Alasan 60 Siswa Baru Sekolah Rakyat Bojonegoro Belajar di Tuban, Gedung Permanen Masih Dipersiapkan
Wiwit Purwanto July 15, 2026 11:50 AM

 

SURYA.CO.ID BOJONEGORO - Sebanyak 60 peserta didik baru Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 36 Bojonegoro memulai tahun ajaran 2026/2027 dengan belajar di Kabupaten Tuban.

Langkah sementara ini ditempuh karena pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Bojonegoro masih dalam tahap persiapan.

Kebijakan tersebut merupakan arahan dari Kementerian Sosial RI agar proses pendidikan tetap berjalan tanpa harus menunggu pembangunan sekolah selesai. Nantinya, seluruh peserta didik akan kembali ke Bojonegoro setelah fasilitas pendidikan yang disiapkan pemerintah rampung dibangun.

Gedung Sekolah Rakyat Bojonegoro Masih Tahap Persiapan

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro, Agus Susetyo Hardiyanto, mengatakan seluruh peserta didik baru asal Bojonegoro telah diberangkatkan ke Sekolah Rakyat di Kabupaten Tuban untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar.

"Seluruh siswa sudah diberangkatkan ke Tuban. Mereka merupakan peserta didik baru yang diterima pada tahun ajaran 2026/2027," ujar Agus, Selasa (14/7/2026).

Baca juga: Pemprov Jatim Siapkan 18 Sekolah Rakyat Terintegrasi untuk Tekan Kemiskinan

Menurutnya, penempatan sementara di Tuban menjadi solusi dari pemerintah pusat karena daerah tersebut telah memiliki gedung Sekolah Rakyat yang siap digunakan.

"Nantinya, siswa yang saat ini belajar sementara di Tuban akan kembali ke Bojonegoro setelah gedung Sekolah Rakyat selesai dibangun sehingga seluruh kegiatan pendidikan dapat dipusatkan di lokasi yang telah disiapkan," sambungnya.

Agus menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro saat ini masih menyelesaikan proses pengadaan lahan yang akan menjadi lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Kedewan.

Lahan yang sebelumnya disiapkan dinilai belum memenuhi kebutuhan sehingga diperlukan penambahan area. Seluruh proses pengadaan tanah hingga pembangunan ditargetkan rampung pada 2027.

"Di Bojonegoro masih dalam proses pengadaan tanah. Rencananya Sekolah Rakyat akan dibangun di Kecamatan Kedewan," jelasnya.

Kuota 60 Siswa, Pemkab Usulkan Penambahan Rombel

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro, Zunaidi, mengatakan kuota SRMA 36 Bojonegoro tahun ajaran 2026 ditetapkan sebanyak 60 peserta didik sesuai alokasi dari Kementerian Sosial.

Baca juga: MPLS Sekolah Rakyat Jombang Ditunda, Fasilitas Belum Siap

Seluruh peserta didik yang diterima berasal dari keluarga kurang mampu yang masuk kategori desil 1 dan desil 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Program Sekolah Rakyat diharapkan mampu memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat yang membutuhkan.

"Sesuai kuota dari Kemensos, peserta didik SRMA 36 Bojonegoro tahun 2026 sebanyak 60 siswa. Seluruh calon peserta didik sudah dilakukan penjangkauan dan telah diajukan penetapan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati," tambahnya.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro juga mengusulkan penambahan satu rombongan belajar atau sebanyak 30 peserta didik kepada pemerintah pusat. Hingga kini usulan tersebut masih menunggu persetujuan dari Kementerian Sosial.

"Pemkab Bojonegoro juga sudah mengajukan penambahan kuota satu rombel atau 30 siswa. Sampai saat ini kami masih menunggu persetujuan dari pemerintah pusat," tutupnya.

Sementara itu, angkatan pertama SRMA 36 Bojonegoro masih menjalani proses belajar di Gedung Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Bojonegoro di Kecamatan Dander. Saat ini terdapat 100 peserta didik yang mengikuti pembelajaran di lokasi tersebut.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.