Ukraina Negara Pertama Penerima Sistem Pertahanan Udara Anti-Balistik SAMP/T NG, Ini Spesifikasinya
Muhammad Nursina Rasyidin July 15, 2026 07:33 AM



 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengumumkan bahwa negaranya akan menjadi penerima pertama sistem pertahanan udara anti-balistik SAMP/T NG buatan Prancis dan Italia.  

Pengiriman sistem tersebut disepakati dalam pembicaraannya dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron. 

Selain sistem SAMP/T NG generasi terbaru, Prancis juga akan mengirimkan dua baterai sistem pertahanan udara SAMP/T generasi sebelumnya untuk memperkuat kemampuan pertahanan Ukraina pada tahun ini. 

"Ukraina akan menjadi negara pertama yang menerima sistem SAMP/T NG Prancis-Italia yang baru dan canggih. Ini adalah sistem anti-balistik yang sangat efektif. Prancis juga akan menyediakan dua baterai SAMP/T untuk memperkuat pertahanan kita tahun ini juga," ujar Zelenskyy di X.  

Zelenskyy juga mengungkapkan bahwa Prancis dan Italia akan mempercepat pengiriman rudal permukaan-ke-udara Aster 30 yang digunakan oleh sistem SAMP/T pada Oktober tahun ini, mengutip Ukrainska Pravda, Rabu (15/7/2026).  

Tak hanya itu, Ukraina disebut akan memperoleh lisensi untuk memproduksi rudal jelajah SCALP (Storm Shadow), bom udara berpemandu AASM, serta bersama Italia memproduksi rudal Aster 30. 

Prancis juga akan bekerja sama dengan Ukraina melalui program pertahanan anti-balistik Eropa FREYJA. 

Dalam sektor kekuatan udara, kedua negara telah menyepakati pembelian 16 jet tempur Rafale beserta paket persenjataannya. 

Baca juga: Putin Ancam Balasan Lebih Dahsyat Jika Ukraina Serang Wilayah Rusia

"Pelatihan untuk pilot dan kru perawatan kami di Prancis dijadwalkan akan dimulai tahun ini. Setelah itu, empat pesawat Rafale pertama akan dikirimkan ke Angkatan Bersenjata Ukraina," lanjut Zelenskyy. 

SAMP/T NG merupakan sistem pertahanan udara generasi terbaru yang pertama kali berhasil menyelesaikan uji kualifikasi versi Prancis pada Desember 2025.  

Sistem ini menggunakan radar Thales Ground Fire dengan kemampuan pengawasan udara 360 derajat, jangkauan deteksi hingga 400 kilometer, kecepatan pembaruan data satu detik, serta sudut elevasi mencapai 90 derajat. 

Radar tersebut mengadopsi teknologi active electronically scanned array (AESA) yang memungkinkan pendeteksian dan klasifikasi berbagai target, termasuk dalam kondisi gangguan elektronik.

Sebelumnya, pada November 2025, surat kabar Prancis L'Opinion melaporkan bahwa Prancis berencana memasok sistem pertahanan udara SAMP/T NG kepada Ukraina.  

Pengumuman Zelenskyy kini menegaskan bahwa Ukraina akan menjadi negara pertama yang menerima sistem anti-balistik generasi baru tersebut.

Apa itu Sistem SAMP/T?

Sol-Air Moyenne Portée/Terrestre, atau disingkat SAMP/T, adalah sistem pertahanan rudal permukaan-ke-udara bergerak yang dirancang untuk melindungi pasukan militer dan infrastruktur penting dari ancaman udara.

Inti dari sistem ini adalah rudal pencegat Aster, yang dirancang untuk menyerang target bergerak cepat mulai dari jet tempur dan drone hingga rudal jelajah terbang rendah dan ancaman balistik taktis sebelum mencapai targetnya. 

Berbeda dengan sistem pertahanan rudal strategis tetap, SAMP/T dirancang untuk mobilitas, memungkinkan baterai untuk berpindah lokasi dengan cepat guna melindungi pasukan yang maju atau infrastruktur yang rentan. 

Sistem ini juga sering dianggap sebagai sistem rudal Eropa yang paling mirip dengan sistem rudal MIM-104 Patriot milik AS, mengutip The Defense Post, Rabu (15/7/2026).  

Program SAMP/T muncul pada tahun 1990-an ketika Prancis dan Italia mencari pengganti modern untuk sistem pertahanan udara era Perang Dingin yang sudah usang.  

Pada saat yang sama, pemerintah Eropa menginginkan alternatif yang dikembangkan di dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan yang besar pada platform pertahanan rudal AS. 

Proyek ini menjadi bagian dari upaya yang lebih luas untuk memperkuat kemampuan pertahanan Eropa yang kompatibel dengan NATO sambil mempertahankan kendali independen atas kemampuan industri dan teknologi. 

Pengembangan dipimpin melalui konsorsium Eurosam, yang menggabungkan teknologi rudal dari MBDA dengan sistem radar dan sensor dari Thales. 

Sistem yang dihasilkan mengintegrasikan keluarga rudal Aster yang diluncurkan secara vertikal dengan sistem pelacakan radar canggih dan sistem manajemen pertempuran yang mampu menghadapi berbagai ancaman secara bersamaan. 

(Tribunnews.com/Garudea Prabawati) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.