Rektor Univ Muhammadiyah Gorontalo Tegaskan Tak Ada Data Praktik LGBT di Lingkungan Kampus
Wawan Akuba July 15, 2026 06:40 AM

 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Rektor Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO), Prof Kadim Masaong, menegaskan hingga saat ini pihak kampus tidak menemukan bukti maupun laporan yang menguatkan adanya praktik LGBT di lingkungan universitas.

Pernyataan tersebut disampaikan Kadim saat ditemui usai pelaksanaan Wisuda ke-23 UMGO, Selasa (14/7/2026).

Menurutnya, isu mengenai LGBT di lingkungan kampus memang kerap muncul.

Namun, setiap kali meminta bukti ataupun data pendukung, tidak pernah ada pihak yang dapat menunjukkannya.

Baca juga: 337 Lulusan Diwisuda, UMGO Siapkan Rumah Sakit Khadijah dan Wisuda Perdana Fakultas Kedokteran

"Selama ini ada yang menyebut begitu, tetapi ketika saya minta datanya tidak pernah ada. Berarti kami tidak menemukan data tersebut," kata  Kadim.

Ia menegaskan seluruh aktivitas akademik di UMGO berpedoman pada nilai-nilai yang dianut Muhammadiyah.

Karena itu, setiap bentuk pelanggaran terhadap aturan kampus akan ditangani sesuai mekanisme yang berlaku.

Kadim mengatakan apabila di kemudian hari ditemukan adanya pelanggaran yang bertentangan dengan ketentuan universitas, pihak kampus akan mengedepankan pembinaan.

Namun, apabila yang bersangkutan tidak bersedia menjalani proses pembinaan, universitas akan menjatuhkan sanksi sesuai peraturan yang berlaku.

"Kalau ada dan tidak bisa dibina, tentu akan ditindak sesuai aturan yang berlaku di kampus," tegasnya.

Pernyataan tersebut disampaikan di sela-sela pelaksanaan Wisuda ke-23 Universitas Muhammadiyah Gorontalo yang diikuti 337 lulusan dari program sarjana, profesi, dan magister.

Dalam kesempatan itu, Kadim juga berharap para lulusan mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat, khususnya di Provinsi Gorontalo, setelah menyelesaikan pendidikan di UMGO.

Isu LGBT sendiri kembali hangat, tak hanya di Gorontalo namun secara nasional. Bahkan sempat muncul gerakan "boti hunter".

Boti adalah sebutan untuk laki-laki berperilaku perempuan. 

Pemerintah Kota Gorontalo bahkan saat ini tengah mematangkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) anti-LGBT.

Desakan ini juga disuarakan oleh tokoh agama dan berbagai kalangan yang menilai fenomena tersebut semakin mengkhawatirkan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.