Seseorang Tiba-tiba Muncul dalam Mimpi, Apa Benar karena Ikatan Batin?
Joko Widiyarso July 15, 2026 09:14 AM

TRIBUNJOGJA.COM- Pernahkah Tribunners tiba-tiba memimpikan seseorang yang sudah lama tidak ditemui? 

Mungkin mantan, teman lama, sahabat sekolah, atau seseorang yang bahkan sudah bertahun-tahun tidak berkomunikasi. 

Setelah bangun tidur, tak sedikit orang yang langsung bertanya-tanya, "Kenapa bisa mimpi dia lagi?" atau bahkan menganggap hal itu sebagai pertanda bahwa masih ada ikatan batin.

Ada yang percaya bahwa seseorang muncul dalam mimpi karena sedang memikirkan orang yang memimpikannya.

Ada pula yang mengaitkannya dengan firasat atau hubungan batin yang belum benar-benar terputus.

Namun, benarkah demikian? 

Hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa kemunculan seseorang dalam mimpi merupakan tanda adanya ikatan batin atau bahwa orang tersebut sedang memikirkan orang yang memimpikannya 

Sebaliknya, mimpi lebih banyak dipahami sebagai bagian dari cara pikiran memproses berbagai pengalaman, kenangan, dan emosi yang tersimpan selama Anda menjalani kehidupan sehari-hari.

Mengapa Orang yang Sudah Lama Tidak Ditemui Bisa Muncul dalam Mimpi?

Banyak orang mengira bahwa seseorang yang muncul dalam mimpi pasti memiliki arti khusus. 

Padahal, kemunculan sosok tertentu sering kali berkaitan dengan hal-hal sederhana yang terjadi tanpa Anda sadari.

Misalnya, tanpa sengaja mendengar lagu yang dulu sering didengarkan bersama, melihat seseorang yang wajahnya mirip, melewati tempat yang pernah memiliki kenangan, atau bahkan mencium aroma yang mengingatkan pada masa lalu. 

Meski mungkin hanya berlangsung beberapa detik, pengalaman-pengalaman kecil tersebut dapat tersimpan di dalam ingatan.

Saat tidur, berbagai potongan kenangan itu bisa saling terhubung dan membentuk sebuah cerita dalam mimpi. 

Karena itulah, seseorang yang sudah bertahun-tahun tidak pernah terpikirkan bisa tiba-tiba hadir kembali ketika kita sedang tidur.

Dengan kata lain, kemunculan seseorang dalam mimpi belum tentu karena ada sesuatu yang sedang terjadi pada dirinya. 

Bisa jadi, pikiran kita hanya sedang mengingat kembali pengalaman atau emosi yang pernah berkaitan dengan orang tersebut.

Mimpi Terjadi Saat Tubuh Beristirahat, tetapi Pikiran Tetap Bekerja

Ketika tidur, tubuh memang memasuki waktu untuk beristirahat. 

Namun, aktivitas di dalam otak tidak berhenti begitu saja. 

Pada fase Rapid Eye Movement (REM), otak justru bekerja cukup aktif. 

Fase inilah yang paling sering dikaitkan dengan munculnya mimpi yang terasa jelas, emosional, bahkan begitu nyata hingga sulit dibedakan dengan kenyataan.

Banyak penelitian menunjukkan bahwa tidur, terutama pada fase REM, berperan dalam membantu otak menyusun kembali ingatan, memproses emosi, dan menghubungkan berbagai pengalaman yang pernah dialami.

Itulah sebabnya seseorang yang pernah menjadi bagian dari hidup Anda dapat muncul kembali di dalam mimpi, meskipun sudah lama tidak bertemu atau bahkan sudah tidak pernah berkomunikasi.

Lalu, Bagaimana dengan Ikatan Batin?

Sebagian orang meyakini bahwa mimpi merupakan bentuk komunikasi yang tidak disadari antara dua orang.

