Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON- KPU Kabupaten Cirebon tak ingin perannya hanya sebatas menyelenggarakan pemilu.
Upaya membangun kesadaran demokrasi sejak dini kini menjadi fokus baru, salah satunya melalui rencana pembentukan Sekolah Demokrasi Caruban Nagari yang ditujukan bagi pemilih muda.
Program ini disiapkan sebagai wadah edukasi agar generasi yang baru memasuki usia memilih tidak apatis dan semakin memahami pentingnya menggunakan hak suara dalam setiap pesta demokrasi.
Rencana tersebut disampaikan Ketua KPU Kabupaten Cirebon, Esya Karnia Puspawati, usai KPU Kabupaten Cirebon merilis hasil Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Triwulan I Tahun 2026.
Baca juga: Babak Baru Pembinaan di Lapas Narkotika Cirebon, Warga Binaan Punya PKBM untuk Kejar Ijazah
Berdasarkan survei terhadap 150 responden yang terdiri dari 82 laki-laki dan 68 perempuan, KPU Kabupaten Cirebon berhasil meraih nilai 91,90 dengan Mutu Pelayanan Kategori A (Sangat Baik).
Esya mengatakan, capaian tersebut menjadi motivasi bagi KPU untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperluas edukasi demokrasi kepada masyarakat.
"Dengan capaian ini kami berharap ke depan KPU bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat secara lebih inklusif. IKM ini merupakan salah satu upaya kami untuk mengukur dan mengevaluasi berbagai layanan yang diberikan KPU," ujar Esya saat diwawancarai media, Selasa (14/7/2026).
Baca juga: Jadwal Terbaru SIM Keliling Kuningan Hari Ini 15 Juli 2026, Ada di Pasar Ciawigebang
Menurutnya, predikat sangat baik tersebut diperoleh dari evaluasi terhadap empat layanan utama, yakni Layanan PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi), Layanan Pendidikan Pemilih, Layanan Pengaduan Masyarakat, serta Layanan Kerja Sama.
Esya pun menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah memberikan penilaian, kepercayaan, serta berbagai masukan kepada KPU Kabupaten Cirebon.
"Terima kasih yang sebesar-besarnya atas penilaian, kepercayaan, serta partisipasi aktif yang telah diberikan. Masukan dan saran dari masyarakat sangat bermanfaat bagi kami untuk terus mengevaluasi dan meningkatkan kinerja pelayanan agar semakin prima, transparan dan akuntabel," ucapnya.
Baca juga: BRT Trans Cirebon Bakal Hidup Lagi, Tapi Ada Syarat Besar yang Harus Diselesaikan Pemkot
Ia menjelaskan, sesuai PKPU Nomor 9 Tahun 2022, KPU daerah memiliki tugas tidak hanya menyelenggarakan tahapan pemilu, tetapi juga melakukan sosialisasi dan pendidikan pemilih.
Sosialisasi berkaitan dengan tahapan dan teknis pemilu, sedangkan pendidikan pemilih lebih menitikberatkan pada pembentukan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya demokrasi.
Selama ini, KPU Kabupaten Cirebon telah menggandeng berbagai sektor pendidikan, termasuk perguruan tinggi, untuk memperluas jangkauan pendidikan pemilih.
"Kami sudah bekerja sama dengan sektor pendidikan, termasuk kalangan perguruan tinggi, untuk memberikan pendidikan pemilih kepada masyarakat," jelas dia.
Baca juga: Jadwal SIM Keliling Cirebon Hari Ini 15 Juli 2026, Hadir di Balai Desa Tegalwangi dan Pangkalan
Esya menilai pendidikan pemilih menjadi sangat penting, terutama bagi masyarakat yang baru menginjak usia 17 tahun.
Menurutnya, kelompok pemilih pemula harus didorong agar tidak bersikap apatis terhadap pemilu.
"Harapannya, pemilih pemula memiliki kesadaran terhadap pentingnya pemilu. Tujuan akhirnya tentu mereka datang ke TPS pada hari pemungutan suara dan menggunakan hak pilihnya," katanya.
Sebagai langkah lanjutan, KPU Kabupaten Cirebon akan meluncurkan Sekolah Demokrasi Caruban Nagari yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Demokrasi pada September mendatang.
Baca juga: TERANCAM Hukuman Penjara Seumur Hidup, Pria di Kuningan Tanam Ganja Setinggi 2 Meter di Rumah
Program tersebut akan menggunakan sistem hybrid, yakni memadukan pembelajaran tatap muka dan pembelajaran daring dengan komposisi masing-masing 50 persen.
"Sekolah Demokrasi Caruban Nagari akan menggunakan sistem hybrid, 50 persen pembelajaran dilakukan secara offline dan 50 persen secara online. Tujuan utamanya adalah memberikan sosialisasi dan pendidikan kepada pemilih pemula agar semakin memahami pentingnya berpartisipasi dalam demokrasi," katanya.