TRIBUNNEWSMAKER.COM - Nama penceramah Miftah Maulana Habiburrohman atau yang lebih dikenal sebagai Gus Miftah kembali menjadi sorotan setelah disebut dalam persidangan kasus dugaan korupsi proyek perkeretaapian.
Namanya muncul dalam sidang dugaan korupsi pembangunan jalur ganda kereta api Solo–Semarang Segmen 1 (JGSS) yang digelar di Pengadilan Tipikor Semarang.
Perkara tersebut menjerat Bupati Pati nonaktif, Sudewo, sebagai terdakwa.
Dalam persidangan yang berlangsung pada Senin (13/7/2026), Jaksa Penuntut Umum memeriksa mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek JGSS, Dheki Martin.
Dheki diketahui tidak membantah isi BAP yang dibacakan di hadapan majelis hakim tersebut.
Jaksa kemudian kembali menegaskan identitas sosok yang dimaksud dalam dokumen penyidikan.
"Gus Miftah itu yang kemarin ramai gara-gara penjual es?" kata jaksa memastikan kepada Dheki, Senin.
"Iya," jawab Dheki singkat.
Baca juga: Peran Gus Miftah Disinggung di Sidang Korupsi Jalur Kereta, Jaksa Singgung Kasus Penjual Es Teh
Tak berhenti sampai di situ, jaksa kembali menyinggung ciri-ciri Gus Miftah saat membacakan keterangan dalam persidangan.
Pernyataan tersebut disampaikan agar tidak terjadi kesalahpahaman mengenai sosok yang disebut dalam perkara tersebut.
"Dia juga dapat duit itu Rp 100 juta. Supaya orang tahu, supaya orang di Pati juga tahu.
Gus Miftah yang rambutnya gondrong dapat duit dari bapak (Dheki) dari duit proyek supaya orang tahu," kata jaksa.
Penyebutan nama Gus Miftah di ruang sidang pun langsung menyita perhatian publik dan memicu berbagai tanggapan di media sosial.
Kini akun media sosial Instagram Gus Miftah pun langsung ramai diserbu oleh netizen.
Pada video terakhir yang diunggah oleh Miftah, ia tampak sedang berjalan dengan istrinya.
Miftah terlihat membagikan yang kepada warga yang ia temui di jalan.
Menurut caption video, ajang berbagi uang itu rutin dilakukan oleh Miftah saat jalan-jalan pagi atau olahraga pagi.
"Masyaallah setiap kali Abah @gusmiftah dan Bunda @bunda_gus_atqi_ning_mecca_ jalan-jalan pagi maupun olahraga pagi, setiap orang yang ditemui selalu diberi rezeki.
Semoga Allah membalas setiap kebaikan dengan keberkahan dan rezeki yang berlipat ganda.
Semoga Abah dan Bunda senantiasa diberikan kesehatan, umur yang penuh berkah, rezeki yang semakin melimpah, serta selalu berada dalam penjagaan Allah SWT. Aamiin.
Baca juga: Sosok Gus Miftah Jadi Sorotan Usai Disebut di Sidang Korupsi, Jaksa Singgung Aliran Dana Rp100 Juta
Dawuh Abah: "Ketika melihat orang memberi, jangan berdoa, "Kapan saya dapat bagian?" Tetapi berdoalah, "Ya Allah, semoga suatu saat saya bisa menjadi orang yang bisa memberi seperti itu."
Semoga kita semua ditulari hati yang dermawan, dimudahkan rezekinya, dan diberi kesempatan untuk berbagi kepada banyak orang, seperti beliau. Aamiin ya Rabbal 'alamin," tulisnya di caption.
Postingan itu kemudian ramai dikomentari oleh netizen.
Banyak yang menyindir soal aliran dana Rp 100 juta yang diterima oleh Gus Miftah.
"Ciee dpt aliran dana 100jt nih ye dari sadewo wkwkw," tulis akun @hery_suarezz.
"Enak ya 100 jt," kata @aqshie_hidayat.
"Pencucian uang model sodaqoh, barokallah...," tulis @amiricha.86.
Sementara itu di akun media sosial Threads, Gus Miftah rupanya sempat menyinggung kasus Jaksa Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.
Miftah menyindir Febrie yang menyimpan emas 75 kilogram di rumahnya, kawasan Sentul, Kabupaten Bogor.
"1. Orang belum kaya beli emas biar kaya
2. Orang sudah kaya beli emas biar semakin Kaya
3. Orang mendadak kaya simpan emas biar nggak ketahuan kaya
Untuk yang nomer 3, kamu lupa ya Tuhan maha tahu segalanya.......(kamu ketahuuuuuan)," tulis Gus Miftah.
Kini Gus Miftah malah ikut terseret dalam kasus korupsi Sadewo.
(Tribunnewsmaker.com/ TribunnewsBogor/ Vivi Febrianti)