Namun, hingga kini belum ada bukti ilmiah yang dapat memastikan bahwa mimpi menjadi tanda adanya hubungan batin atau telepati. 

Dalam ilmu psikologi, mimpi lebih dipahami sebagai hasil dari cara otak menyusun kembali berbagai pengalaman yang pernah tersimpan di dalam ingatan.

Karena itu, jika seseorang tiba-tiba muncul dalam mimpi, bukan berarti ia sedang memikirkan Anda. 

Bisa saja pikiran Anda sedang menghubungkan kembali kenangan, perasaan, atau pengalaman yang pernah melibatkan orang tersebut.

Mimpi Tidak Selalu Memiliki Arti yang Sama dengan Isinya

Sering kali Anda menganggap bahwa apa yang terjadi di dalam mimpi pasti memiliki makna yang sama persis dengan kenyataannya. 

Padahal, tidak selalu demikian.

Dalam psikologi, sosok yang muncul dalam mimpi bisa menjadi simbol dari suatu pengalaman atau emosi yang sedang diproses. 

Misalnya, memimpikan mantan bukan berarti masih ingin kembali menjalin hubungan. 

Mimpi tersebut bisa saja muncul karena ada rasa kehilangan, perubahan dalam hidup, atau kenangan yang belum sempat benar-benar dipahami.

Hal yang sama juga bisa terjadi ketika memimpikan teman lama, anggota keluarga, atau orang yang sudah lama tidak ditemui. 

Sosok mereka belum tentu menjadi inti dari mimpi tersebut, melainkan bagian dari berbagai kenangan yang sedang disusun kembali oleh pikiran.

Mengapa Mimpi Terasa Sangat Nyata?

Pernah bangun tidur dengan perasaan sedih, bahagia, kecewa, atau bahkan rindu setelah bermimpi bertemu seseorang? Pengalaman seperti ini sebenarnya cukup umum.

Saat fase REM berlangsung, bagian otak yang berperan dalam mengolah emosi bekerja lebih aktif. 

Sebaliknya, bagian yang membantu kita berpikir logis tidak seaktif ketika sedang terjaga. 

Kondisi inilah yang membuat berbagai peristiwa di dalam mimpi terasa begitu nyata, meskipun sebenarnya tidak pernah terjadi.

Tak heran jika setelah bangun tidur, sebagian orang masih membawa perasaan yang muncul dalam mimpi. 

Bahkan, ada yang masih mengingat percakapan, ekspresi wajah, atau suasana yang dialami selama bermimpi.

Perlukah Khawatir Jika Sering Memimpikan Seseorang?

Pada dasarnya, memimpikan seseorang merupakan hal yang normal. 

Hampir semua orang mengalami mimpi setiap malam, meski tidak semuanya mampu mengingat isi mimpinya saat bangun.

Selama mimpi tersebut tidak mengganggu kualitas tidur atau membuat seseorang mengalami tekanan emosional yang berkepanjangan, tidak ada alasan untuk langsung menganggapnya sebagai pertanda tertentu.

Kemunculan seseorang dalam mimpi lebih mungkin berkaitan dengan berbagai pengalaman, kenangan, atau emosi yang pernah tersimpan di dalam pikiran Anda.

Mimpi menjadi salah satu cara tubuh memproses berbagai hal yang dialami sehari-hari, termasuk pengalaman yang mungkin sudah lama tidak disadari.

Bukti yang ada menunjukkan bahwa mimpi lebih banyak menggambarkan apa yang sedang diproses oleh diri kita sendiri daripada menjadi pesan dari orang lain. 

Jadi, jika Anda kembali memimpikan seseorang yang sudah lama menghilang dari kehidupan, bisa jadi itu hanyalah cara pikiran membuka kembali lembaran kenangan yang pernah tersimpan rapi selama ini. 

(MG- Mayumi Cinta Mahesi)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.