
Baca juga: Tiga Desa di Sebatik Tengah Terendam Banjir Camat Aris Nur: Baru Kali Ini Terbesar Sejak Tahun 2019
Meski menyebabkan kerugian material, tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi dalam peristiwa tersebut.
Kepala Sub Bidang Penyelamatan BPBD Nunukan, Hasanuddin, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan pada Selasa (14/7/2026), seluruh genangan di wilayah terdampak telah surut, dan aktivitas masyarakat telah kembali berjalan seperti biasa.
"Alhamdulillah, kondisi banjir di empat kecamatan wilayah Pulau Sebatik sudah surut total.
Aktivitas masyarakat, pelayanan pemerintahan, dan kegiatan belajar mengajar di sekolah, sudah kembali normal," ujar Hasanuddin, kepada TribunKaltara.com, Rabu (15/7/2026).
Menurut Hasanuddin, selama penanganan banjir BPBD Nunukan bersama Pos Damkar Wilayah Pulau Sebatik, aparat desa, pemerintah kecamatan dan masyarakat melakukan pemantauan di lokasi terdampak, pompanisasi rumah warga, membantu evakuasi barang-barang, serta membersihkan material sisa banjir.
13 personel BPBD Nunukan diterjunkan dalam penanganan tersebut, dengan dukungan mobil pick-up, mobil pemadam kebakaran, mesin pompa apung, mesin pompa air, serta peralatan pendukung lainnya.
Hasanuddin mengungkapkan, kendala utama selama penanganan adalah luasnya wilayah terdampak, serta keterbatasan armada, dan peralatan yang tersedia di Pulau Sebatik.
Meski kondisi telah berangsur pulih, BPBD Nunukan tetap mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi.
Warga diminta terus memantau informasi peringatan dini cuaca dari sumber resmi, dan segera melaporkan apabila terjadi kondisi darurat di lingkungan masing-masing.
Baca juga: Akses Menuju Sekolah Terendam Banjir, Hari Pertama Siswa MPLS di Sebatik Tengah Tidak Maksimal
(*)
Penulis: Fatimah Majid